Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 35


__ADS_3

Tak terasa, memang benar-benar seharian Arisa mengurung dirinya dikamarnya tanpa makan ataupun minum. Hingga Alex pulang...


Pukul 15:00, Group Emperor


'Ruangan CEO'


Alex: "Juan, beberapa hari lagi Perusahaan Kane akan mengadakan acara amal. Aku yakin, David pasti akan datang menghadiri acara itu. Kau..." (sambil mengisyaratkan kepada Juan bahwa ia dimintai oleh Alex untuk melakukan sesuatu)


Juan: "Aku mengerti, tuan."


Alex: "Bagus."


Juan: "Tuan, kau terlihat lelah, apakah kau ingin pulang sekarang? Maka aku akan segera mempersiapkan mobilnya untukmu?"


Alex: "Pulang lebih awal hari ini, maka aku akan lebih awal juga bertemu dengan kucing kecil itu... heh..." (bicara dalam hatinya sambil tersenyum tipis)


Alex: "Aku akan pulang sekarang, kau siapkan lah mobilnya." (sambil berdiri lalu memakai jas nya dan pergi melewati Juan)


Juan: "Baik, tuan."


Juan: "Ha? Apakah tadi aku salah lihat? Tuan tersenyum? Haih... gunung es ini..." (didalam hatinya bertanya-tanya)


Setelah keluar dari Group Emperor, mereka segera menuju Paviliun Alex.


Paviliun Alex


'Kamar Arisa'


Arisa: "Heh, pria brengsek ini! Kau melakukan itu, lihatlah bagaimana aku akan membereskanmu!"


Lantai bawah


Kriettt...


Alex membuka pintu. Disambut dengan pengurus Feng.

__ADS_1


Feng: "Tuan... kau, kau sudah pulang..." (dengan wajah cemas yang berusaha ia sembunyikan)


Alex: "Hm." (berjalan beberapa langkah dari tempat pengurus Feng berdiri, kemudian berhenti)


Alex: "Apa yang kau sembunyikan?" (berhenti lalu berbalik)


Feng: "Ini... tidak... aku tidak menyembunyikan apapun tuan..." (berusaha menutupi)


Alex: "Pengurus Feng, sudah berapa lama kau bekerja untukku?"


Feng: "Ini... sekitar 10 tahun lebih, tuan."


Alex: "Lalu, apakah kau sekarang menjadi orang yang pandai menyimpan rahasia? Pengurus Feng, ingatlah bahwa aku mengenalmu!" (serius)


Feng: "Ya, tuan..."


Alex: "Katakanlah."


Feng: "Tuan, nona Arisa dia..."


Feng: "A... tu... tuan, setelah dia kembali pagi tadi dia mengurung dirinya dikamar, ia bahkan seharisa tidak makan atau minum apapun. Aku sudah mencoba untuk mengantarkan makanan kepadanya, tetapi ia terus saja menolak untuk memakannya. Tuan, aku khawatir jika terjadi sesuatu pada nona..."


Alex: "Sial!" (langsung saja pergi untuk menemui Arisa)


'Didepan pintu kamar'


Tokk... Tokk... Tokk...


Suara Alex mengetuk pintu kamarnya.


Arisa: "Pengurus Feng, sudah kukatakan aku tidak ingin makan!"


Alex: "Ini aku."


Arisa: "Kau... ternyata kau masih ingat untuk pulang?"

__ADS_1


Alex: "Apa maksudmu?"


Arisa tak memberikan jawaban apapun terhadap Alex, kamar itu dikunci oleh Arisa. Tetapi sayang sekali, Arisa tidak bisa lebih lama lagi untuk mengurung dirinya disana karena Alex memiliki kunci cadangan terhadap kamar itu.


Klikk...


Suara Alex membuka pintu kamarnya menggunakan kunci cadangan.


Brakk!


Alex menutup pintu kamar dengan sedikit kasar.


Arisa: "Ha! Kau... bagaimana kau bisa masuk kesini?!" (berdiri dari duduknya disamping ranjang didepan balkon)


Alex: "Ini adalah rumahku, tempat mana yang tidak bisa aku masuki disini?" (sambil menggoyang-goyangkan kunci yang dipegangnya)


Arisa: "Kau...!" (kesal)


Alex: "Kenapa kau tidak makan ataupun minum seharian, dan kau malah mengurung diri disini?!"


Arisa: "Itu bukan urusanmu! Uruslah urusan mu sendiri, presdir Alex!"


Alex: "Ho... panggilan ini... mengapa kau begitu formal kepadaku hari ini?"


Arisa: "Sudah kukatakan itu bukan urusanmu!"


Alex mencoba untuk menyentuh Arisa, tetapi belum sempat menyentuhnya tangan Alex sudah ditepis dengan keras oleh Arisa.


Alex: "Arisa, kau..." (mencoba memegang pundaknya)


Plakk!


Arisa menepis tangan Alex dengan keras.


Arisa: "Aku peringatkan padamu, jangan menyentuhku dengan tanganmu yang kau pakai untuk menyentuh wanita lain itu! Itu sangat kotor dan apakah kau tidak tahu betapa menjijikkannya itu?!" (marah)

__ADS_1


Alex: "Wanita lain..." (dalam hati Alex bertanya-tanya)


__ADS_2