
Radit tiba di depan pintu rumah pujaan hatiya. Rumah panggung sederhana berwarna biru langit itu tampak sepi. Di terasnya terdapat bunga warna warni di dalam pot nambah kenyamanan mata melihat.
"tampak sepi, dimana semua orang? apa mereka di warung depan semua ya? tapi tadi cuma ada ibu dan ima di sana" fikirnya Radit dalam hati.
"assalammualaikum" ucap Radit mengetuk pintu.
"walaikumsalam" jawab seseorang dari dalam rumah. Terdengar suara langkah kaki manuju pintu dan langsung pintu di buka oleh nya.
"Radit? mau jemput Kia ya?" tanya Rika.
"iya kak, Kia nya ada?"
"ada, dia lagi di kamar, silahkan masuk" kata Rika mempersilahkan pujaan hati adiknya masuk.
"sebentar ya" kata Rika lagi
"Kia...Kia....dek... Radit nya sudah datang ni"teriak Rika.
"ya kak sebentar..." jawab Azkia dari kamarnya. Beberapa menit berlalu Azkia pun keluar dari kamar. Radit tercengang melihat gadis berpipi tembam memakai baju gaun rok selutut bewarna biru itu, rambut nya di biarkan terurai menambah keayuan di wajahnya. Kalung liontin berwarna putih menghiasi lehernya, anting tempel berbentuk bulat berada di kedua telinganya, di padu padankan dengan sepatu heels yg berukuran 3 cm tidak terlalu tinggi namun nyaman di pakai olehnya menambah kesan keayuan di dirinya.
__ADS_1
"Radit...Radit..." tegur Azkia melihat pemuda di hadapannya bengong.
"kamu kok bengong, kenapa? ada yang salah sama aku" tanya gadis itu lagi.
"gak kok, sempurna. kamu terluhat begiru sempurna...cantik sekali kamu malam ini", kata pemuda itu masih dalam bengong nya.
"menghina atau menghibur ni" tanya Azkia.
"gak kedua-dua nya, tapi ini faktanya" jawab Radit mengenyitkan mata nya sebelah kiri membuat gadis itu tersipu malu.
"kak, saya pinjam Azkia nya sebentarya" kata Radit berpamitan.
"iya kak pasti di kembalikan" jawab pemuda itu pasti.
"ya udah, kamu tunggu di sini dulu! Aku mau ke depan, mau pamitan sama ibu mu. Minta izin anak gadis nya aku bawa" kata Radit.
"iya iya" jawab Azkia.
"kak, tolong jagain Kia ya kak, dia tampak cantik malam ini, nantik di culik orang lagi" canda Radit dan berlalu pergi ke warung depan.
__ADS_1
"Radit itu orang nya humoris juga ya dek" kata Rika.
"iya kak, emang seperti itu dia orang nya" jawab Azkia.
"kakak jadi iri sama kamu dek, kapan ya kakak pacar? di perhatiin, di sayang seperti kamu dek" tanya Rika mulai menghayal.
"kan abang ya itu tu ada kak, kakak nya aja yang selalu menolak cinta dia" canda Azkia bermaksud pada si Joko pemuda kemayu yang selama ini mengejar cinta Rika.
"udah ya dek, jangan bahas dia lagi! jawaban kakak tetap sama TIDAK" jawan Rika tegas.
"hahaha ngambek dia" kata Azkia tertawa melihat tingkah kakak nya yang kesel karena perkataan nya itu.
"ayo kita pergi" kata Radit setelah memintan izin kepada ibu Siti.
"kak, kami pergi dulu ya kak" kata Radit kepada Rika.
"iya hati-hati ya! jagain adik kakak baik-baik! jangan kamu apa-apakan dia, lecet sedikit saja awas kamu" canda Rika dengan ancaman.
"siap bos, saya pastikan adik kakak pulang dengan selamat tampa kekurangan apa pun" jawan Radit sabari memberi hormat. Seperti komandan upacara saja melaporkan upacara siap di mulai.
__ADS_1