Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 58


__ADS_3

Setelah keluar dari Club Lauress, mereka bertiga segera pergi menuju Paviliun.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di Paviliun Alex.


Brakk!!!


Alex mendorong pintu masuk kediamannya dengan keras.


Feng: "Ah, tuan, tuan muda Lee, tuan muda Yuan. Kalian sudah tiba...?" (menyambut)


Alex: "Hm." (dingin)


Lee: "Dimana Arisa?"


Feng: "Nona ada di kamarnya. Tuan muda, kumohon cepatlah selamatkan dia..." (memohon)


Lee: "Baiklah."


Mereka bertiga pun segera naik menuju lantai atas untuk melihat Arisa.


'Kamar tidur'


Feng: "Tuan muda, cepatlah periksa dia..."


Lee: "Baiklah." (sambil berjalan mendekati kearah samping Arisa)

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Lee Zhong selesai memeriksa Arisa. Dan ia memerlukan darah yang segolongan dengan Arisa untuk menyelamatkan nyawanya, itu karena Arisa terlalu banyak mengeluarkan darah dari lukanya.


Dan kemudian Lee Zhong menelepon ke rumah sakitnya untuk menanyakan apakah masih ada persediaan kantong darah yang segolongan dengan darah Arisa.


Lee: "Apakah kita masih memiliki persediaan kantong darah golongan AB?" (bertanya kepada perawat yang diteleponnya)


Perawat: "Maaf, tuan. Kita kehabisan kantong darah golongan AB, dan beberapa saat golongan darah itu sangat langka." (menjawab dari telepon)


Lee: "Baiklah. Terima kasih."


Perawat: "Ya, tuan."


Kemudian, Lee Zhong pun langsung menutup teleponnya dengan perawat itu. Dan menjelaskan situasi yang sesungguhnya kepada semua orang.


Lee: "A... aku tidak tahu dimana aku akan mendapatkan kantong darah golongan AB, karena rumah sakitku sedang langka dengan golongan darah itu. Sedangkan golongan darah Arisa adalah golongan darah AB."


Feng: "Tuan, bukankah golongan darahmu adalah AB? Bisakah kau mendonorkannya untuk nona?" (memohon)


Alex: "Aku? Mengapa harus aku? Lee Zhong carilah keseluruhan rumah sakit di negara C. Jika tidak ada maka kau bisa mencarinya keluar negeri!" (bersikukuh)


Lee: "Itu akan memakan waktu, sedangkan Arisa dia... dia tidak dapat menunggu..."


Feng: "Tuan, kumohon kali ini singkirkanlah ego mu itu... Nona sedang mengandung, anak yang ada didalam kandungannya itu tidak bersalah. Jika kau tidak berniat menyelamatkan nona, setidaknya kau pikirkan anak yang ada didalam kandungannya. Bagaimanapun dia juga adalah anakmu..." (memohon sambil menangkupkan kedua tangannya)


Alex: "Kau!!!" (marah)

__ADS_1


Feng: "Kumohon tuan, tak apa jika setelah ini kau akan memotong gajiku selama satu tahun atau memecatku, tetapi kumohon tolong selamatkan nona..." (masih memohon)


Setelah apa yang dikatakan oleh pengurus Feng, Alex pun berpikir untuk beberapa saat. Kemudian, Alex memberitahukan kepada semua orang akan keputusannya mengenai pendonoran itu.


Alex: "Lee Zhong, cepatlah lakukan!" (tetap dingin)


Lee: "Baik."


Feng: "T-tuan... terima kasih..." (dengan mata sedikit berkaca-kaca)


Alex: "Hmph!"


Setelah itu, mereka pun akhirnya melakukan pendonoran darah terhadap Alex untuk Arisa.


Setelah selesai mengambil darah Alex, Lee Zhong langsung saja mendonorkan darah itu kepada Arisa.


Alex: "Sudah selesai, bukan?" (sambil memegangi bekas jarum yang ditusukkan ke nadinya dengan kapas yang beralkohol)


Lee: "Ya."


Setelah beberapa saat, akhirnya Lee Zhong sudah selesai memberikan darah Alex kepada Arisa.


Alex: "Bukankah sudah selesai? Lalu mengapa ia tak kunjung bangun?" (tak sabaran)


Yuan: "Lihatlah pria es ini sangat tidak sabaran..." (dengan nada yang mengejek)

__ADS_1


Lee: "Ia memerlukan waktu untuk itu. Dan itu juga disebabkan karena ia sangat banyak kekurangan darah, sehingga pemulihannya memerlukan beberapa waktu..."


__ADS_2