
"kamu nya pindah mendadak banget kemaren" tambah Azkia lagi.
"ya Kia, maaf ya aku gak kasih tau kamu waktu itu" kata Reva.
"ya udah, kita ke ruangan kita yuk, udah mau masuk ni" kata Nita menunjukkan jam tangan nya ke Azkia.
"Reva" teriak seseorang dari belakang saat Reva mau keluar dari kantin.
"iya" kata Reva menoleh.
"ini uang kamu jatuh" kata Radit memberikan uang berjumlah 50 ribu ke Reva terjatuh dari saku celana milik gadis berambut ikal itu.
"trima kasih ya Radit. oh iya, kamu usah makan? makan bareng yuk, sebagai ucapan terima kasih aku" kata Reva berharap.
"gak, trima kasih aku udah makan tadi. ya udah aku duluan ya" kata Radit berlalu di hadapan Reva.
"ya ampun, cowok itu baik banget sih, dia memang malaikat tanpa sayap yang di kirim tuhan untuk ku" kata Reva dalam hati.
__ADS_1
"woi, malah bengong di sini. kenapa kamu?" tanya Azkia.
"eh Kia, itu lo aku telah menemukan tambatan hati aku. Gak tau kenapa, setiap kali melihat dia, hati ini merasa aneh. Mungkin kali ya aku jatuh cinta pada pandangan pertama" kata Reva menghayal.
"siapa" tanya Azkia penasaran
"nantik juga kamu tau sendiri. Aku gak mau kasih tau kamu. Nantik kamu bakal rebut dia dari aku" kata Reva bercanda.
"gak lh Reva. masa iya aku merebut cowok yang kamu suka. Gak mungkin lah seperti gak ada cowok lain aja di dunia ini" kata Azkia.
"jadi cerita nya kamu main Rahasiaan ni sama aku" tambah gadis berpipi tembam itu.
"aamiin....aku doain ya Reva kalian akan bersatu"
"hey Mpau, lagi ngelamunin apa kamu?" kata Radit saat melihat Azkia melamun sendiri di taman Universitas nya.
"eh, kamu" kata Azkia kaget.
__ADS_1
"enggak, aku lagi mikirin teman kecil ku. Gak nyangka dia kuliah di sini juga. Satu fakultas lagi sama aku. Aku tu berhutang budi banget sama dia, karena dia udah banyak membantu keluarga aku" jelas gadis keayuan itu.
"oh ya? emang apa yang dia bantu?" tanya Radit penasaran.
"dulu, bapak kerja sebagai tukang kebun di rumah dia, dia itu baik lo Radit, meski pun aku ini anak tukang kebun di rumah nya, dia gak pernah memandang ku sebelah mata, dia selalu menganggap aku sahabat. Dan orang tua nya juga begitu, apa yang di beli untuk dia, mereka juga membelikan nya untuk aku. Dan sewaktu bapak sakit, mereka lah yang menanggung semua biaya berobatnya bapak hingga bapak meninggal. Dan semenjak bapak meninggal papa nya memberikan ibu modal untuk membuka usaha kecil-kecilan ya warung bakso yang saat ini ibu kelolah. Kalau buka karena mereka, kami gak tau untuk bertahan hidup bagaimana. Pokoknya kami berutang budi banget sama mereka Radit" jelas Azkia.
"owh, gitu..." kata Radit mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.
"eh aku ada sesuatu untuk kamu" kata pemuda tampan itu.
"tara...ini dia" kata Radit mempamerkan sebuah bungkusan bermotif bunga mawar yang ia sembunyikan di belakangnya.
"wah apa ini?"
"buka dong"
"wah, coklat...makasih ya. Ini kan coklat mahal" kata Azkia senang.
__ADS_1
"ya gak seberapa mahal lah dengan senyuman dan kebahagiaan kamu" kata Radit menggoda.