
"mulai lagi gombal nya" kata Azkia.
"gak gombal kok Kia, itu beneran. Jangankan sebatang coklat. Pabrik coklatnya juga sanggup aku beli untuk kamu. Apasih yang gak untuk Mpau aku satu ini" kata pemuda yang bertubuh macho itu.
"emang ada kamu punya banyak uang untuk belikan aku pabrik coklat?" tanya Azkia meledek.
"punya"
"mana? coba buktikan. Tapi aku gak mau ya uang dari papa kamu. Aku maunya uang hasil jerih payah kamu sendiri" pinta Azkia.
"kalau gitu, tunggu aku berhasil dulu lah sayang. Dapat cari uang, terus aku ngelamar kamu deh"
"kok ngelamar aku. Katanya mau beliin aku pabrik coklat"
"kamu itu, lebih penting dari apa pun, jadi aku miliki kamu dulu lah sebelum di miliki orang. Kalau pabrik coklat mah bisa nanti-nanti. Kalau kamu gak bisa di tunda" kata Radit tertawa menggoda.
"iye....itu kan memang maunya kamu" kata Azkia mencubit manja pipi pemuda tampan itu.
"sayang" kata Radit serius memegang kedua tangan Azkia dengan kasih sayang.
"hmm" jawab Azkia.
__ADS_1
"aku sangat mencintai kamu. Ingat janji kita ya sayang, kamu tidak akan melepaskan tangan ku sebelum aku melepaskan tangan mu, begitu juga sebaliknya. Kita saling menggengga, saling menjaga satu sama yang lainnya"
"iya sayanga aku janji. Aku juga sayang dan cinta sama kamu" kata Azkia penuh cinta
"Ingat juga kamu, masih ada aku di sini, jangan berkeliaran mencari cowok yang lain. Lagi pula kamu tu beruntung mendapatkan cowok seperti aku" kata Radit mulai kumat PD nya.
"kenapa?" kata Azkia mengkerutkan keningnya.
"aku udah tampan, baik, perhatian, romantis, penyayang gak ada cowok di kampus ini seperti aku" kata Radit menaikan sebelah alis nya.
"iya, aku beruntung punya kamu. Terima kasih ya Tarzan ku sayang" kata Azkia.
"gak usah sayang. aku udah janji sama Nita untuk pergi ke perpustakaan"
"aku temani ya"
"gak usah sayang, kan udah ada Nita, kasihan Nita nya nanti jadi obat nyamuk lagi"
"tapi nanti kamu di godain sama cowok-cowok gimana?"
"aku akan tutup mata kok. Aku gak akan denger mereka kok sayang. Hati, dan mata aku cuma untuk kamu" kata Azkia menunjukkan hati dan mata nya lalu beralih mencolek hidung Radit.
__ADS_1
"jaga mata dan hati kamu ya untuk aku"
"iya Tarzan ku sayang. kamu tenang aja" kata gadis keayuan itu lagi.
"ih..susah ya punya cowok Tarzan"
"kenapa?"
"abis nya takut di tinggalkan mulu. Ya maklum lah kan, orang hutan pergi ke kota jadi takut tersaingi" canda Azkia.
"pinter sekarang ya Mpau ku satu ini meledek. Belajar dari siapa sih sayang" kata Radit mencubit gemes pipi tembab gadis yang du hadapannya itu.
"ya dari kamu lah, kamu selalu meledekku. Sekarang, gantin" kata gadis keayuan itu lagi.
"hahaha..." tawa Radit melihat gedipan mata gadis yang ia cintai menggoda.
"sayang, ke kantin yuk. Dari tadi aku belum makan. Lapar aku nya" kata Azkia manja.
"hmm...tadi aku di ledekin, sekarang aku di panggil sayang ada maunya sih" kata pemuda berambut undercut itu.
"ya udah ayo kita ke kantin sayang. Mana mungkin sih aku membiarkan gadis yang aku cintai ini kelaparan" kata Radit mengucem-ngucek rambut lurus Azkia
__ADS_1