
Radit merebahkan tubuhnya diatas kursi ruang tamu melihat langit-langit rumahnya. Azkia gadis manis berambut sepinggang sungguh mempesona fikirnya. Senyuman gadis itu dan suaranya yang indah masih terniar ditelingan pemuda itu.
"lo...kok malah melamun disini? bukannya ganti baju dan makan siang, malah baring disini." tegur wanita paruh baya yang tak lain adalah Vina mamanya Radit membuat lamunan pemuda tampan itu buyar.
"eh mama." Radit bangkit dari rebahannya dan duduk di kursi. Vina mendekati anak semata wayangnya dan duduk di samping pemuda yang jadi dambaan setiap gadis itu.
"ma, radit boleh tanya sesuatu gak ke mama?" tanya Radit.
"mau tanya apa sih?"
"ma, kalau kita ketemu dengan lawan jenis kita, tiba-tiba jantung kita bedekak kencang. Terus membuat kita salah tingkah, apa itu di namakan kita sedang jatuh cinta?" tanya Radit penasaran. Mendengar pertanyaan Radit membuat Vina tersenyum.
"kamu sedang jatuh cinta?" tanya wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"sepertinya sih gitu ma?" jawab Radit cengigisan
"ya itu sih memang dikatakan kita sedang jatuh cinta. Siapa sih gadis yang berhasil menaklukan hati anak mama ini?" tanya Vina mencubit manja pipi anak semata wayang nya itu.
"namanya Azkia ma, orangnya cantik, manis, pinter lagi ma. Tadi saja waktu dikelas guru hanya menerangkan satu kali, dia langsung ngertu ma. Dan mengerjakan soal yang adabdi papan tulis dengan benar ma." jelas Radit. Vina hanya mengangguk-angguk dengan apa yang dikatakan anak kesayangan nya itu.
"jika benar-benar kamu sedang jatuh cinta sama dia, kamu harus merubah sifat kamu. Jangan mainin hati gadis-gadis lagi." pinta Vina.
Vina hanya tersenyum melihat anak semata wayangnya bersemangat seperti itu.
"ya sayang, sekarang kamu makan gih sana." perintah Vina.
"oke ratuku yang paling cantik sedunia. Pangeran tampan mu makan dulu ya" goda Radit sambari mencium pipi mamanya dan langsung menuju meja makan.
__ADS_1
sesampainya di meja makan Radit dengan semangat mengambil sepiring nasi dan lauk pauk yang ada di sana.
"waw sungguh mengiurkan masakan mama hari ini, ayam goreng bumbu nya begitu harum. Sambal ikan nya begitu lezat, sayur lodeh nya pun mantap rasanya"
"bukan nya kemaren-kemaren mama juga masak hal yang sama, kenapa baru sekarang kamu memuji masakan mama?" goda Vina sambil mencolek pipi Radit. Radit terkejut, dia tidak melihat bahwa mamanya sedari tadi memperhatikan tingkah laku pemuda yang sedang jatuh cinta itu dari belakang.
"apa karena anak mama ini sedang jatuh cinta ya, makanya semua yang di lihat dan di rasakan pada bagus semua. Bak kata pepatah jika hati dah terpikat, taik kucing pun di kira coklat." ledek Vina membuat Radit menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal sambari tersenyum kecut salah tingkah.
"ma, ayo kita makan sama-sama." ajak Radit mencairkan kecanggungan nya. Vina tidak menjawab ajakan anak nya dia langsung duduk dan menyendok nasi kedalam piring besar miliknya sambari tersenyum mengeleng-gelengkan kepala meilhat peringai anak kesayangan nya.
"itu, kamu yakin mau abisin makanan sebanyak itu?" tanya Vina ragu.
"iya ma, karena besok awal PDKT Radit sama Azkia, jadi Radit harus makan yang banyak supaya semangat untuk mendekati gadis impian Radit". kata Radit sambari menggangkat sebelah kanan alisnya.
__ADS_1