Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 40


__ADS_3

Pada pukul 6 malam Alex baru sampai dirumah karena ia memiliki sesuatu yang mendesak harus dilakukan.


Paviliun Alex


Feng: "Tuan, anda sudah pulang..." (menyambut Alex yang baru saja memasuki rumah)


Alex: "Hm." (menjawab dan terus berjalan)


Alex: "Dan ya, apakah Arisa ada dirumah?" (berhenti berjalan dan bertanya)


Feng: "Nona ada dikamarnya, tuan."


Alex: "Baiklah." (kembali berjalan dan menaiki tangga)


'Kamar tidur'


Brakk!


Suara Alex membuka pintu kamarnya dan membuat Arisa terbangun tiba-tiba dari rebahannya karena terkejut.


Arisa: "Kau... kau mengapa sudah pulang...?" (terkejut dan menjawab dengan gugup sambil menendang barang-barang belanjaan yang ia beli dimall pagi tadi)


Alex: "Ini memang waktunya untukku pulang dan apa yang sedang kau lakukan?" (bertanya setelah menutup pintunya)


Arisa: "Tidak... tidak ada aku, aku hanya berbaring saja..." (gugup)


Alex: "Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu..." (berjalan menghampiri Arisa)

__ADS_1


Arisa: "Ah, ahaha! Kau ini... tidak, aku tidak menyembunyikan apapun!" (tertawa dengan gugup dan berusaha menutupinya)


Shyuu... Tap...Tap...Tap...


Alex melempar jas nya keatas sofa dan mendekati Arisa.


Alex: "Benarkah kau tidak menyembunyikan apapun...? Lalu... siapakah yang menghabiskan uangku dalam sekali pemakaian sebesar $5000?" (sambil membisikkan ditelinga Arisa)


Arisa: "Ah! Itu..." (gugup)


Alex: "Hm?" (mendengarkan kata-kata yang akan Arisa ucapkan selanjutnya dan dengan senyuman yang menyinggung dibibirnya)


Arisa: "Itu karena aku terpaksa melakukannya!" (berteriak)


Alex: "Terpaksa?" (berpura-pura bertanya dan seolah tak tahu apapun)


Alex: "Ternyata wanitaku tidak ingin ditindas yaa... makanya melakukan hal itu..."


Alex: "Kau telah melakukan hal yang benar, sayang..." (kembali membisikkannya ditelinga Arisa)


Arisa: "Kau! Brengsek berhentilah berbisik di telingaku!!" (mendorong Alex karena malu dan itu membuat pipinya memerah)


Tiba-tiba saja Alex mendorong Arisa, dan tiba-tiba Alex mengambil kesempatan itu untuk...


Arisa: "Ah! Apa yang kau... lakukan..." (mukanya memerah dan bicaranya menjadi tak stabil karena Alex mencium lehernya)


Alex: "Sudah kubilang bukan, aku ingin menagih kompensasiku..."

__ADS_1


Arisa: "Ah... ha... kau... bisakah kau... pelan-pelan saja..."


Malam itu mereka habiskan dengan begitu indah dan itu sekaligus membuat mereka kembali berbaikan.


Dua hari kemudian, hari acara amal Perusahaan Kane pun tiba...


Pukul 15:00 sore, Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Alex: "Kau harus menemaniku acara amal Perusahaan Kane malam ini..." (duduk disofa dengan anggurnya)


Arisa: "Perusahaan Kane..." (dalam hati Arisa berucap)


Arisa: "Apa? Aku? Mengapa harus aku? Bukankah kau memiliki banyak wanita, mengapa aku harus repot-repot menemanimu keacara amal itu!" (berhenti dan menutup buku yang dibacanya)


Alex: "Kenapa kau tidak mau menemaniku? Apakah kau takut akan berjumpa dengan mantan kekasihmu disana?" (tersenyum mengejek dan meminum anggurnya lalu menaruhnya diatas meja)


Arisa: "Kau! Aku sama sekali tidak takut berjumpa dengannya! Tapi aku hanya..." (berjalan dan duduk di sofa samping Alex)


Alex: "Hanya saja apanya?" (bertanya)


Arisa: "Hanya saja aku tidak ingin bertemu dengan musuh-musuhmu, yang ku tahu hubunganmu dengan kak David tidak terlalu baik dan begitu juga dengan Bryan. Lalu, pasti wanita yang bernama Jessie itu juga akan datang dan kemudian orang yang tadi pagi berada diruangamu... dia tampaknya juga memiliki hubungan yang tidak terlalu baik denganmu. Terlebih lagi nanti para rubah keluarga Lawrence itu pasti juga akan datang... Heh! Ini semacam perkumpulan mafia yang berencana untuk membunuhku!" (tiba-tiba menjadi serius dan meminum anggur Alex dengan satu tegukan)


Alex: "Heh, pemikiran kucing kecil ini benar-benar tidak dapat diremehkan!" (berkata didalam hati)


Alex: "Apa yang katakan itu tidaklah salah."

__ADS_1


Arisa: "Ha?! Apa maksudmu?!" (terkejut dengan jawaban dari Alex yang seolah-olah apa yang dikatakannya memanglah yang sesungguhnya meskipun ia tidak mengetahui kebenarannya)


__ADS_2