
Ceng,ceng,ceng......
Terdengar suara bel berbunyi tanda istirahat untuk Siswa/siswi SMAN 1 Bukit Batu. Seorang gadis manis berambut panjang sepinggang dan tidak terlalu tinggi, tampak kebingungan mencari buku-buku pelajaran yang ada di perpustakaan sekolahnya. Melihat gadis berwajah manis keayuan itu kebingungan, seorang gadis berkacamata datang menghampirinya.
"hay..." tegur seseorang dari belakang. Spontan membuat gadis manis itu kaget.
"eh....hay juga" jawab nya.
"cari apaan sih?"
"oh ini aku lagi cari buku Matimatika kelas 1. Kenapa gak ada ya di sini?" jawab gadis manis itu menggigit jarinya yang lentik.
"ya jelaslah gak ada buku Matematika yang kamu cari. Inikan buki Matematika kusus untuk kelas 2. Buku kelas 1 kan di sana" kata gadis berkacamata tadi seraya menunjuk ke arah rak buku yang tersusun rapi bertuliskan ***Matematika** kelas 1*.
"hehehehe....iya ya, pantesan gak ada di sini. Aku gak baca itu tadi. Makasih ya udah bantuin aku." kata gadis manis itu salah tingkah sembari tersenyum.
"iya...sama-sama. eh kamu kan yang duduk di depan aku"
"iya....kita belum sempat kenalan ya tadi di kelas".
"kenalin aku Nita sari." kata gadis berkacamata itu seraya mengulurkan tangan.
"aku Azkia Putri." balasnya. Merekapun berjabat tangan.
"ya udah, ayo kita sama-sama ke rak buku yang disana. Kebetulan aku mencari buku yang sama dengan kamu." ajak Nita seraya menunjuk rak buku yang mereka maksud.
__ADS_1
"ayo" balas Azkia
Merekapun meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat yang mereka inginkan. Setelah selesai mencari buku-buku pelajaran yang mereka inginkan, merekapun menuju ke tempat petugas perpustakaan untuk mendatai buku-buku apa saja yang mereka pinjam.
"mau pinjam berapa lama?" tanya petugas perpustakaan kepada Azkia dan Nita yang berdiri di depanya.
"apa bisa pinjam setahun buk? tanya Nita.
"oh bisa, tapi bukunya tolong dirawat dengan baik dan disampul dengan rapi. Terus sebelum pembagian rapor, kalian harus kembalikan buku yang kalian pinjam. kalau tidak, rapor kalian akan di tahan." jelas petugas perpustakaan itu.
"iya buk...kami akan menjaganya dengan baik kok." jawab Azkia seraya tersenyum.
"Nita, tadi ibumu panggil." kata salah satu petugas perpustakaan yang baru masuk.
"iya....makasih ya" balas Nita.
"iya ibu ku ngajar ekonomi di sini...ibu Yanti" jelas Nita.
"owh...pantesan kamu kenal banget sama guru-guru disini. dan guru disini pun kenal sama kamu."
Nita hanya tersenyum mendengar perkataan Azkia kepadanya dan beralih ke petugas perpustakaan yang dari tadi sibuk mendata buku-buku apa saja yang mereka pinjam.
"udah ini Nita punya kamu. kamu sebetar ya.." kata petugas perpustakaan kepada Nita dan Azkia.
"iya maksih buk" jawab Nita.
__ADS_1
"ya udah, aku duluan ya Kia, ibu aku panggil soal nya. kamu gak apa-apakan aku tinggal sendiri?"
"ya ampun Nita...kamu fikir aku anak kecil apa? takut ditinggal sendiri. ya gak apa-apa lah. ya udah pergi sana. kan kasihan ibu kamu nungguin lama tu."kata Azkia tersenyum.
Nita hanya membalas dengan anggukan dan beranjak dari perpustakaan disekolah yang terkenal di desa bertuah Sejangat.
"ini buku kamu" kata petugas perpustakaan menyerahkan beberapa buku pelajaran kepada Azkia.
"oh iya...maksih buk" jawab Azkia sambil menggendong buku-buku yang ia pinjam dari perpustakaan itu.
Baru saja berbalik, Tanpa sengaja, seorang pemuda tampan menabraknya. Spontan semua buku yang di gendong Azkia berhamburan dilantai.
"eh sorry...sorry.." kata pemuda tampan tadi yang tak lain adalah Radit Purnama, anak dari salah seorang komite sekolah terkenal itu. Melihat buku Azkia berserakan, spontan mereka berdua cepat-cepat menyusun rapi buku yang berserakan tadi. Setelah selesai, Radit pun memberikan buku yang diambilnya dari lantai kepada Azkia.
"ini" kata nya.
Azkia hanya membalas dengan senyuman yang begitu manis membuat pemuda tampan itu terpana akan keayuan wajah Azkia miliki.
"maaf aku udah nabrak kamu tadi. aku gak lihat jalan. jadi berserakan deh buku-buku nya."
"gak apa-apa. maksih ya udah bantuin tadi." kata siska sambil tersenyum membuat cowok macho itu tambah terpesona. Angin sepoi-sepoi meniup rambutnya yang terurai menambah keayuam wajahnya. getaran-getaran halus mulai muncul di hati Radit. Getaran yang belum pernah ia rasakan selama ini saat bertemu dengan gadis-gadis cantik manapun. Getaran yang membuatnya salah tingkah saat berhadapan dengan gadis yang mempunyai rambut sepinggang itu.
"hallo...kok bengong" kata Azkia melambai-lambai tangannya yang halus dihadapan wajah Radit.
"eh...iya..iya.." jawab Radit sadar dari lamunan sambari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal salah tingkah.
__ADS_1
" aku duluan ya" Radit tidak menjawab. Ia hanya mengangguk membenarkan akan perkataan Azkia.
"manis...siapa dia...kenapa jantung ini bereaksi saat melihat dia? Biasanya aku gak pernah seperti ini saat aku dekat dengan puluhan cewek. Berbeda dengan dia. Siapa dia?" kata Radit yang dari tadi melihat rambut terurai gadis yang barusan berlalu di hadapanya. Radit mengigit bibirnya tanda penasaran yang teramat dalam dari hatinya.