
Setelah melontarkan perkataan itu kepada Alex, Alex pun kembali memikirkan dimana dia menyentuh seorang wanita.
Alex: "Aku? Menyentuh wanita? Oh, jadi kau sudah melihat semuanya...?" (mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum tipis)
Arisa: "Hmph!" (menyilangkan kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya dari Alex)
Alex: "Kucing kecil... dia adalah..." (dipotong)
Arisa: "Heh, kau pikir aku ingin mendengarkan penjelasan darimu?" (mendekat kedepan Alex dan menarik dasinya)
Arisa: "Hmph! Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari pria brengsek sepertimu!" (melepaskan dasinya dan mendorong Alex lalu ia berjalan ingin pergi keluar)
Alex: "Hmph! Wanita ini..." (berbicara didalam hati sambil tersenyum tipis)
Brakkk!!
Suara Alex memblok pintu yang akan dibuka oleh Arisa dari belakangnya.
Alex: "Apakah kau pikir kau bisa melarikan diri setelah membuatnya menjadi terangsang?" (membisikkan ketelinga Arisa dan tentu saja hal itu membuat telinga dan muka Arisa memerah)
Arisa: "Kau...!" (langsung membalikkan badannya)
Arisa: "Lelaki sepertimu benar-benar tidak tahu malu!" (berusaha menghindari tatapan mata Alex)
Alex: "Heh, tidak tahu malu ya..." (berkata lirih dan dengan senyuman jahilnya)
Tiba-tiba Alex mencium Arisa...
Arisa: "Kau... mmh..." (terkejut dan tidak sempat berkata apapun)
Arisa: "Dasar kau tidak tahu malu!" (mendorong Alex)
__ADS_1
Alex: "Karena kau sangat suka mengatakan bahwa aku tidak tahu malu, baiklah maka aku akan menunjukkan padamu apakah aku benar-benar tidak tahu malu..." (sambil menggendong Arisa)
Arisa: "Kau... brengsek...! Apa yang kau lakukan!? Cepat turunkan aku!!" (berontak sambil memukul-mukul Alex)
Alex: "Patuhlah, kucing kecil..." (berjalan membawanya ke ranjang)
Brukk...
Alex menghempaskan Arisa dengan begitu saja keatas ranjang.
Arisa: "Ah...! Kau...!" (mereka kesakitan karena dilempar begitu saja)
Arisa: "Kau... apa yang kau inginkan... jangan... jangan mendekat...!" (berusaha menghindari tubuh Alex yang berusaha mendekatinya)
Alex: "Aku ingin melanjutkannya..."
Tidak perlu berpikir lama, mereka melakukannya lagi lagi dan lagi. Itu adalah hal wajar bagi sepasang kekasih seperti mereka, meskipun itu hanya diatas kertas.
Arisa: "Brengsek... kau... ahh..." (berusaha berontak)
Alex: "Hmph, ternyata kau sangat liar..." (dengan senyuman penuh nafsunya)
Arisa: "Kau... brengsek...!!"
Malam itu mereka habiskan dengan begitu indah... Meskipun ada sedikit kekasaran dan paksaan yang diberlakukan oleh Alex, ingin berontakpun sangat tidak mungkin dengan kekuatan yang Alex miliki...
Pukul 06:45 pagi, Paviliun Alex
'Kamar tidur'
Arisa tiba-tiba terbangun dari tidurnya, ketika ia menyadari bahwa ada satu tangan yang berlebihan dan bukan miliknya. Dan setelah ia raba-raba ternyata Alex tidur dengan posisi memeluknya.
__ADS_1
Arisa: "Ini... sudah pagi..." (dengan posisi rebahan dan mencoba membuka matanya perlahan)
Arisa: "Tangan... ini..." (meraba-raba hingga membuat ia memutarkan badannya)
Arisa: "Ah! Dia... apakah semalam aku... dengannya..." (setelah memutarkan badannya dan mendapati Alex tertidur didepannya lalu ia berusaha mengingat kembali apa yang terjadi dengannya semalam)
Arisa: "... apa... apakah semalam... itu benar-benar terjadi..." (berkata lirih dan mencoba pergi dari ranjang, namun ketika ingin pergi Alex terbangun dan menahannya)
Setelah itu Arisa segara terduduk dan bersiap ingin pergi meninggalkan Alex diatas ranjang yang tengah tertidur pulas.
Glepp...
Tiba-tiba terbangun dan menarik tangan Arisa hingga membuat Arisa jatuh diatas tubuhnya.
Alex: "Apakah kau akan pergi meninggalkanku begitu saja setelah kemarin malam kau begitu ganas kepadaku...?" (dengan senyuman jahilnya)
Arisa: "Ah... kau... apa yang sebenarnya kau pikirkan...?" (malu dan membuat pipinya memerah)
Alex: "Aku menginginkan sebuah ciuman pagi..." (lagi-lagi dengan senyuman jahilnya)
Arisa: "Ah! Kau... cepatlah mandi, kau seharusnya bersiap-siap untuk pergi... pergi bekerjakna..." (segera bangun dari atas tubuh Alex)
Glepp...
Kembali menarik tangan Arisa dan kembali membuat Arisa terjatuh diatas tubuhnya.
Arisa: "Apa yang kau..." (dipotong dengan ciuman)
Arisa: "Mmhhh!"
Arisa: "Kau! Berhentilah bersikap seperti anak-anak..." (mendorong Alex dan segera pergi meninggalkan Alex sendiri karena malu)
__ADS_1
Alex: "Heh, dasar wanita..." (sambil tersenyum dan memiringkan badannya)