
"Yul, lo tau gak, si Azkia mendapatkan bunga lo dari Radit." kata Rani ketika mereka sedang beristirahat di kantin.
"apa? bunga? yang bener lo?" kata Yuli tak percaya.
"lo tau dari mana?" tambahnya lagi.
"tadi gue pergi ke kelas nya Azkia mencari Burhan pacar gue. Ya gak sengaja gue lihat Azkia baca surat dengan seikat bunga mawar di mejanya, penasaran dong gue. Terus gue pergi berdiri di belakang dia melihat isi surat itu. Ya ternyata dari Radit. Kata-katanya romantis buat hati tersentuh Yul." jelas Rani.
"kurang ajar, selama ini gue gak pernah di kasih bunga sama Radit. Kenapa cewek kampung itu yang di kasih bunga sama Radit. Apa sih kelebihan cewek itu di bandingin sama gue?" geram Yuli sambari memukul meja sangat keras.
__ADS_1
"gue udah memperingati dia untuk menjauhi Radit. Tapi dia, masih kegatelan mendekati Radit." Yuli mengigit gerahamnya pertanda sakit hati yang sangat besar terhadap Azkia.
"ayo ikut gue" tambahnya lagi sambil menarik tangan Rani. Mereka berdua pergi menemui Azkia di kelasnya.
Azkia tersenyam senyum sendiri melihat bunga yang di berikan oleh Radit seraya sesekali menciumnya.
"sebenarnya aku pun mencintaimu Radit. sungguh mencintai mu" katanya dalam hati.
tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan,
__ADS_1
"Rani seret dia" perintah Yuli. Mereka membawa Azkia keluar dari kelas dan menuju ke wc. Azkia memohon kepada Yuli untuk melepaskan nya. Namun, perasaan cemburu telah merasuki hati Yuli dan tidak menghiraukan permohonan Azkia terhadapnya.
Sesampainya di wc, tanpa memperlambat waktu Yuli langsung mengambil segayung penuh air dan langsung mengguyuri Azkia membuat gadis manis itu kebasahan. Tak hanya sampai di situ, dengan membabi buta Yuli membenamkan kepala Azkia kedalam tempat penampungan air. Entah setan apa yang dirasuki gadis berambut pendek itu sehingga pikiran nya tidak jernih.
"ini akibatnya jika lo berani melawan gue." kata Yuli sambari mengangkat kepala Azkia dan membenamkan nya lagi ke tempat penampungan air. Melihat kejadian itu, Rani ketakutan dan berlari keluar mencari Radit.
"Dit, si Yuli kelewatan gilanya. Dia menyiksa Azkia di wc" kata Rani dengan napas yang tehengah-hengah saat dirinya bertemu dengan Radit di kantin. Tampa berpikir panjang lagi Radit langsung pergi ke tempat yang di maksud oleh Rani dimana gadis impian nya berada.
"apa-apaan lo Yul? kata Radit menolak Yuli dan menyelamatkan Azkia yang masih terhengah-hengah mengatur napasnya yang kelemasan. Sesekali Azkia terbatuk berusaha mengeluarkan air yang masuk ke tenggorokan nya saat kepalanya di benamkan oleh Yuli. Yuli ketakutan, ia baru sadar apa yang ia lakukan terhadap Azkia.
__ADS_1
"kurang ajar lo Yul! sekarang lo ikut gue ke kantor kepala sekolah. Yuli berusaha memberontak namun, genggaman tangan Radit begitu kuat sehingga ia tidak sanggup melepaskannya. Sedangkan Rani berusaha membantu Azkia untuk berdiri dan membawanya ke UKS sekolah. Mendengar keributan di wc, membuat semua siswa siswi berkumpul di wc menyaksikan adegan keriminal itu, meski pun adegan hanya sepenggal saat Radit dengan suara lantang nya memarahi Yuli. Mendengar suara Radit itu lah membuat mereka berkumpul penasaran apa yang sebenarnya terjadi.