
Setelah percakapan itu, tiba-tiba suasana didalam kamar itu menjadi canggung.
Arisa: "Aduh... mengapa jadi seperti ini... sangat canggung! Dan... pria es ini terus saja menatapku!" (dalam hati Arisa berucap)
Arisa: "Ah...! Alex... kau... sebaiknya kita turun... sekarang sudah waktunya untuk makan malam... kurasa pengurus Feng juga sudah selesai menyiapkan makan malamnya..." (sambil berdiri dari duduknya lalu ingin berjalan pergi)
Ketika Arisa hanya beberapa langkah beranjak dari Alex, tiba-tiba Alex menangkap tangan Arisa sampai Arisa terduduk dipangkuan Alex.
Glepp...
Alex menarik tangan Arisa.
Arisa: "Ah!!" (terkejut)
Arisa: "Apa... apa yang kau lakukan...?!" (dengan wajah memerah dan memalingkan wajahnya)
Alex: "Bukankah kau mengajakku untuk makan malam?" (dengan tatapan ingin memakan)
Arisa: "Ah, iya... itu... sebaiknya kita cepat turun sebelum masakannya dingin..."
Alex: "Kalau begitu, kau buatkanlah aku makan malamnya."
Arisa: "Ah?! Apa..." (dipotong)
Alex: "Ya, aku hanya ingin memakan masakanmu, itu saja."
Arisa: "Kau..." (merasa tersipu dengan apa yang dikatakan Alex sehingga ia menatap Alex dengan wajah merahnya untuk beberapa saat)
Alex: "Apakah sebegitu menyenangkannya menatapku?" (dengan senyuman menyeringainya dan mengangkat sebelah alisnya yang kemudian membuyarkan lamunan Arisa)
Arisa: "Ah, tidak... aku tidak... baiklah, kau tunggu saja... aku... aku akan segera membuatkan makan malam untukmu..." (karena malu Arisa bergegas berdiri dari duduknya dipangkuan Alex dan langsung pergi untuk membuatkan Alex makan malam)
Ruang baca
__ADS_1
Tanpa memberitahu Alex, tiba-tiba Yuan Shao, adiknya Lee Zhong datang menemui Alex pada malam itu. Karena Yuan memiliki sesuatu penting yang harus ia laporkan.
Alex: "Ada apa kau mencari ku malam-malam seperti ini?" (bertanya sambil duduk disofa)
Yuan: "Alex... tadi siang aku mendapatkan keberadaan Brandon Depth."
Alex: "Benarkah?" (tetap santai)
Yuan: "Ya."
Alex: "Dimana kau melihatnya?"
Yuan: "Perusahaan Kane."
Mendengar pernyataan dari Yuan, tiba-tiba Alex berhenti meminum anggurnya dan menjadi lebih serius.
Alex: "Jelaskan semuanya!" (serius)
Setelah Yuan menyodorkan map itu, Alex hanya mengambilnya tetapi tidak membacanya. Karena tiba-tiba Arisa mengetuk pintunya untuk menyuruhnya makan malam.
Alex: "Baiklah, kau tetaplah awasi dia..." (dipotong dengan suara ketukan pintu)
Tokk... Tokk... Tokk...
Arisa mengetuk pintu ruang baca Alex.
Alex: "Siapa?"
Arisa: "Ini aku."
Alex: "Ada apa?"
Arisa: "Kau sebaiknya cepatlah turun, jika tidak makan malamnya akan dingin."
__ADS_1
Alex: "Baiklah, aku akan turun."
Setelah itu, Alex dan Yuan segera turun.
Arisa: "Alex... cepatlah kau..." (membalikkan badannya dari meja makan)
Arisa: "Yaa... mengapa kau tidak bilang kalau ada tamu... kau ikutlah makan malam disini!" (sambil mengisyaratkan kepada Yuan)
Yuan: "Ah, ini... kakak ipar aku..." (dipotong oleh ucapan kecemburuan Alex)
Alex: "Tidak perlu, dia akan segera pulang." (sambil menatap Yuan dengan tatapan dingin)
Yuan: "Ah, ya...! Aku... aku... aku segera pulang saja ini juga sudah larut..." (ketakutan dengan tatapan dingin dari Alex)
Arisa: "Ah... benarkah... sayang sekali... baiklah lain kali kau harus makan malam disini yaa!"
Alex: "Tidak ada lain kali!" (menjawab secara spontan)
Arisa: "Kau!"
Yuan: "Ah itu... Alex, kakak ipar... aku pulang dulu ya... haha..." (dengan wajah gugup dan takut)
Arisa: "Berhati-hatilah!" (sambil melambaikan tangan)
Alex: "Hmph!"
Arisa: "Sudahlah, cepat makan malamnya. Nanti masakannya akan segera dingin."
Alex: "Hmm..." (segera duduk)
Arisa sangat senang karena ini adalah yang kedua kalinya ia memasakkan makanan untuk Alex.
Setelah selesai makan, merekapun kembali ke kamar untuk tidur tanpa membicarakan apapun...
__ADS_1