Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 52


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhirnya pembicaraan mereka mengenai Brandon Depth selesai. Mereka telah memiliki rencana masing-masing dengan tujuan yang sama...


Alex: "Yahh... Sepertinya aku harus menyelesaikan sesuatu..." (berdiri dari duduknya dengan senyuman jahilnya sambil melihat kearah Arisa)


Arisa: "Apa yang akan dilakukan pria baj*ngan ini...? Mengapa dia, dia menatapku seperti itu...?! Perasaanku mulai tidak enak..." (berbicara didalam hatinya setelah melihat Alex meliriknya dengan senyum dan tatapan seperti itu)


Alex: "Baiklah, mari kita pulang kucing kecil. Kita selesaikan apa yang seharusnya kita lakukan..." (sambil menggendong Arisa)


Arisa: "Kyaa!!!" (terkejut karena Alex tiba-tiba menggendongnya)


Arisa: "Ini... apa, apa ya yang kau lakukan?! Cepat turunkan aku!!" (berontak)


Meskipun Arisa terus berusaha untuk berontak dari gendongan Alex, apapun yang ia lakukan Alex sama sekali tidak menanggapinya. Dan ia juga bahkan pergi bersama Arisa dengan meninggalkan Yuan dan Lee didalam ruangannya tersebut.


Setelah pergi dari kantornya, Alex segera pulang membawa dengan Arisa...


Paviliun Alex, kamar tidur


Brukk!!


Alex melempar Arisa keatas ranjang dengan sedikit kasar, ia seolah tidak bisa mengendalikan dirinya ketika bersama Arisa.


Setelah melempar Arisa, diri Alex seolah tak terkontrol lagi untuk melakukan sesuatu dengan Arisa.


Arisa: "Alex... kau...!!"

__ADS_1


Alex: "Berhentilah berbicara, malam ini aku hanya menginginkanmu..."


Arisa: "A...alex... kau... ahh...!!" (berusaha berontak)


Apapun itu, mereka adalah sepasang suami dan istri. Jika mereka melakukan sesuatu seperti itu, bukankah itu adalah hal yang wajar?


Ya, tentu saja. Namun, didalam hubungan mereka memiliki rasa kecanggungan yang cukup besar.


Hingga malam itu mereka kembali melakukannya, kali ini sangatlah berbeda setelahnya Arisa meninggalkan bercak darah disprei kasur tersebut...


Setelah itu, hari demi hari mereka lalui bersama-sama. Seolah waktu berpihak pada mereka, ia begitu cepat berlalu sehingga tidak terasa dua bulan telah berlalu...


Paviliun Alex, pagi hari


'Ruang makan'


Feng: "Ya, nona. Tuan sudah bangun."


Arisa: "Bisakah kau memanggilkannya untukku?" (meminta tolong kepada pengurus Feng)


Feng: "Tidak masalah, nona. Aku akan segera memanggilkannya untukmu..." (langsung saja ia berjalan pergi menemui Alex dilantai atas untuk memintanya sarapan pagi)


Sementara itu, Arisa sedang menyiapkan sarapan pagi menu kesukaan Alex. Ia memang sudah selesai memasak semuanya, namun ia perlu menghidangkan makanannya selama pengurus Feng memanggilkan Alex untuknya.


Lantai atas, di depan ruang baca Alex

__ADS_1


Tokk... Tokk... Tokk...


Suara pengurus Feng mengetuk pintu ruang baca Alex.


Alex: "Siapa?" (terdengar jawaban dari Alex setelah beberapa saat pengurus Feng mengetuk pintunya)


Feng: "Ini aku, tuan..."


Alex: "Pengurus Feng, ada apa?"


Feng: "Maafkan aku karena mengganggu waktumu, tuan. Tetapi nona memintaku untuk memanggilmu agar segera turun dan sarapan..."


Alex: "Ya, baiklah. Aku akan segera turun..."


Feng: "Baik, tuan."


Setelah selesai melakukan tugasnya, pengurus Feng pun segera turun dari lantai atas...


Arisa: "Dimana dia? Apakah dia tidak ada diruangannya?" (bertanya dengan Alex yang baru saja menuruni tangga)


Feng: "Tidak, tuan bilang ia akan turun sebentar lagi..."


Arisa: "Ah, baiklah..."


Setelah beberapa saat, akhirnya Alex turun dari lantai atas. Ia langsung saja menuju meja makan dan menduduki kursinya. Arisa pun menemaninya dengan duduk dikursi samping Alex...

__ADS_1


Semuanya sudah siap, namun Arisa lupa membawakan air untuk Alex. Arisa pun segera berdiri dan mengambilkannya. Namun ketika Arisa ingin memberikannya kepada Alex, tiba-tiba ia...


__ADS_2