Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Bingung


__ADS_3

"ini air minum untuk kamu" kata Azkia menyerahkan sebotol minuman kepada cowok ganteng itu saat berada di koridor sekolah.


"terima kasih ya" balas Radit dengan senyuman yang khas. lama mereka saling terdiam. keheningan mulai terasa, sesekali tersedengar suara siswa-siswi yang sedang berada di lapangan basket.


"kenapa kamu lakukan ini kepada ku Radit?" tanya Azkia memecahkan keheningan.


"bukannya aku sudah pernah bilang, aku akan melakukan apa pun untuk kamu"


"tapi, aku gak enak sama kamu Radit. karena ku kamu di hukum seperti ini. Maafkan aku" kata Azkia bersalah.


"ini bukan salah kamu Azkia, ini murni kemauan ku sendiri. Aku tidak mau gadis ku di hukum. Aku tidak ingin kamu merasakan kepanasan sepeti yang aku rasakan tadi. Biar aku saja kia" kata Radit mantap sambari menatap mata gadis impiannya itu. Lama mereka saling menatap, tatapan penuh dengan cinta, tatapan penuh dengan kasih sayang itu mulai terlihat di antara keduanya. Getaran-getaran halus mulai di rasakan saat mereka saling menatap terdiam seperti itu. Dengan berani Radit mengenggam tangan putih milik Azkia lagi.

__ADS_1


"Kia, aku tulus mencintai kamu. Aku sayang sama kamu, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Aku ingin kamu baik-baik saja. Aku rela melakukan apa pun itu demi kamu. Termasuk menyerakan nyawaku pun aku sanggup" kata Radit lagi dengan mantapnya. Mendengar perkataan Radit menbuat hati Azkia meleleh seperti lilin yang cair di bakar oleh api. Tak terasa beberapa butir air bening membasahi pipinya yang halus itu.


"Kia, kenapa kamu nangis? apa aku salah ngomong? maaf kan aku Kia" kata Radit penuh penyesalan.


"gak kok kamu gak salah, aku terharu saja mendengar perkaan kamu tadi" jawab Azkia. Radit memberani kan diri nya untuk menghapus air mata yang membasahi pipi halus gadis manis yang ada di hadapannya.


"Azkia, jangan menanging! aku gak mau melihat kamu nangis. Air mata mu ituz bagaikan pemata yang tidaj ternilai harganya. Sungguh mahal jika kamu mengeluarkan begitu saja. Aku janji, aku tidak akan membiarkan air mata gadisku keluar lagi." kata Radit penuh percaya diri.


"aku pun mencintai mu Radit. Maafkan aku belum bisa menerima mu menjadi kekasih ku. Aku masih ragu akan hal itu. Aku takut kamu memeperlakukan aku seperti mereka-mereka yang kamu tinggalkan. Setelah bosan, kamu tinggalkan begitu saja. Tapi dengan perlakuan mu seperti ini kepadaku membuat hati ini luluh, lembut, tak berdaya. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Azkia dalam hati kebingungan akan perasaan yang ia miliki terhadap Radit.


"eh, kok kamu bengong? aku salah ngomong ya tadi" tanya Radit lagi.

__ADS_1


"eh iya aku pun begitu" kata Azkia sembarangan tidak sesuai dengan apa yang di tanyakan Radit.


"gitu? gitu gimana?" tanya Radit penasaran.


"gitu mencintaiku maksud nya" tambahnya lagi dengan wajah yang berseri-seri ada harapan cintanya di terima oleh gadis di hadapanya.


"emmm....emm..." jawab Azkia berpikir mencari alasan agar perasaannya tidak di ketahui oleh Radit.


"disini kamu Kia, di cariin dari tadi. Ayo kita ke kantin aku udah lapar Kia" sapa Nita.


"ayo" jawab Azkia beranjak dari tempat itu meninggalkan Radit yang masih penasaran akan ucapan Azkia barusan.

__ADS_1


"untung kamu datang Nita" kata Azkia dalam hati.


__ADS_2