
Sesuai apa yang ia katakan, Arisa segera membuatkan makan malam untuk Alex. Mungkin karena mereka berdua saling memendam suatu rasa, maka dari itu Alex yang marah kepada Arisa telah memaafkannya hanya karena makan malam itu.
Pukul 15:40 sore, Paviliun Alex
'Ruang makan'
Arisa: "Kupikir sebentar lagi Alex akan pulang." (sambil menatap jam lalu tersenyum)
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Alex pun datang. Arisa mencoba menyambutnya dengan segenap hati dan berharap Alex bisa menerima maafnya dan rasa terima kasihnya.
Arisa: "Kau... kau sudah... pulang..." (dengan perasaan gugup Arisa menyapanya)
Mendengar pertanyaan itu sontak membuat langkah Alex yang ingin menaiki tangga tiba-tiba terhenti. Dan karena itu pula Alex memalingkan badannya untuk menjawab pertanyaan dari Arisa.
Alex: "Hm..." (menjawab dengan dingin dan kemudian ingin berjalan pergi menaiki tangga, Arisa pun segera mengehentikannya)
Arisa: "Em... Alex... aku... bisakah kau... makan malam bersama denganku? Ah, ya, aku sendiri yang memasaknya..." (dengan senyum penuh harap)
Alex: "Aku tidak berselera untuk makan, kau makan saja makananmu sendiri." (dengan nada yang dingin dan kemudian ia langsung melangkah menaiki tangga)
Sontak jawaban yang diberikan oleh Alex tersebut membuat hati Arisa seakan hancur berkeping-keping, ia merasa bahwa apapun caranya untuk meminta maaf dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Alex hanya akan sia-sia.
__ADS_1
Arisa yang sangat merasa tak dihargai dengan perasaan sedihnya, ia akhirnya duduk sendiri dimeja makan sambil tersungkur sedih.
Arisa: "Hiks..." (Arisa menangis tersedu-sedu)
'Kamar tidur'
Alex: "Hm... apakah aku perlu turun dan makan malam bersamanya?" (bertanya sambil mandi)
Setelah selesai mandi entah apa yang membuat Alex yang karakternya sangat dingin dan sombong itu, tergerak hatinya untuk menghadiri makan malam bersama Arisa dibawah.
Alex: "Hmph! Dasar wanita!" (dengan antara perasaan kesal dan perasaan bersalah)
Tidak lama setelah Alex selesai berpakaian, Alex pun segera turun untuk menemani Arisa makan malam. Tidak ia sangka bahwa ia akan melihat kejadian itu, dimana ia melihat Arisa yang sedang tersungkur dimeja makan dengan sedih.
'Ruang makan'
Arisa: "Ah! Aku..." (langsung terduduk tegap dan mengusap air mata yang ada dipipinya)
Alex: "Kupikir kau cukup tulus membuat semua ini, maka dari itu aku datang untuk menemanimu makan malam." (sambil menarik bangku lalu duduk dan mengatakan dengan nada yang santai namun menggunakan ekspresi yang dingin)
Arisa: "Sebenarnya aku... sebenarnya aku membuat ini semua... karena aku... aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang kukatakan padamu pagi tadi, dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih atas semuanya karena kau juga selalu menyelamatkanku ketika aku berada didalam keadaan yang rumit." (berterima kasih dengan perasaan yang agak canggung dan gugup)
__ADS_1
Alex: "Hm? Jadi apa rencanamu untuk berterima kasih kepadaku?" (sambil mengambil lauk makanan)
Arisa: "Hm... itu... dengan semua ini..." (dengan perasaan yang kebingungan Arisa menjawabnya)
Alex: "Kupikir ini adalah ucapan permintaan maafmu." (sambil menyuap makanan)
Arisa: "Ah, ya, itu... ini... untuk permintaan maafku...!" (dengan tergesa-gesa menjawab)
Alex: "Hmph, tidak kusangka ternyata masakan kucing kecil ini lumayan enak." (dalam hati Alex memuji lalu tersenyum
Alex: "Lalu?" (mengunyah makanan)
Arisa: "Lalu...?" (bertanya lirih)
Arisa: "Ah, ya! Tentu saja sebagai rasa terima kasihku padamu, aku akan melakukan apapun yang kau minta." (dengan perasaan yang agak terdesak menjawabnya)
Alex: "Hm? Benarkah? Apapun yang aku minta?" (dengan senyum nakal)
Arisa: "Ya, tentu saja!" (dengan tersenyum sambil mengambil lauk makanan)
Alex: "Baiklah, kucing kecil. Kuterima permintaan maafmu dan rasa terima kasihmu!" (dengan senyuman yang nakal lalu melanjutkan makanannya)
__ADS_1
Arisa berkata tanpa berpikir dahulu. Tanpa ia sadar ia akan memenuhi apapun yang Alex inginkan, termasuk melakukan sesuatu yang dilakukan oleh suami istri.