Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 45


__ADS_3

Pada saat itu, Jhonny tiba-tiba saja mengucapkan kata-kata itu agar bisa menyelamatkan hubungan dengan Arisa. Tetapi disisi lain pula ia tak menyadari bahwa itu sama saja seperti dia mencekik dirinya sendiri.


Alex: "Yo? Apa yang dimaksud tuan Jhonny dengan ini?" (bertanya dengan ekspresi yang seharusnya)


Jhonny: "Ini... Presdir Alex, kau pasti salah paham mungkin saja itu hanya sebuah kebetulan... Jika ada yang berani melakukan sesuatu pada putriku, maka aku akan membuatnya membayarnya dengan sangat mahal!" (membela dengan menutupi kebenarannya)


Arisa: "Apa yang kau maksud dengan 'putri' tuan Lawrence?" (mempertanyakan)


Jhonny: "A... itu... bagaimanapun kau tetap masih putri tertua dari keluarga Lawrence..." (dipotong)


Arisa: "Hentikan omong kosong yang sedang kau ucapkan itu!" (nada bicara meningkat)


Arisa: "Aku tidak akan bisa benar-benar menghadapi tua bangka ini disini! Ini adalah masalah keluarga Lawrence, aku tidak akan membiarkan acara perusahaan Kane akan rusak karenanya!" (bicara didalam hatinya sambil menenangkan dirinya)


Alex: "Tuan Jhonny, aku ingin bertanya kepadamu mengenai satu hal."


Jhonny: "Ya... Presdir Alex..." (sedikit gugup)


Alex: "Mengenai apa yang kau sebutkan tadi, bagaimana jika itu salah satu anggota keluargamu yang berniat mencelakai Arisa dengan alasan berdansa. Lalu, apakah perkataanmu akan berlaku?"


Jhonny: "Apakah dia sudah mengetahuinya?!" (terkejut didalam hatinya)


Jhonny: "Ini... Presdir Alex... aku... tentu saja... aku akan memberikan keadilan bagi putriku..." (terbata-bata)


Arisa: "Cih!" (kesal)


Alex: "Baiklah... maka aku..." (dipotong)

__ADS_1


Arisa: "Aku tidak akan membiarkannya mengungkapkannya dengan mudah disini... Aku harus segera mengehentikannya!" (bicara didalam hati)


Arisa: "Ah! Sudahlah, lupakan saja. Itu semua tidak masalah entah ini rencana siapapun, tetapi sepertinya rencananya juga tidak berhasil. Lalu, apa lagi yang perlu diperdebatkan, kita juga masih tidak mengetahui siapa dibalik ini semua. Dan tuan Jacob, kak David, maafkan aku atas ketidaknyamanan yang kalian saksikan ini... Dan sebaiknya kita tidak merusak acara tuan Jacob hanya karena masalah sepele seperti ini..."


Jacob: "Ah, itu tidak masalah..."


Acara itu berakhir hingga larut malam. Ketika sesampainya dirumah, mereka masih saja membahas mengenai apa yang telah terjadi diacara itu...


Paviliun Alex, kamar tidur


Ketika sampai dikamarnya, mereka berdebat tentang masalah yang terjadi di acara itu. Dengan posisi Arisa yang tengah duduk diranjangnya dan Alex yang menikmati anggurnya disofa.


Alex: "Sebelum diungkapkan pun semua orang tahu bahwa salah satu anggota keluarganya yang melakukan itu!" (agak kesal)


Arisa: "Kau sangat bodoh!"


Arisa: "Kenyataannya memang seperti itu, kau ingin mengungkapkan semuanya didepan umum tadi!"


Alex: "Ya! Itu akan kulakukan jika saja kau tidak mengehentikanku tadi!"


Arisa: "Jika aku tidak mengehentikanmu, maka kau merusak rencanaku!"


Alex: "Cih! Rencana apa yang kau punya untuk menangani si tua bangka itu!"


Arisa: "Apakah aku harus memberitahumu setiap urusanku?!"


Alex: "Ya... Tentu saja! Aku adalah suamimu!"

__ADS_1


Arisa: "Wanita mana yang akan mengakui pria baj*ngan sepertimu sebagai suaminya?!"


Alex: "Heh, wanita! Dengan... dengan sebutan apa kau memanggilku?"


Arisa: "Kau baj*ngan!!"


Alex: "Hahaha!" (tertawa dengan keras)


Arisa merasa ada yang salah dengan Alex ketika ia mengatainya malah ditertawakan olehnya. Ketika Arisa membalikkan badannya dan untuk melihat Alex, ternyata Alex sudah mabuk berat dengan menghabiskan empat botol anggur yang biasa ia minum.


Alex melakukan itu karena ia merasa bahwa apa yang seharusnya ia lakukan tidak dicegah oleh Arisa, dan ia juga melakukan itu karena api kecemburuan membakarnya ketika melihat Arisa berdansa dengan seorang pria pada diacara tadi.


Arisa: "Kau...! Berhentilah minum!" (setelah membalikkan badannya ia langsung saja menghampiri Alex dan menghentikannya untuk minum)


Alex: "Apa yang kau lakukan! Kembalikan anggurku!"


Arisa: "Berhentilah bersikap seperti kekanak-kanakan!"


Alex: "Mengapa kau mengehentikanku! Bukankah lebih baik jika kau tidak mengentikan ku tadi di acara itu!"


Arisa: "Mengapa kau melakukan itu, sudah kukatakan aku telah memiliki rencanaku sendiri untuk mengatasi..." (dipotong)


Alex: "Itu karena aku peduli padamu!"


Seketika kata itu membuat Arisa tertegun mendengarnya. Perkataan seseorang yang mabuk adalah kebenaran, Arisa berusaha mempercayainya dengan apa yang baru saja ia ucapkan.


Karena mabuk berat Arisa memapah Alex untuk kembali ketempat tidur...

__ADS_1


__ADS_2