Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Curhat


__ADS_3

Reva masih terbaring lemas di rumah sakit, ia melihat jam menunjukkan pukul 09.00 wib. "Sungguh membosan kan di rumah sakit ini, terbaring diam tidak melakukan apa-apa. Coba aja Radit ada di sini, pasti aku akan betah walaupun seribu tahun di rumah sakit ini" pikir gadis berambut ikal itu.


"oh iya, aku belum menghubungi nya pagi ini. Aku harus menghubungi nya, jika tidak dia pasti kawatir kepada ku" pikir gadis itu lagi dengan harapan yang tinggi bahwa Radit akan kawatir akan kondisi nya.


Radit mengambil ponsel di dalam saku celana nya dan melihat Reva menghubunginya, kemudian ia menaruk ponselnya di meja tepat dimana ia dan Azkia makan saat berada di kantin universitasnya.


"kenapa gak di jawab?" tanya Azkia saat mengetahui siapa yang menghubungi pemuda tampan itu.


"malas Kia, saat aku mendengar dia memanggil ku sayang, entah kenapa hati ku begitu sakit" jawab pemuda berambut undercut itu.


"maafkan aku Radit, karena ku kamu begini. Kamu menjadi korban atas utang budi yang aku miliki" kata Azkia merasa bersalah. Radit menjadi tidak enak kepada Azkia atas ucapannya tadi, pasti gadis di hadapannya itu merasa bersalah kepadanya namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Tentu saja ia tidak mau gadis yang ia cintai merasa sedih dan bersalah seperti itu.


"Kia, jangan merasa bersalah seperti itu. Aku akan melakukan apa pun untuk kamu. Aku akan berusaha membuat dia bahagia sebagaimana aku membahagiakan kamu" kata pemuda itu sambari menggenggam tangan gadis berambut sepinggang itu dengan sayang.

__ADS_1


"terima kasih Tarzan ku. kamu memang pahlawan ku" kata Azkia dengan berkaca-kaca.


"sama-sama Mpau ku sayang" jawab pemuda itu tersenyum yang khas membuat siapa saja yang melihatnya klepek-klepek.


"sayang, kenapa tidak mengangkat telfon ku? apa kamu masih belajar?" pesan dari Reva masuk. Radit membaca pesan dari Reva.


"dia menanyakan kenapa aku gak jawab telfonnya" kata Radit kepada Azkia.


"maaf ya, aku lagi ada urusan saat ini, nanti aku hubungi kamu lagi ya. Gak apa-apa kan? kamu jangan marah ya" balas pesan Radit ke Reva berusaha untuk bersikap baik pada Reva seperti janjinya pada Azkia.


"Azkia, Reva mana? kok hari ini dia gak masuk. Biasanya dia kan selalu bareng sama kamu ke kampus" tanya Nita bingung saat mereka masuk kelas.


"Reva lagi di rumah sakit"

__ADS_1


"apa? emang dia sakit apa?"


"dia mengalami sakit kangker hati Nita" jawab Azkia dengan sedih.


"oh iya ada hal yang ingin aku ceritakan ke kamu" tambah gadis berpipi tembam itu lagi.


"apa?"


"ternyata selama ini, Radit lah cowok yang dia suka. Nita, kamu tau kan bagaimana aku dan keluarga ku berhutang budi padanya?" tanya Azkia. Nita mengangguk membenarkan.


"aku meminta Radit untuk menjadi pacarnya, apa lagi aku mengetahui tentang penyakitnya. Dan doktor bilang usia Reva tidak lama lagi. Tentu saja aku tidak mau membuat dia sedih dan sakit hati saat mengetahui Radit adalah pacarku. Itu akan membuat kondisinya akan semakin memburuk. Aku tidak mau hal itu terjadi" jelas Azkia dengan deraian air mata.


"aku mengerti Kia, aku mengerti keadaanmu sekarang"

__ADS_1


"tolong jangan kasih tau dia bahwa Radit adalah pacarku" pinta Azkia, Nita menganggung pertanda mengerti.


__ADS_2