Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 70


__ADS_3

Alex: "Sebenarnya apa yang dia lakukan diruangan itu, hingga dia akhir-akhir ini sering mengunjunginya?!" (dengan perasaan kesal dan bergegas pergi keruang latihan Arisa)


Setelah sampai di ruang latihan Arisa, Alex segera membuka pintunya dengan terburu-buru.


Brakk!!!


Alex mendobrak pintu itu dengan keras.


BUKHH! BUKHH! BUKHH!


Suara pukulan Arisa terhadap samsak tinju yang ada dihadapannya, ia memukul dengan fokus dan tak memperdulikan keberadaan Alex. Dan bahkan ia memukul-mukulnya dengan tangan kosong, tanpa menggunakan pengaman apapun.


Alex yang melihat kejadian itu, langsung berlari dengan marah kearah Arisa.


BAKH!!


Alex menangkap samsak tinju yang dipukul-pukul oleh Arisa itu.


Arisa: "Ckk!! Apa yang kau lakukan?! Tidakkah kau merasa puas menggangguku, ha?!" (dengan perasaan kesal)


Arisa: "Turunkan samsak tinju itu!" (berusaha menjangkau samsak tinju yang dijunjung keatas oleh Alex)


Alex: "Tidak bisakah kau berhenti melakukan hal bodoh ini?"


Arisa: "Hal bodoh yang mana kau maksud? Apakah yang kau maksud adalah dirimu?" (membalas ucapan Alex dengan tajam)


Alex: "Kau..."


Setelah terdiam sejenak Alex kemudian tersadar dan melihat kearah tangan Arisa yang merah dan gemetar karena memukul samsak tinju tanpa pengaman apapun.


Glepp...

__ADS_1


Alex memegang tangan Arisa.


Alex: "Ini..." (melihat kedua tangan Arisa)


Alex: "Apakah kau memukulnya tanpa menggunakan pengaman apapun?!!" (marah)


Arisa: "Bukan urusanmu!" (sambil menghempaskan tangannya dari tangan Alex yang memeganginya)


Alex: "Bagaimana kau bisa sangat keras kepala seperti ini?! Kemari, aku akan mengobatimu!"


Arisa: "Aku tidak memerlukan bantuanmu!"


Alex: "Jangan memaksaku, Arisa! Cepat kemari, aku akan mengobatimu!!" (kembali memegang tangan Arisa)


Arisa: "Tchh!! Berhenti menyentuhku dengan tanganmu!" (menghempaskan tangannya)


Alex: "Baik, kali ini kau benar-benar memaksaku!" (dingin)


Arisa: "Ahh!! Kau, kau! Apa yang kau lakukan?!! Turunkan aku sekarang!! Ahh!! Alex, kau baj*ngan!! Baj*ngan cepat turunkan aku!! Ahhh!!" (berteriak dan mengoceh serta memberontak sepanjang jalan Alex menggendongnya)


Alex: "Kau bisa mengataiku semaumu, setidaknya kau harus sembuh dulu agar kau bisa memiliki tenaga untuk memukuliku."


Arisa: "Kau baj*ngan!"


Setelah banyak drama sepanjang jalan, Alex pun membawa Arisa ke kamar untuk mengobatinya.


Dan Alex menurunkannya dikursi dekat balkon kamarnya.


Alex: "Diamlah disini, jika kau berani beranjak satu langkah saja kau akan kuhukum malam ini. Heh." (dingin sambil menyeringai)


Arisa: "Baj*ngan!!" (langsung mengutuk Alex)

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya Alex datang dengan kotak P3K.


Tanpa basa-basi Alex segera mengoleskan antibiotik keluka Arisa.


Arisa: "Sshhh... Ahh... Tidak bisakah kau pelan-pelan saja?" (meringis)


Alex: "Tenanglah, kau bisa menahannya."


Arisa: "T-tapi ini... Ahh... Alex, kau..."


Alex: "Diamlah." (fokus)


Arisa: "Tidak, maksudku adalah apakah kau ingin membunuhku dengan rasa sakit? Mengapa kau begitu kasar? Jika kau tidak bisa mengobatinya lebih baik kau tidak usah mengobatinya! Bukannya sembuh tetapi luka ini hanya akan tambah sakit yang ada!" (mengecoh)


Plakk!!


Alex menjentik dahi Arisa.


Arisa: "Aww!! Kau..." (meringis kesakitan)


Alex: "Begitu banyak bicara, apakah kau seekor babi?"


Arisa: "Kau!!!" (kesal)


Alex: "Diamlah! Sebentar lagi akan selesai." (sedikit meninggikan suaranya)


Setelah mendengar pernyataan itu, Arisa tiba-tiba saja terdiam patuh.


Alex: "Heh! Gadis yang patuh!" (bergumam)


Arisa: "Ini... ada apa denganku... Aku bukanlah wanita yang mudah ia kendalikan mengapa hanya dengan beberapa kalimat dari mulutnya saja aku terdiam seperti anjing yang patuh pada majikannya?!" (berpikir heran)

__ADS_1


__ADS_2