Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 49


__ADS_3

Ketika rapat itu berakhir dan Alex pergi meninggalkan ruang rapatnya, para dewan direksi sangat lega karena mereka kali ini selamat dari nasib buruknya.


Group Emperor, ruang rapat


Dewan direksi 1: "Yaa! Nyaris saja..." (sambil menghela nafasnya)


Dewan direksi 2: "Untung saja tidak dikirim bertugas ke Afrika..." (setelah berdiri menghormati Alex langsung terduduk lemas setelah itu)


Dewan direksi 3: "Untung saja ada dewi itu..." (sambil mengelus dadanya)


Dewan direksi 4: "Ha..." (sambil menghembuskan nafas lega)


Dewan direksi 5: "Sepertinya hubungan wanita itu dengan Presdir tidak biasa, lain kali kita kita tidak boleh menyinggungnya dan dia juga sudah menyelamatkan kita semua..."


Dewan direksi 6: "Haihh! Jangan bergosip disini tentang mereka, jika Presdir sampai mendengarnya nanti kita semua pasti akan dipecat... Sudah bisa keluar dari sini dengan tenang saja sudah sangat bersyukur..."


Setelah percakapan mereka selesai, mereka akhirnya pergi meninggalkan ruang rapat dengan tujuan mereka masing-masing.


Sementara itu Arisa tengah menghadapi Alex. Alex membawa Arisa keruangannya...


'Ruangan CEO'


Kriett...


Alex membuka pintu ruangannya...


Brakk!!


Alex langsung menutup kembali pintunya setelah ia dan Arisa berada didalam.


Brakk!!!


Dengan tenaganya, setibanya Arisa didalam ruangannya Alex langsung menyergapnya dibelakang pintu dan menghalang dengan tangannya.

__ADS_1


Arisa: "Kyaa... Ini... A...Alex... apa, apa yang kau lakukan..." (gugup dan seperti kelinci putih yang siap untuk disantap oleh seekor serigala buas)


Alex: "Menurutmu..." (sambil mengambil helaian rambut Arisa dan menciumnya)


Alex: "Kau, sangat wangi pagi ini... aku menjadi semakin bersemangat untuk..."


Arisa: "Ha! Ber... bersemangat... bersemangat apanya!" (memotong Alex berbicara dengan nada yang berusaha terlihat angkuh)


Tiba-tiba saja Alex menggendong Arisa. Tentu saja hal itu membuat Arisa merasa sangat terkejut...


Glepp...


Alex menggendong Arisa dan membawanya pergi dari balik pintu itu.


Arisa: "Ka... kau... apa yang kau... lakukan... turunkan aku baj*ngan...!!" (berontak)


Alex: "Aku belum mengambil hadiah darimu. Maka menurutlah kucing kecil..." (berjalan dengan menggendong Arisa menuju sofa)


Perlahan Alex merebahkan Arisa diatas sofa yang ada di ruangannya.


Arisa: "Kau... apa yang akan kau lakukan..." (sambil menaruh tangan diatas dadanya)


Alex: "Sudah kukatakan, aku belum mengambil hadiahku karena kau berbuat baik padaku..."


Arisa: "Kau... sejak, sejak kapan aku menjanjikanmu sebuah hadiah...?!"


Tanpa jawaban dari Alex, Alex tiba-tiba meraba-raba dan mencium leher Arisa...


Arisa: "Ah... kau... ber, berhenti..." (berusaha untuk berontak)


Alex: "..." (rontaan dari Arisa tidak membuatnya berhenti, malah membuatnya lebih menginginkan kelinci putih itu)


Ketika Alex ingin mencium Arisa, tiba-tiba...

__ADS_1


Barkk!!!


Yuan Shao tiba-tiba mendobrak pintu ruangan Alex dengan keras, sehingga itu menghentikan aksi mereka..


Arisa: "Ah!!!" (ia berteriak dengan keras dan secara refleks mendorong Alex dari atas tubuhnya, dan sesegeranya ia juga merapihkan pakaiannya)


Yuan: "Ah! Aku, aku tidak melihat apapun! Aku tidak melihat apapun!!" (langsung menutup kedua matanya dengan tangannya)


Lee: "..." (langsung membalikkan badannya)


Alex: "Aihh! Para baj*ngan sialan ini... benar-benar mengganggu!" (kesal setelah kedatangan Yuan dan Lee tanpa diundang dan juga karena Arisa mendorongnya)


Alex: "Hm..." (memberikan petunjuk kepada Arisa untuk memperbaiki dasinya)


Arisa: "Apa..." (tidak fokus karena tiba-tiba ia merasakan seolah-olah dipergoki ketika sedang berselingkuh)


Alex: "Ini..." (sambil menunjuk kearah dasi dengan gerakan matanya)


Arisa pun segera memperbaiki dasinya.


Alex: "Aku tidak bisa mengambil hadiahku disini, maka aku akan mengambil hadiahku ketika pulang nanti..." (sambil berbisik kepada Arisa)


Arisa: "Haihh!! Kau sudah, sudah besar. Mengapa kau tidak bisa melakukan hal sekecil ini sendiri..." (karena merasa malu Alex membisikkannya ditelinganya ia langsung saja menyeka pembicaraan Alex)


Setelah selesai Arisa memperbaiki dasi Alex, kemudian Alex bertanya kepada Yuan Shao dan Lee Zhong apa maksud dari kedatangan mereka...


Alex: "Ada apa?" (sambil memperbaiki kancing lengannya)


Yuan: "Haihh... Tidak bisakah kau tidak menebar cinta disiang hari..."


Lee: "Berhentilah membuang-buang waktunya... langsung ke intinya saja..." (menegur Yuan)


Yuan: "Ah, ya, ya baiklah..." (sambil berjalan dengan Lee Zhong ke sofa yang ada diseberang Alex)

__ADS_1


__ADS_2