
Takk... Takk... Takk...
Suara Alex berjalan dengan cepat menghampiri Arisa setelah pergi dari ruang bacanya.
Alex: "Ini?!!"
Alex: "Jadi yang kau maksud pernikahan kita didasari oleh kertas ini?! Bukankah ini seperti yang kau pikirkan?!" (sambil memegang map itu dihadapan Arisa)
Arisa: "Ya! Memang seperti itu! Aku sudah muak dengan semua perlakuan kasarmu dan sifat egoismu selama ini!!"
Alex: "Hmph!!" (marah)
Srakkk!! Srakkk!! Srakkk!!
Suara semua kertas yang didalam map itu disobek oleh Alex tepat didepan wajah Arisa.
Alex: "Hmph!!!" (sambil melempar potongan-potongan kecil kertas itu kesamping wajah Arisa)
Arisa: "!!!" (terkejut karena melihat Alex sendiri yang menyobek surat perjanjian pernikahan itu)
Alex: "Sekarang, bukankah kau sudah cukup puas?!" (sambil berjalan pergi keluar)
Arisa: "Ah! Al... Alex, aku..." (sambil menangis ingin menahan kepergian Alex namun langkah Alex tak terhenti karenanya)
Brakk!!!
Alex menutup pintu kamar itu dengan sangat keras.
Arisa: "Ah,ha..." (tersedu-sedu dan terduduk lemas diujung kasurnya)
Arisa: "Dia... dia benar-benar, benar-benar merobeknya dihadapanku... hiks..." (sambil menangis dan bicaranya terbata-bata)
Arisa: "..." (tiba-tiba berdiri dan berjalan kearah meja kecil disampingnya pintu)
Arisa: "Aaaah!!!" (beriringan dengan suara teriakannya disusul pula dengan suara sesuatu pecah)
Prangg!!!
Suara Arisa melempar vas bunga yang ada diatas meja itu.
Mendengar suara itu, akhirnya pengurus Feng langsung saja mendatangi Arisa kelantai atas.
Feng: "Nona?!!!" (dari bawah ia terkejut mendengar suara pecahan yang keras itu dari kamar Arisa)
__ADS_1
Takk... Takk... Takk...
Suara langkah kaki pengurus Feng dengan cepat menaiki tangga.
Tokk... Tokk... Tokk...
Setelah tiba dilantai atas, pengurus Feng langsung mengetok pintu kamar Arisa dengan keras.
Feng: "Nona?! Nona?! Apakah kau didalam?! Apakah semuanya baik-baik saja?! Nona?!!" (khawatir)
Feng: "Nona?!" (memanggil kembali setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari Arisa)
Ketika panggilan yang kedua kalinya, pengurus Feng masih saja tidak mendapatkan jawaban dari Arisa, rasa khawatir pengurus Feng terus meningkat hingga ia memutuskan untuk mendobrak pintu kamar itu.
Setelah ia berhasil mendobrak pintu itu, pengurus Feng sangat tercengang karena melihat Arisa dalam kondisi yang...
Feng: "Aku tidak bisa membiarkan nona kenapa-napa, aku harus mendobrak pintunya untuk memastikan bahwa nona sebenarnya baik-baik saja..."
Brakk!!!
Pengurus Feng mendobrak pintu kamar itu dengan keras sehingga pintu kamar itu berhasil terbuka.
Feng: "Nona!!!" (ia sangat terkejut ketika melihat Arisa pingsan dalam keadaan bersimbah darah dilengan kirinya)
Bukannya sengaja Arisa melakukan kan hal itu, tetapi ketika ia memecahkan vas bunga itu dengan cara membantingnya, pecahan vas itu mengenai hingga menyayat lengan Arisa hingga ia terluka cukup dalam.
Setelah itu, Pengurus Feng segera mengangkat dan menggendong Arisa untuk dibaringkan diatas kasur. Dan sementara itu pengurus Feng menelpon Lee Zhong.
Sementara itu, Club Lauress
'VIP PRIVATE ROOM'
Yuan: "Alex, sepertinya suasana hatimu sangat buruk sehingga mengundang dan bahkan mentraktir kami minum diruang pribadimu ini...?"
Lee: "Ya, kulihat wajahmu benar-benar kusut. Sebenarnya apa yang terjadi?"
Yuan: "Hmm dan ya apakah terjadi sesuatu diantara kau dan kakak ipar?"
Glekk... Glekk... Glekk...
Alex meneguk habis anggur yang ada didalam cangkirnya.
Takk!!
__ADS_1
Suara Alex menaruh gelasnya dengan keras.
Alex: "Apakah wanita memang bodoh seperti itu?"
Lee: "Apakah yang kau maksud..." (terpotong dengan getar dari ponselnya)
Drtt...Drtt...Drtt...
Ponsel Lee Zhong bergetar.
Lee: "Ah, sebentar." (mengambil ponselnya kemudian melihatnya)
Lee: "Pengurus Feng?!" (terkejut dan kemudian ia melihat satu sama lain antara Yuan dan Alex)
...TELEPON SUARA SEDANG BERLANGSUNG...
...PENGURUS FENG...
Lee: "Pengurus Feng, ada apa menelponku malam-malam seperti ini?"
Feng: "T-tuan muda, bisakah kau ke kediaman sekarang juga...?"
Lee: "Aku? Ke Paviliun? Untuk apa? Apakah kau sakit?"
Feng: "Bukan aku, tetapi nona. Sepertinya ia memerlukan transfusi darah segera...!"
Lee: "Arisa dia memerlukan transfusi darah segera?! Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?"
Feng: "Aku akan menjelaskan semuanya nanti ketika kau sudah disini, kumohon tolong cepatlah. Jika kau terlambat aku takut nyawa nona akan benar-benar tidak dapat diselamatkan..."
Feng: "Dan ya, apakah kau bersama tuan? Jika kau bersama tuan kumohon tolong bawalah dia pulang bersamamu. Cobalah untuk mengalah kali ini..."
Lee: "Ya, ya. Aku akan segera pergi bersamanya."
Setelah itu kemudian pengurus Feng menutup teleponnya.
Alex: "Ada apa sebenarnya?"
Lee: "Istrimu, dia... katanya terluka parah dan memerlukan transfusi darah segera..."
Alex: "Apa yang terjadi dengan Arisa?!" (terkejut)
Lee: "Aku tidak dapat memastikan itu, tapi pengurus Feng akan memberitahu kita ketika sampai disana. Dan ia juga meminta agar kau pergi bersamaku..."
__ADS_1
Alex: "Ayo pergi ke kediaman!!"
Setelah itu, mereka semua pergi berangkat menuju Paviliun Alex bersama-sama...