
Radit melihat gadis keayuan itu dari jauh, ia masih tidak percaya bahwa gadis itu telah menjadi pacarnya. Apa aku sedang bermimpi? tanya nya. Padahal beberapa minggu yang lalu ia mati-matian mengejar cinta gadis itu sampai ia berkorban nyawa untuk menyelamatkan gadis idamannya itu. Untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan untuk hidup sehingga ia bisa menikmati hidup bersama dengan gadis berambut sepinggang itu. Radit menggeleng-geleng kepala nya sambari tersenyum mengigat kejadian naas menimpa dirinya.
"lagi ngapain sayang?" sapa Radit menghampiri Azkia yang sedang duduk di koridor sekolah.
"lagi baca buku" jawab gadis itu singkat.
"rajin banget sih sayang aku satu ini"
"satu ini?" tanya Azkia.
"emang ada sayang yang lain lagi." tambahnya lagi kesel.
"hmmm....ada" jawan Radit spontan.
"siapa?"
"mama sama papa aku sayang?"
"ih...kamu ya, kirain siapa tadi", kata Azkia manja. Membuat Radit gemes dan mencubit pipi mulus gadis berambut sepinggang itu.
__ADS_1
"aduh...aduh...aduh" kata Radit merintih kesakitan sambari memegang dadanya.
"kenapa...kenapa?" tanya Azkia panik.
"sakit lagi ya? yang mana sakit?" tanya nya lagi panik. Matanya menelusuri semua tubuh pemuda berambut undercut itu.
"dadanya? dadanya yang sakit?" kata gadis itu lagi saat melihat Radit memegang dadanya.
"iya, coba kamu rasain" kata Radit sambari menempelkan tangan halus gadis itu di dadanya.
"ngerasainkan?" tambahnya lahi
"ngerasain apa?" tanya Azkia tak mengerti.
"kamu ya...aku kira kamu beneran sakit lagi" kata Azkia kesel memanjangkan mulut nya seperti anak kecil yang ngambek saat tidak di beri permen.
"jangan ngambek ya sayang....kamu kalau ngabek seperti ini makin manis deh. Aku jadi makin gemes sama kamu" kara Radit mencubit pipi tembem gadis itu dengan gemesnya.
"ih...sakit tau" kata Azkia meronta kesakitan.
__ADS_1
" eh maaf....maaf sayang, gini aja deh aku beliin kamu ice cream supaya kamu gak ngambek lagi" kata Radit menyogok.
"ice cream? yey...mau" kwta Azkia kegirangan seperti anak kecil saja.
"masih ngambek?"
"enggak. tapi bener ya kamu beliin aku ice cream"
" iya...nantik aku beliin betapa pun yang kamu mau. Aku beli semua untuk kamu. Apa sih yang gak untuk gadisku yang satu ini?" kata Radit menggoda lagi membuat hati Azkia berbunga-bunga.
"hahaha....emang ya kalau sedang jatuh cinta, dunia terasa milik berdua" tambah pemuda itu lagi.
"yang lain?" tanya Azkia spontan
"ngontrak" jawab pemuda itu lagi di lanjutkan dengan gelak tawa mereka berdua.
"oh iya, hari ini papa pulang dari luar kota" kata Radit baru ingat.
"mama mau ngajakin kamu makan malam di rumah. sekalian mau kenalin kamu ke papa dan merayain kesembuhan aku sayang. Kamu mau kan?" tanya Radit berharap jika permintaan nya tidak di tolak oleh gadis idamannya itu. Azkia tampak berpikir,"apa papa Radit akan menyukaiku seperti mamanya? Apa papa Radit tau akan kejadian yang menimpa Radit karena dirinya? Jika tahu, apa papanya tidak marah seperti mamanya Radit? tau bahkan dia akan marah karena anak satu-satunya mempertaruhkan nyawa hanya untuk gadis seperti dia?" satu persatu pertanyaan mulai muncul di benak gadis itu.
__ADS_1
"hey malah bengong, gimana? mau kan?" tanya pemuda itu lagi. Azkia menganggukkan kepala dengan ragu.
"oke kalau gitu, aku jemput kamu ba'da isya ya" kata Radit. Lagi-lagi gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.