Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 41


__ADS_3

Karena pembicaraan yang cukup serius antara Alex dan Arisa, itu agak menunda waktu mereka untuk pergi keacara amal Perusahaan Kane beberapa saat...


Paviliun Alex, kamar tidur


Arisa: "Apa yang kau maksud dengan ucapanmu tadi?" (bertanya serius kepada Alex sambil terburu-buru meletakkan gelasnya)


Alex: "Ya, itu adalah kenyataannya. Kupikir aku akan menangani ini sendiri tanpa sepengetahuanmu, tetapi ternyata kau telah mengetahuinya terlebih dahulu, aku agak kecewa karena ini tidak sesuai yang aku harapkan." (menjelaskan)


Arisa: "Jadi, jadi maksudmu apa yang aku katakan adalah kebenarannya?! Kau sudah mengetahuinya, mengapa kau berniat menyembunyikan ini dariku?!" (dengan nada bicara yang meninggi)


Alex: "Karena aku tidak menginginkan kau terlibat didalamnya."


Karena apa yang dikatakan Alex, itu membuat Arisa merasa malu dan tersentuh.


Arisa: "Apakah dia memikirkan ku?" (berbicara didalam hatinya)


Arisa: "Lalu apa sekarang? Apakah kau terus-menerus tidak akan membiarkanku campur tangan dalam hal ini?" (menoleh kearah Alex)


Alex: "Huhh! Kupikir tidak." (membalas menoleh Arisa)


Arisa: "Heh, benar-benar licik!" (tersenyum tipis)


Alex: "Apakah kau ingin menjadi seekor rubah yang berkedok jenjang?" (menawarkan)


Arisa: "Aiyo...! Ternyata kau menginginkannya! Baiklah, aku akan mengikutimu, karena aku sangat penasaran akan berjalannya dunia, terlebih lagi aku juga menginginkan kejatuhan LA." (menerima)


Alex: "Berisaplah, pesta akan segera dimulai!"


Arisa: "Heh!"


Dan pada akhirnya, Alex memang benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun dari Arisa. Karena Arisa sudah mengetahui kebenarannya sebelum ia mengucapkannya, yang Alex lakukan hanyalah bekerja sama dengannya sekaligus melindunginya.

__ADS_1


**Pukul 18:00, tempat acara amal berlangsung, Gedung Valencia


Klikk**...


Suara Juan membukakan pintu mobil.


Alex: "Apakah kau sudah siap?"


Arisa: "Aku selalu siap untuk menghabisi sekelompok brengsek itu!"


Alex: "Kau memiliki tekad yang kuat!" (memuji didalam hati)


Arisa: "Jangan memujiku..."


Alex: "Hmph!"


Ruangan utama, tempat acara amal berlangsung


Para tamu: "Ya, sepertinya itu memang dia. Tapi, lihatlah! Siapa wanita yang bersamanya itu?!"


Para tamu: "Kyaa! Apakah presdir Alex memiliki pacar?"


Mendengar para tamu membicarakan kedatangan Alex, hal itu terdengar sampai oleh tuan rumah, yaitu keluarga Kane. Mereka berhenti berbicara dengan kelompoknya masing-masing karena dihebohkan dengan kedatangan Alex disana.


Marian: "Akhirnya, rubah betina ini datang juga!" (bicara dalam hati)


Viola: "Lihatlah bagaimana aku akan mempermalukanmu, rubah!" (berucap dalam hati)


Jessie: "Cih! Agak murahan! Mengapa Alex menggandengnya keacara ini! Seharusnya aku yang berada disana! Lihat saja nanti, hmph!" (memaki didalam hatinya)


Brandon: "Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga!" (berniat didalam hatinya)

__ADS_1


Semua sudah mereka rencanakan dengan baik, Alex dan Arisa menghadiri acar itu, bukankah sama saja dengan mereka memasuki lubang buaya? Ah, tidak! Meskipun mereka kalah jumlah, tetapi mereka tidak akan kalah dalam hal persiapan.


Pertama-tama, mereka tentu saja menyapa tuan rumah dari acar tersebut.


Jacob: "Yaa! Presdir Alex! Terima kasih telah menyempatkan datang untuk keacar kecil kami ini!" (ia sangat menghormati Alex karena ia memiliki sebuah udang dibalik batu)


Alex: "Aku datang karena diundang."


Jacob: "Aiya! Tentu saja kami mengundangmu, bagaimana tidak kami tidak mengundang sang dewa saham ini... Hahaha!" (tertawa)


Alex: "Cih! Naif!" (berbicara pelan)


Jacob: "Apakah kau kesini membawa seorang kupu-kupu malam?" (sambil menatap Arisa)


Arisa: "Ah! Maafkan aku tuan, Jacob. Kau tidak bisa menyebutku seenaknya seperti itu, apakah kau sudah melupakan ku? Aku tumbuh bersama kedua putramu..." (langsung membalas pertanyaan Jacob)


Jacob: "Oh... kau..."


David: "Ayah, dia adalah Arisa, teman aku bermain dulu sewaktu kecil bersama Bryan." (membisikkan)


Jacob: "Oh! Kau adalah Arisa! Maafkan aku, aku lupa denganmu!" (tertawa kecil)


Arisa: "Tuan, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, aku memaklumi daya ingatmu, karena daya ingat orang tua yang sudah lanjut usia akan berkurang, bukan?" (dengan senyuman memiliki maksud)


Jacob: "Dulu dia adalah wanita yang polos dan lugu, sekarang dia sangat pandai bersilat lidah! Mungkin aku juga harus menyingkirkannya, karena dia adalah wanita yang akan menjadi ancaman besar didalam rencanaku!" (berbicara didalam hati)


Jacob: "Ah, ya, kau benar." (tertawa kecil)


David: "Riri, lama tidak bertemu..." (menyapa Arisa)


Riri, adalah nama kecil dari David untuk Arisa yang dimana Arisa sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2