
"udah bangun sayang, mana yang sakit sayang" tanya Weni mamanya Reva saat masuk ke ruangan IGD di ikuti oleh Rafi papanya Reva, Azkia dan Rika tempat dimana Reva terbaring. Pelahan Radit mundur menyetarakan posisi di samping gadis pujaan hatinya.
"gak ada yang sakit kok ma, aku baik-baik aja" kata Reva masih dalam keadaan lemas.
"sayang, kamu pasti banyak pikiran. Bukan kah kamu sudah mengetahui kondisi kamu bagaimana selama ini, jangan terlalu banyak pikiran sayang. Drop kan kamunya" jelas Rafi papanya Reva.
"iya pa...maafkan aku ya pa, aku udah membuat mama dan papa kawatir sama aku" kata Reva.
"gak apa-apa sayang. Yang penting sekarang kamu baik-baik saja" kata Weni mengecup kening putri semata wayangnya penuh dengan sayang.
"Kia, sakit sekali hati ini Kia, rasanya aku tidak sanggup melakukan ini Kia, sungguh aneh rasanya Kia" bisik Radit ke Azkia. Rika menyaksikan tingkah laku kedua muda mudi itu dengan rasa iba.
__ADS_1
"kamu pasti bisa kok Radit. Pasti bisa kamu nya! aku yakin itu. Bantu aku untuk kali ini aja" pita Azkia lagi dengan berbisik.
"tapi Azkia"
"sayang aku mohon, tepati janji mu untuk melakukan apapun yang aku mau sayang" kata Azkia lagi dengan mata yang berkaca-kaca. Melihat itu Radit tidak melanjutkan perkataannya ia hanya mengangguk sebagai tamda setuju akan permintaan Azkia gadis pujaannya.
"ma, pa, kenalin ini Radit" kata Reva memperkenalkan Radit dengan kedua orang tua nya. Radit menyalami kedua orang tua Reva dengan hormat. Setelah itu Reva mengulur tangannya sebagai tanda tangan nya ingin di pegang oleh Radit. Radit masih janggung dengan hal itu, cukup lama ia menatap tangan Reva lalu beralih ke Azkia, ia takut jika ia memegang tangan gadis lain, gadis pujaannya akan merasakan sakit hati. Tentu saja ia tidak mau melakukan itu. Azkia mengangguk mengizinkan Radit untuk memegang tangan Reva. Dengan langkah yang ragu Radit kembali mendekati Reva dan memegang tangannya.
"Radit pacar ku ma, pa" kata Reva lagi.
"iya, dia ini cowok yang selama ini selalu menghantui pikiran ku, sekarang, aku gak akan sakit lagi ma, pa, kehidupan ku sudah sempurna. Aku begitu bahagia saat ini karena dia telah menjadi pacarku. Ma, pa, tolong restui kami ya" pinta Reva.
__ADS_1
"sayang, apa pun yang membuat kamu bahagia, tentu saja mama dan papa merestui nya" kata Weni.
"iya sayang benar apa kata mamamu" tambah Rafi lagi.
"Radit, tolong jaga anak om baik-baik ya. Bahagiakan dia selalu. Om berharap banyak dengan mu, mudah-mudahan dengan kehadiran kamu, kondisi Reva akan semakin membaik" pinta Rafi kepada Radit.
"iya om" kata Radit sedikit ragu dengan ucapannya sendiri.
ini adalah visual Weni mamanya Reva usia 49 tahun. Pekerjaan ibu rumah tangga.
__ADS_1
dan ini adalah visula Rafi papanya Reva usia 52 tahun. Pekerjaan sebagai pengusaha kain tenun yang cukup terkenal dan laris manis di pasaran kota terubuk dan juga sungai pakning. Bahkan, banyak kain tenun nya di jual sampai ke luar pulau seperti di jawa, kalimantan, dan sulawesi, dan sekarang, kain tenun yang ia kelolah khas dengan melayu, sehingga banyak di minati oleh banyak orang. Bahkan, negara jiran seperti Malaysia pun tertarik akan tenun tersebut, dimana negara tersebut memang mayoritas melayunya.