Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 69


__ADS_3

Dua bulan berlalu sejak ditangkapnya Jessie dan kasus kegugurannya Arisa.


Selama dua bulan itu, karena ada kecanggungan hubungan Alex dengan Arisa tidak begitu baik. Mereka bahkan tak sehangat dulu. Namun, sebuah acara perjamuan yang mengundang Alex membuat mereka memulainya kembali.


Perusahaan LA


'Ruangan CEO'


Sekretaris Jhonny: "Tuan, kurasa akhir-akhir ini hubungan kita dengan Group Emperor agak sedikit renggang. Jika kita tidak bisa membina hubungan yang baik kepada tuan Alex, maka saham kita akan menurun drastis. Karena Group Emperor adalah investor yang berpengaruh bagi perusahaan kita, tuan. Apabila Group Emperor menjual sahamnya, maka pada pemegang saham dibawahnya kemungkinan 20% nya juga akan menjual sahamnya." (jelasnya kepada Jhonny)


Jhonny: "Hmm..." (berpikir keras)


Jhonny: "Kau benar, 20% bukanlah jumlah yang sedikit. Sebanyak itu para investor lainnya bekerjasama dengan kita karena mereka melihat Group Emperor berinvestasi disini." (berucap setelah beberapa saat berpikir keras)


Sekretaris Jhonny: "Jadi, tuan, apa yang harus kita lakukan?"


Jhonny: "Ya. Aku sudah memikirkan ini, bagaimana menurutmu jika kita mengadakan perjamuan disebuah kapal pesiar mewah di pesisir pulau NanYang?" (meminta pendapat kepada sekretarisnya)


Sekretaris Jhonny: "Kapal pesiar? Pulau NanYang? Apakah itu tidak berlebihan tuan?"


Jhonny: "Jika kau ingin menangkap ikan yang besar, kau harus menyiapkan umpan yang sepadan."


Sekretaris Jhonny: "Baik tuan, aku mengerti." (berjalan pergi)


Jhonny: "Jika sampai Alex menjual sahamnya, dia tidak akan rugi apapun. Namun aku yang akan mengalami kerugian yang sangat besar. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi..."


Group Emperor


'Ruangan CEO'

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


Juan: "Tuan, kau dapat undangan dari tuan Jhonny. Dia mengundangmu ke acar perjamuan di pesisir pulau NanYang besok lusa." (setelah mengetok pintu lalu masuk dan langsung menyampaikan tujuannya)


Alex: "Tcihh..." (sambil senyum menyeringai)


Alex: "Rupanya rubah tua ini tidak ingin rugi apapun, ya... Dan dia menyogokku dengan perjamuan. Ckckck..." (sambil menyeringai)


Juan: "Dan tuan, kudengar bahwa perjamuan ini diadakan khusus untukmu..."


Alex: "Untukku?"


Juan: "Ya, tuan. Kurasa apa yang kau katakan sebelumnya benar, bahwa ketika dia menyadari ada sesuatu yang salah maka dia akan langsung mengambil umpannya..."


Alex: "Hahaha!! Rubah ini sangat serakah, mungkin aku perlu memberinya sedikit pemanasan!" (sambil tertawa dingin)


Juan: "Baik tuan." (berjalan ingin pergi)


Alex: "Tunggu sebentar!" (menghentikan langkah Juan)


Juan: "Ya, tuan."


Alex: "Bukankah pulau NanYang itu... dekat dengan Cyrus Island milikku?"


Juan: "Ya, tuan. Dari pulau NanYang ke Cyrus Island milikmu hanya beberapa kilometer saja."


Alex: "Sempurna! Kau atur segalanya disana, aku takkan pergi ke perjamuannya tanpa persiapan."


Juan: "Baik tuan."

__ADS_1


Alex: "Dan ya, apa yang dilakukan Arisa akhir-akhir ini?"


Juan: "Tidak banyak tuan. Dia hanya keluar sesekali ke swalayan dan kemudian kembali kerumah. Dan dia juga sering menghabiskan waktunya diruang latihannya akhir-akhir ini apabila dia dirumah."


Alex: "Baiklah, aku mengerti. Kau bisa pergi sekarang."


Juan: "Baik, tuan."


Brakk...


Juan pergi dan menutup pintunya.


Alex: "Diruang latihannya? Apakah dia mengetahui sesuatu?" (pikirnya mengenai Arisa)


Pukul 15:00 sore


Paviliun Alex


Feng: "Selamat datang, tuan." (menyambut Alex)


Alex: "Hm. Dimana Arisa?"


Feng: "Nona, dia... dia sedang berada diruang latihannya, tuan."


Alex: "Sesore ini?"


Feng: "Ya, tuan."


Alex: "Sebenarnya apa yang dia lakukan diruangan itu, hingga dia akhir-akhir ini sering mengunjunginya?!" (dengan perasaan kesal dan bergegas pergi keruang latihan Arisa)

__ADS_1


__ADS_2