Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 27


__ADS_3

Dalam perjalanan Alex menuju ke kantornya, Alex menanyakan beberapa patah kata kepada Juan mengenai Brandon Depth.


'Dalam perjalanan, di dalam mobil'


Alex: "Juan, apakah ada perkembangan mengenai Brandon Depth baru-baru ini?" (bertanya serius kepada Juan sambil memegang tabletnya)


Juan: "Itu... masih belum dapat dipastikan tuan..." (menjawab sambil melihat kaca spion didepannya mobil)


Alex: "Ada apa?" (berhenti melihat tabletnya lalu meluruskan pandangan kedepan untuk melihat Juan dikaca spion mobil)


Juan: "Tuan, itu... mereka memblokir semua informasi tentang Brandon Depth beberapa hari yang lalu. Dan aku berusaha mencari titik keberadaannya, tetapi aku tidak berhasil menemukannya..."


Alex: "Hm, baiklah. Teruslah kau awasi dia."


Juan: "Baik, tuan."


Alex: "Hmph bedebah ini! Dia sangat menyulitkan! Tapi aku tidak akan berhenti mengejarmu sampai kau membayar apa yang telah kau perbuat padaku!" (dalam hati Alex berniat)


Sementara Alex masih didalam perjalanannya menuju ke kantornya, Arisa yang dirumah merasa terkekang karena ia kemana-mana harus memberitahu pengurus Feng. Hingga akhirnya Arisa membuat keputusan untuk pergi secara diam-diam.


Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Arisa: "Cih, si brengsek itu tidak membiarkanku pergi kemanapun tanpa memberitahu pengurus Feng! Apa yang harus aku lakukan? Aku harus pergi menemui Fara dan menjelaskan kejadian semalam padanya." (mondar-mandir didalam kamarnya dengan perasaan gelisah)


Arisa: "Bagaimanapun caranya aku harus pergi hari ini!"


Arisa mencoba untuk membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju keluar rumah, tetapi rencananya gagal karena dihentikan oleh beberapa pengawal pribadi Alex.


Kriettt...


Suara Arisa membuka pintu kamar.


Arisa: "Ah, aman, tidak ada pengurus Feng disini. Hehe..." (tertawa kecil dan berjalan mengendap-endap)


Arisa berhasil keluar dari kamarnya dan menuruni tangga hingga didepan pintu keluar, namun setelah sampai disana rencana pelariannya rupanya tidak berjalan dengan mulus...

__ADS_1


Kriettt...


Suara pintu depan rumah yang dibuka Arisa.


Setelah membuka pintu depan rumah dengan sangat lebar, Arisa sangat terkejut karena ada dua tangan yang tiba-tiba mengahalangi jalannya.


Pengawal 1: "Maaf, nyonya. Nyonya tidak boleh pergi dari rumah tanpa seizin dari tuan." (sambil menghalangi jalan Arisa dengan tangannya)


Pengawal 2: "Jika nyonya ingin pergi, beritahu pengurus Feng dan kami akan segera mengikuti dan mengawasi nyonya."


Arisa: "Ah, itu... itu tidak perlu... haha... aku hanya ingin mencari udara segar saja... baiklah aku... aku akan kembali kekamar saja... haha..." (dengan perasaan malu dan dengan tertawa ia berusaha menutupinya)


Setelah menutup pintu lalu membalikkan badannya untuk kembali kekamar, Arisa lagi-lagi dikejutkan dengan berdirinya pengurus Feng dihadapannya.


Arisa: "Huh, aku benar-benar sial hari ini..." (menghela napas sambil membalikkan badannya)


Feng: "Apakah nona ingin mencoba melarikan diri?"


Arisa: "Astaga, hantu!!! Ah, ternyata pengurus Feng, tidak aku... aku hanya ingin menghirup udara segar saja... haha..." (dengan berkeringat panas dingin akibat terkejut dan gugup menjawabnya karena ia ketahuan)


Arisa: "Huh, demi kebaikanku apanya! Dia mengurungku disini! Huh dasar brengsek!" (memaki sambil berjalan menaiki tangga)


Sementara itu Alex yang sedang bekerja dikantornya...


Alex: "Hachuuu..." (bersin)


Alex: "Siapa yang memakiku...?" (berhenti bekerja sejenak lalu kembali melanjutkan pekerjaannya setelah sejenak berpikir)


Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Arisa: "Apa yang harus kulakukan jika... jika aku tidak diberikan untuk keluar dari sini! Aku harus bertemu dengan Fara dan mungkin juga aku akan menemukan pekerjaan baru lagi, aku tidak ingin terus-menerus bergantung padanya! Cihh!" (mondar-mandir dengan perasaan yang gelisah)


Arisa: "Ah, aku tahu! Maling tidak pernah menggunakan pintu depan untuk merampok, hehe..." (dengan senyuman seolah-olah seperti seseorang ingin membalas dendam)


Arisa: "Er... ini... tinggi sekali..." (sambil melihat kebawah dari balkon kamarnya)

__ADS_1


Arisa: "Ah, itu tidak akan apa-apa jika aku jatuh kesana mungkin hanya memar saja lagian dibawah juga ada beberapa tanaman yang akan menyambutku..." (sambil menyambungkan sprei dengan sprei yang lainnya yang akan ia jadikan sebagai tali untuk turun)


Arisa: "Ah, bagus, semuanya sudah terikat. Sekarang aku harus turun secepatnya sebelum seseorang segera menemukanku!"


Setelah turun menggunakan tali sprei, Arisa akhirnya berhasil sampai kebawah dengan selamat meski kakinya mendarat dengan terpeleset yang akhrinya membuat kakinya sedikit memar.


Caffe Blossom


Arisa: "Ah, disini kau ternyata Fara!" (menghampiri meja Fara)


Fara: "Apa kau tidak apa-apa Arisa, sepertinya kakimu terluka..." (sambil melihat kearah kaki Arisa)


Arisa: "Ah, ini tidak apa-apa, hanya memar biasa nanti juga akan sembuh dengan sendirinya."


Fara: "Tapi kau tetap harus mengobatinya. Ah, ini kebetulan aku ada membawa salep. Ini, kau oleskan pada lukamu." (sambil memberikan salep kepada Arisa)


Arisa: "Baiklah, terima kasih, Fara."


Setelah Arisa selesai mengoleskan salep pada memar dikakinya, akhirnya mereka berdua membahas kejadian kemarin.


Fara: "Arisa, apa kau tidak apa-apa dengan kejadian kemarin?"


Arisa: "Aku baik-baik saja."


Fara: "Ah, baguslah kalau begitu."


Arisa: "Oh, ya, Fara. Apakah kau memiliki pekerjaan lagi untukku?"


Fara: "Ah, itu..."


Fara: "Kemarin asisten tuan Alex menelponku dan mengatakan bahwa jika Arisa mencari pekerjaan padaku, jika itupun ada aku tidak boleh memberikannya... dan aku juga sudah berjanji... maafkan aku Arisa... ini juga demi kebaikanmu..." (dalam hati Arisa berkata lirih)


Fara: "Pekerjaan itu... sudah diisi oleh orang lain, Arisa..."


Arisa: "Ah, baiklah itu tidak apa-apa."


Setelah cukup lama berbincang-bincang, Arisa akhirnya memutuskan untuk pulang sebelum yang lainnya menyadarinya.

__ADS_1


__ADS_2