
Azkia bingung melihat seikat mawar merah dimeja saat dirinya dan Nita sampai di dalam kelas mereka.
"bunga dari siapa Kia?" tanya Nita.
"gak tau." jawab Azkia melihat sekeliling kelas mencari tau dari mana bunga itu berasal. Sedangkan Nita membolak-balik bunga yang tergeletak manis di meja Azkia ingin mencari petunjuk siapa yang sepagi ini memberikan sahabatnya bunga yang indah itu.
"eh ada surat nya juga ni Kia."
"mana?"
Nita mengambil sepucuk surat yang berada di selah-selah bunga dan memberikan nya kepada Azkia. Azkia pun membuka dan membaca surat itu dengan hati yang berbunga.
__ADS_1
...*aku memang tidak sempurna,...
tapi aku akan berusaha mencintaimu dengan sempurna. Jika kamu meminta ku untuk memetik sebuah bintang, aku akan memberikan seribu bintang yang ku persembahkan untukmu. walaupun mustahil, namun cinta ku tak pernah mustahil untuk mu. percayalah! hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai. Inilah cara Tuhan mempertemukan kita. Dimana kamu di takdir kan untuk merubah sifat buruk ku agar menjadi lebih baik lagi. Datang lah, aku membutuhkan mu..❤️
^^^Radit Purnama*^^^
Setelah membaca surat dari Radit, tersentak membuat Azkia tersentuh dan terharu. Terharu ternyata dirinya begitu berarti di mata cowok ganteng itu. Tapi Azkia bersikap seperti biasa saja. Karena ia tidak mau menjadi cewek yang mudah di dapatkan Radit. Dengan sulit mendapatkan nya, maka sulit juga untuk Radit melepaskan dia. Begitu lah fikir nya saat itu. Ia ingin Radit membuktikan cintanya lebih dalam lagi.
"astagfirullah...kamu ngagetin aku aja"
"sorry, sorry. Aku gak bermaksud seperti itu" sesal Radit.
__ADS_1
"maaf Radit, sepertinya kata maaf itu lebih bagus dan enak di dengar dari pada sorry" kata Azkia sambari tersenyum. Senyuman yang membuat Radit semakin tak berkutik. Badan nya terasa lemah seperti tidak bertulang. Sungguh pesona nya begitu membuat aku gila. begitu lah fikir Radit saat itu
(memang ya kalau sudah jatuh cinta, semua yang di lihat indah semua).
"woy bengong aja lo." sergah Nita membuat lamunan Radit hilang seketika.
"ya udah aku ke kantin dulu ya" tambah nya lagi mengerti akan keadaan dua muda mudi yang berlainan jenis kelamin itu lagi kasmaran. Tentu saja mereka tidak mau ada yang menganggu bukan?
"oh ya, gimana bagus gak" tanya Radit lagi setelah melihat Nita hilang dari pandangannya.
"bagus kok, aku suka. Terimakasih ya..." kata Azkia sambari duduk di kursi belajarnya yang di ikuti Radit duduk di kursi sebelah nya. Suasana di kelas saat itu masih sepi. Jelas saja waktu baru menunjukkan pukul 06.00 wib. Entah mengapa cowok idaman setiap gadis itu berangkat ke sekolah sepagi ini. Biasa nya 5 menit lagi bel akan berbunyi, dia baru sampai di kelasnya. Namun berbeda dengan beberapa minggu belakangan ini. Vina pun merasa sangat bersyukur akan perubahan putra semata wayang nya itu. Dan berharap hal ini akan terus berlangsung. Meski pun sejujurnya Radit berangkat pagi hanya untuk melihat gadis idamannya dan pagi ini memberikan kejutan kecil buat gadis manis itum Namun, vina berharap bahwa gadis itu lah yang akan membuat Radit berubah terutama dalam hal pelajaran. Toh selama ini Radit selalu mendapat nilai pas-pasan.
__ADS_1