Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Jangan kata kan itu


__ADS_3

"biarkan Radit menentukan mehidupan nya pa, kan yang menjalani itu semua dia, bukan mama ataupun papa. Lagian, Azkia itu gadis yang baik kok pa" tambah wanita patuh baya yang berambut ikal itu.


"tapi ma"


"tapi apa?" potong vina.


"tapi dia gadis miskin, iya? pa, Azkia itu anak yang baik pa, selama ini dia yang telah membuat Radit berubah. Mama tau itu, mama lihat sendiri perubahan Radit selama ini pa. Udah lah terserah papa saja. Pokok nya Azkia akan tetap sama Radit titik gak pakai koma" tegas Vina beranjak dari meja makan itu.


"lo ma, mau kemana? gak makan?" tanya johan meliahat istrinya berlalu.

__ADS_1


"papa makan aja sendiri. Mama sudah gaj nafsu mau makan" kata Vina langsung masuk ke dalam kamar. Johan hanya terdiam melihat istrinya masuk ke dalam kamar.


"apakah aku salah? apa bensr Azkia yang telah membuat Radit berubah? jika benar, aku merasa bersalah kepadanya. Tapi, dia hanya gadis biasa-biasa saja tidak ada istimewanya. Apa yang membuat anak semata wayang nya begitu mencintai nya" fikir johan.


Radit memberanikan diri mendekati gadis berambut sepinggang itu saat sedang duduk di kursi taman tak jauh dari rumah nya. Ada rasa bersalah, sedih, marah semua bergejolak dalam hati pemuda itu. Sungguh ia merasa bersalah atas kejadian tadi, dimana papa nya tidak bisa menghargai cinta nya kepada Azkia. Sedih karena ia melihat gadis yang di cintai nya tersakiti seperti tadi meski pun tidak dengan lahir, namun bathin nya pasti sangat tersakiti. Marah, papa nya hanya melihat cinta di ukur dari materi bukan dari hati atau pun sifat seseorang.


"Radit" jawab Azkia berusaha mengukir senyuman di bibir indah miliknya.


"maafkan aq Kia, karena ku kamu seperti ini. Aku tidak menyangka, papa ku berkata sangat menyakitkan mu. Maafkan semua sikap papa ku tadi ke kamu ya" kata pemuda itu penuh dengan penyesalan.

__ADS_1


"gak apa-apa Radit. Lagian, apa yang di katakan papa mu itu memang benar. Aku terlalu bermimpi untuk menjadi Cinderella. Padahal aku tau Cinderella itu tidak mungkin ada di kehidupan nyata" kata Azkia menggigit bibirnya menahan tangisan dan air matanya agar tak keluar.


"Azkia, jangan berkata seperti itu. Jika cinderella itu tidak adak di kehidupan nyata, aku akan membuat itu ada! Kamu cinderella ku, aku akan membuat kamu menjadi cinderella ku selamanya, apa pun yang terjadi" tegas Radit.


"tatap mata ku Kia, coba kamu lihat, betapa aku mencintaimu. Tiada gadis lain yang aku cintai selain kamu, aku rela melakukan apa pun untuk kamu. Bukan kah aku pernah membuktikan nyawaku jadi taruhannya demi kamu" tambahnya lagi penuh iba, menatap sayu kedua mata gadis itu untuk meyakinkan akan cinta nya.


"tapi Radir, papa mu tidak menyukai ku, aku tidak mau kamu menjadi anak pembangkang. lebih baik kita akh..." cepat-cepat Radit menutup mulut indah gadis idamannya itu dengan jari telunjuknya.


"cukup Kia, jangan berkata seperti itu. Aku sungguh tulus mencintai kamu. Asal kamu tau Kia, jika cinta itu banyak rintangan atau halangan, maka cinta itu akan terasa indah seperti buah durian yang harum baunya dan manis rasanya. Tapi jika cinta itu tidak ada rintangan atau halangan, makan cinta itu akan terasa seperti buah al pokat yang hambar rasanya tanpa di beri susu" kata Radit

__ADS_1


__ADS_2