Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Bertemu dengan papamu


__ADS_3

"ma, Radit mana ma?" tanya Johan papanya Radit saat berada di ruang makan sambari mencari-cari anak semata wayang nya yamg dari tadi tak kelihatan batang hidungnya.


"Radit pergi menjemput teman spesial ya pa" balas Vina dengan tersenyum dan sibuk mempersiapkan makan malamnya.


"teman spesial? siapa ma?" tanya Johan penasaran.


"papa lihat saja nanti" kata wanita paruh baya itu.


"akhirnya Radit balikan lagi dengan Yuli. Baguslah kalau begitu yuli juga sederajat dengan kami" fikir Johan sambari tersenyum sendiri.


"pa, kok malah senyum sendiri? kenapa?" tanya Vina lagi. Johan menggeleng-geleng kepalanya tanda tidak ada apa-apa padanya dan duduk di kursi makan miliknya.


"assalamualaikum" sapa Radit saat sampai di depan pintu rumahnya.

__ADS_1


"walaikumsalam, itu pa mereka sudah sampai" kata Vina bangkit dari duduknya dan pergi menyambut kedatangan kedua remaja berlainan jenis kelamin itu.


"ayo masuk sayang. Kita langsung ke ruang makan ya" kata Vina.


"pa, ini mereka sudah datang" kata Vina lagi Johan menoleh, betapa kagetnya ia melihat Azkia yang bersama Radit bukan Yuli gadis pilihannya.


"pa, kenalin ini Azkia, pacarnya Radit" kata Radit memperkenalkan gadis idaman kepada papanya. Azkia langsung mengulurkan tangan nya ingin bersalaman dengan Johan. Namun sayang, Johan tidak menanggapi hal tersebut.


"pacar?" kata Johan bangun dari tempat duduknya.


"lo pa, siapa yang bercanda? Radit gak becanda kok pa, Azkia memang pacar Radit. Radit sama Yuli gak ada hubungan apa-apa lagi pa" jelas Radit kepada papanya.


"hahaha...." tawa Johan hambar.

__ADS_1


"Radit, kamu serius berpacaran dengan gadis miskin seperti dia? dia tidak sepadan dengan dengan kita. Hanya Yuli yang sebanding dengan kita dan pantas untuk mu" kata Johan lagi dengan penuh kemarahan mendengar penjelasan anak nya itu. Mendengar perkaraan Johan, tampa di sadari beberapa butir air bening mengalir di pipi mulus nan tembam gadis itu. Kata-kata yang sangat menyakitkan, kata-kata yang membuat hatinya bagai di tusuk sembilu berbisa.


"eh gadis miskin! kamu mungkin memang bisa membuat anak dan istri ku suka terhadapmu. Tapi aku tau kamu siapa. Kamu adalah gadis miskin yang hanya ingin menguras harta kekayaan dari ku. Dan kamu, jangan pernah bermimpi untuk menjadi Cinderella itu hanya terjadi di dalam dongeng, tidak di kehidupan kamu" kata Johan menegaskan. Mendengar itu, hati Azkia semakin sakit. Dia langsung berlari keluar dari rumah itu untuk menenangan hatinya yang lagi sakit saat itu.


"Azkia" teriak Radit.


"pa, papa apaan sih? kenapa ngomong seperti itu kepada Azkia? Pa, Radit cuma cintanya sama Azkia pa" kata Radit tegas.


"Radit, dia tidak sepadan sengan kita, cuma Yuli yang pantas untuk mu nak. Dia gadis pilihan papa" kata Johan menepuk bahu anaknya.


"tapi pa, cuma Azkia yang Radit cintai. Radit gak mau yang lain. Radit cuma cintanya sama Azkia bukan Yuli" tegas pemuda itu lagi dan langsung beranjak dari situ menyusul Azkia.


"Radit" teriak Vina.

__ADS_1


"udah ma, biarin saja! dasar anak keras kepala" kata Johan.


"pa, ini semua gara-gara papa. Biarkan saja Radit itu mau berpacaran dengan siapa yang dia suka, dia bukan anak kecil lagi. Jelas Vina.


__ADS_2