
Lee Zhong yang ingin segera pergi dari rumah Alex tiba-tiba kembali menaiki tangga untuk meminta penjelasan kepada Alex tentang pernikahannya dengan Arisa yang secara diam-diam.
Lantai bawah
Lee: "Mengapa hal sepenting ini aku tidak mengetahuinya?!" (bertanya kepada pengurus Feng)
Feng: "Ini... sebaiknya tuan muda tanyakan langsung saja kepada tuan Alex..."
Lee: "Baiklah, baiklah..." (sambil berbalik lalu berjalan menaiki tangga)
Ketika sampai diatas, Lee Zhong langsung menuju ke ruang baca milik Alex.
Ruang baca
Kriettt...
Suara Lee Zhong membuka pintu ruang baca Alex. Tanpa dipersilakan Lee Zhong langsung memasuki ruang baca milik Alex.
Lee: "Mengapa kau tidak memberitahuku berita sepenting ini?! Apakah kau masih menganggapku sebagai temanmu?! Aihh..." (bertanya-tanya dengan cakap lalu duduk disofa)
Lee: "Ah, sepertinya ini adalah anggur mahal Britney 1999 milikmu kan...?" (sambil menuangkan anggur milik Alex kegelasnya)
Lee: "Emmm!! Anggur mahal memang berbeda!!" (menikmati)
Alex yang tengah berdiri menghadap jendela diruang bacanya dan memegang segelas anggur ditangannya hanya bisa diam melihat apa yang dilakukan oleh Lee Zhong, karena Alex juga sudah sangat mengenal Lee Zhong.
Lee: "Baiklah... sekarang katakan, mengapa kau merahasiakan pernikahanmu padaku?"
Alex: "Lalu harus bagaimana aku mengatakannya padamu, sedangkan kau saja sudah meminum anggur yang bukan milikmu." (dingin)
Lee: "Oh ayolah serigala kutub... kau jangan terlalu dingin kepadaku..." (merayu)
Setelah situasi menjadi canggung dan juga Alex sangat menekan suhu udara diruangan itu, tiba-tiba Alex membalikkan badannya lalu menjelaskannya kepada Lee Zhong. Hal itupun membuat Lee Zhong sangat terkejut.
Alex: "Aku memang berencana memberitahumu dan Yuan Shao mengenai ini, tetapi aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya."
Yuan Shao, dia adalah adik dari Lee Zhong. Dia juga adalah teman dekat Alex.
Lee: "Apa maksudmu?" (tiba-tiba pembicaraan menjadi serius)
Alex: "Kau tahu, Levana Yee sangat antusias dengan pertunanganku dengan Jessie Andrews, jadi aku terpaksa menikahinya untuk menghindari beberapa hal yang tidak diinginkan."
Lee: "Bukankah kau menikahinya akan membuatnya termasuk didalam bagian dari pertikaian kalian? Alex mengapa kau begitu egois, dia hanya seorang wanita yang tak bersalah mengapa kau mengikutsertakannya didalam rencanamu?" (bertanya serius)
Alex: "Aku tahu dia akan ikutserta dalam masalah ini, tetapi aku akan melindunginya. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh apalagi menyakiti wanitaku!" (bertekad sambil menghabiskan anggurnya)
__ADS_1
Lee: "Bagaimana jika kau yang menyakitinya?"
Sontak pertanyaan itu membuat Alex tertegun dan terkejut. Dia terdiam sejenak sambil memikirkannya.
Alex: "Itu tidak akan terjadi!"
Lee: "Aku tidak pernah melihatnya sangat antusias dengan seorang wanita seperti ini sebelumnya...! Aku tahu kau orang yang sangat bergengsi untuk mengakui cinta, tapi matamu berbicara bahwa kau mencintainya. Alex, jika kau benar-benar mencintainya, maka jagalah dia dengan baik." (dalam hatinya berbicara)
Lee: "Baiklah, aku akan segera pergi. Dan kau ingatlah untuk memberinya makan obat yang aku resepkan, itu akan mempercepat pemulihannya."
Alex: "Hm..." (sambil minum anggur)
Setelah itu, Lee Zhong pergi dari kediaman Alex.
Perusahaan Kane
'Ruangan CEO'
David: "Apa yang membawamu kemari?"
Brandon: "Aku ingin meminta bentuanmu..."
David: "Katakanlah..."
Pakk...
Menghempaskan beberapa lembar foto keatas meja David. Dan ternyata foto itu adalah foto...
David: "Ini... ini adalah foto Arisa?!"
Brandon: "Kau mengenalnya? Kalau begitu semakin mudah untuk melenyapkannya!"
David: "Dimana kau mengetahui bahwa Arisa adalah kelemahan Alex Levana?"
Brandon: "Apakah kau tidak tahu? Pacar adikmu melakukan beberapa tindakan kepadanya dan Alex selalu menyelamatkannya. Jika bukan dia kelemahan Alex, lalu mengapa Alex terus-menerus menyelamatkan wanita itu? Bukankah tidak sulit untuk seorang Alex Levana mendapatkan seorang wanita?" (sambil senyum menyeringai)
David: "Ternyata kelemahan Alex adalah... Arisa..." (dalam hatinya berucap)
David: "Meskipun Arisa adalah kelemahan Alex, tetap saja aku tidak bisa melakukannya..." (didalam hatinya iba)
David: "Kau menginginkan Alex, mengapa kau harus melenyapkan Arisa?!"
Brandon: "Tuan David Kane, bukankah jika kau menginginkan seekor singa kau harus mengorbankan begitu banyak daging?" (dengan senyuman kelicikan)
David memang membenci Alex, tetapi David juga tidak bisa melenyapkan Arisa. Karena ia sangat menyayangi Arisa...
__ADS_1
David: "Maafkan aku, tuan Brandon Depth. Tetapi kali ini aku tidak bisa membantumu..." (membalikkan badannya dari Brandon)
Brandon: "Kenapa? Apakah kau juga memiliki perasaan terhadap wanita itu?!"
Tidak ada jawaban apapun dari David akan pertanyaan yang dilontarkan oleh Brandon Depth. David hanya bisa diam karena apa yang dikatakan oleh Brandon Depth adalah kenyataan.
Brandon: "Hmph! Kau benar-benar mengecewakanku, David!"
Brandon merasa sangat kecewa dengan sikap David yang sama sekali tak bisa membantunya. Hingga pergipun David sama sekali tidak mengantar Brandon Depth.
Paviliun Alex
'Kamar tidur'
Arisa terbangun ketika hari sudah sangat sore, dan Arisa sangat terkejut karena ia melihat seorang Alex duduk disofa yang ada didepannya.
Arisa: "Hoamm!!!" (menguap)
Arisa: "Astaga! Jam berapa sekarang?!"
Alex: "Sekarang jam 5 sore."
Arisa: "Astaga, ibu! Hantu!!" (Arisa sangat terkejut dengan Alex yang tiba-tiba menjawab pertanyaannya)
Alex: "Apakah kau pernah melihat ada hantu setampan aku?" (sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Arisa)
Arisa: "Cih, kau sangat narsis!" (sambil memalingkan wajahnya)
Alex: "Bagaimana perasaanmu sekarang?"
Arisa: "Ya, itu jauh lebih baik."
Arisa: "Er... mengapa kau... begitu dekat..." (waspada)
Alex: "Aku... ingin melihatnya... apakah kau benar-benar sudah baik-baik saja...?" (mendekat)
Arisa: "A... apa yang ingin kau... lakukan... aku benar-benar sudah..." (belum selesai berbicara, pembicaraannya dipotong Alex menggunakan ciuman)
Karena tiba-tiba Arisa sangat terkejut, dan ia segera mendorong Alex.
Arisa: "Apa... apa yang kau lakukan?!" (bertanya dengan merah di pipinya)
Alex: "Bukankah sudah kukatakan... bahwa aku sedang memeriksamu..."
Arisa: "Kau...!"
__ADS_1