Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Diawasi


__ADS_3

"kan yang di tawarin Nita sama Azkia, kamu nya sih gak ya" jawab Reva.


"yah....gitu sih kamu Va, aku kan juga lapar"


"ayo Kia, Nita pesan aja"


"gak usah Va, aku belum lapar. Nita kamu pesan aja jika mau"


"gak deh Kia, aku juga belum lapar"


"tu kan Va mereka tidak mau. Kasih ke aku aja bagian merka" jawab Rio.


"ya udah, pesan sana" kata Reva.


"hahaha...asyik di traktir..." sorak Rio kegirangan.


"kebetulan kalian semua ada di sini. Aku mau minta tolong sama kalian semua" kata Reva.


"apa" jawab Anton.

__ADS_1


"dua hari lagi aku kan ulang tahun, aku minta kalian semua bantuin aku untuk mempersiapkan semua keperluan untuk acara ulang tahun ku. Bisa kan?"


"dua hari lagi" jawab Radit sedikit kaget.


"iya..."


"kamu gak tau ya hari ulang tahun ku?" tanya Reva.


"gak...kamu gak pernah bilang"


" kamu yang gak mau nanya"


"abisnya aku sibuk"


"sibuk mencintai mu" gombal Radit. Lagi-lagi hati Azkia seperti teriris mendengar gombalan Radit. Semakin ke sini, Radit semakin santai akan hubungan nya dengan Reva. Membuat hati Azkia semakin tersakiti meski itu sendiri adalah ulah dan permintaan Azkia sendiri. Tapi jujur saja tetap itu menyakitkan.


"jadi gimana? kalian bersedia kan untuk membantu ku?" tanya Reva.


"iya kami bersedia kok" jawab Aldy.

__ADS_1


"oke kalau gitu. Trima kasih ya..."


"sayang, pulang kuliah nanti kamu temenin aku ya ke butik beli baju gaun untuk acara besok. Bisa kan?"


"bisa lah sayang. Apa sih yang gak buat kamu" jawab Radit. Azkia semakin membakar melihat adegan itu. Ia pun langsung berlari keluar kantin untuk menghindari adegan yang sangat menyakitkan itu.


Sesampainya di taman sekolah, Azkia menangis sejadi-jadinya untuk menghilangkan kegundahan di hatinya.


"jika tersakiti, kenapa harus di lanjutkan?" tanya Radit tiba- tiba datang ke tempat itu.


"kita akhiri saja ini Azkia, ayo kita sama-sama mengakui kepada Reva bahwa kita saling mencintai jauh sebelum aku mengenal dia" tambah nya lagi. Azkia tidak menjawab ia masih dalam tangisnya.


"Kia, aku tidak ingin menyakiti mu. Aku tidak ingin membuat mu terluka seperti ini. Aku tahu perasaan mu, jika kamu tidak mau mengungkapkan itu, biar aku saja yang mengutarankan nya" kata Radit lagi.


"jangan Radit, jangan lakukan. Aku tidak mau membuat Reva sakit hati. Aku tidak ingin membuatnya kembali Drop. Kamu lihat dia sekarang, Dia sudah mulai membaik" kata Azkia.


"tapi bagaimana dengan kamu? bagaimana juga dengan perasaan ku. Meski aku berusaha untuk bersikap baik dengan nya, tapi hati ini tidak rela Kia, kamu tidak bisa di gantikan sama siapa pun" tegas Radit.


" iya aku tau, tapi tolong lah tetap seperti ini. Jangan mengakui jika kita sudah pacaran sebelum kamu mengenalnya. Aku tidak mau membuat kondisinya seperti kemaren-kemaren. Apa lagi aku dan keluarga ku sudah banyak berutang budi kepada keluarganya" jelas Azkia lagi.

__ADS_1


"Kia, aku sangat mencintai kamu. Jujur, hati ini sakit melihat kamu tersakiti. Apa lagi kamu sakit seperti ini karena ku. Aku merasa sangat bersalah"


"tidak Radit, ini bukan salah mu. Ini adalah keingunan ku. Aku yang meminta mu jadi kamu jangan merasa bersalah kepada ku" kata Azkia. Tampa di sadari ada sepasang mata memperhatikan mereka dari tadi dari.


__ADS_2