Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 72


__ADS_3

Arisa: "Tcihh! Mengapa aku harus ikut denganmu?!" (acuh dan kembali melanjutkan makannya)


Alex: "Baiklah, aku sedang memikirkan hukuman apa yang cocok untukmu..." (melanjutkan makannya)


Arisa: "Ah... emm.... Kurasa aku akan memikirkannya."


Alex: "Baik, kau sudah setuju akan ikut denganku. Kalau begitu, pengurus Feng, bawa beberapa dress nanti malam kerumah. Hari ini, aku akan pulang lebih awal." (menyelesaikan makannya sambil berdiri dari duduknya, kemudian ia pergi)


Pengurus Feng: "Baik, tuan."


Arisa: "Ah?! Hei! Hei!! Aku, aku belum mengatakan bahwa aku menyetujuinya!! Heii!!!" (berteriak-teriak kepada Alex, namun Alex tak menghiraukannya)


Arisa: "Ada apa dengan pria ini! Dia bahkan menyetujuinya atas kemauannya sendiri dan, dan dia bahkan tidak mendengarkan pendapatku! Tcihh!!" (bergumam)


Setelah itu, Arisa kembali ke kamarnya dan berpikir keras mengapa Alex terus memaksanya ikut kedalam perjamuan itu bahkan tanpa mendengarkan pendapatnya terlebih dahulu.


'Kamar tidur'


Selama di kamarnya, Arisa terus bergumam sendiri, bertanya-tanya sendiri tentang perjamuan itu. Menurutnya ada yang janggal dan aneh.


Arisa: "Tunggu, mengapa dia... hm... apakah ada sesuatu sehingga dia terus memaksaku untuk ikut ke perjamuan itu. Sebenarnya, ada apa dengan pulau NanYang ini?"


Arisa: "Pulau NanYang, kapal pesiar mewah, sebenarnya apa yang keluarga Jhonny rencanakan? Hm..."


Arisa: "Ah, tunggu! Bu-bukankah... shhh apakah mungkin karena hal ini?"

__ADS_1


Arisa: "Dari yang kudengar kemarin, saham Perusahaan LA turun drastis, dan untuk saat ini dia hanya bisa bergantung pada Group Emperor. Karena sahamnya turun drastis, ia takut bahwa Alex juga akan menjual sahamnya. Sehingga, dia mengadakan perjamuan ini bermaksud membujuk Alex?! Hm... apakah memang benar karena ini?" (berpikir keras dan sambil mondar-mandir)


Arisa: "Apakah sebaiknya aku memang benar-benar harus ikut ke perjamuan itu? Pasti beberapa orang besar juga akan hadir, terutama orang dari Perusahaan Kane. Tcihh!" (menyeringai)


Arisa: "Baiklah, aku sudah memutuskan. Aku akan ikut ke perjamuan itu, aku tidak akan membiarkan Alex melawan mereka sendirian. Oh tunggu, aku menemaninya bukan karena aku mencintainya. Tcihh! Yang benar saja aku mencintai pria sepertia dia. Aku hanya takut dia mati saja di sana, jika dia matikan akan sangat merepotkan membuat pemakaman untuknya. Heh!"


Arisa tak melakukan banyak persiapan, seharian ia hanya diam dirumah saja.


Pukul 14:30 siang


Tok! Tok! Tok!


Suara seseorang mengetuk pintu pavilliun.


Arisa yang mendengar suara ketukan itu langsung berjalan menuju pintu.


Fara: "Hai, Arisa!" (menyapa Arisa dengan penuh semangat)


Arisa: "Fara! Wahh! Aku tak berpikir kau akan mengunjungiku disini..." (menyambutnya dengan antusias)


Arisa: "Ah, ayo masuk..." (mempersilakan)


Fara: "Baik." (sambil berjalan masuk)


Arisa: "Silakan duduk, Fara."

__ADS_1


Fara: "Ya..."


Arisa: "Aa... Pengurus Feng... Pengurus Feng..." (memanggil)


Feng: "Ya, nona, ada yang bisa saya bantu?"


Arisa: "Tolong buatkan kami... aaa... jus stroberi. Fara sangat menyukainya."


Fara: "Haha... Arisa, kau memang sangat mengenalku, haha..." (tertawa tipis)


Feng: "Baik, nona."


Beberapa saat kemudian Pengurus Feng pun datang membawa jus stroberi itu.


Feng: "Nona..." (sambil menyodorkan jus itu)


Arisa: "Terima kasih..."


Fara: "Terima kasih..."


Feng: "..." (membungkuk lalu pergi)


Arisa: "Baik, sekarang aku akan langsung keintinya. Apa yang membawamu kemari?"


Fara: "Ya, itu... ini..." (sambil menyodorkan sebuah kertas tebal)

__ADS_1


Arisa: "Ini..." (langsung mengambilnya)


Arisa: "Jadi kau akan bertunangan minggu depan?"


__ADS_2