
Bel berbunyi tanda istirahat telah usai. Radit dan rekan-rekannya masuk ke kelas. Tampa sengaja melihat seorang gadis yang sibuk membolak balik buku pelajarannya. Gadis yang dari pertama bertemu membuatnya penasaran. Radit memberanikan diri untuk mendekat. Ada perasaan takut, malu, dan penasaran bercampur menjadi satu. Takut akan gadis yang membuatnya salah tingkah itu tidak mau berkenalan dengannya. Malu akan gadis berambut sepinggang itu memarahi jika dia mengajak kenalan. Namun, penasaran didalam hati pemuda tampan nan rupawan itu semakin dalam. Semakin mendekat, semakin kencang detak jantung nya.
"aduh kenapa ini? ada apa ini? jantungku seperti mau jatuh." katanya dalam hati. Dengan langkah yang agak ragu-ragu, Ia pun sampai di meja gadis idamanya itu.
"hay." sapa Radit, dengan keringat dingin di dahinya. Gadis yang memiliki wajah keayuan itu mengangkat wajahnya dan melihat seorang pemuda tampan menyapanya.
"hay juga" balas gadis manis itu dengan senyumannya yang khas membuat jantung pemuda yang memiliki dada bidang itu semakin kenjang seperti baru selesai berlari sejauh 100 km.
"lagi ngapain?" tanya Radit basa-basi.
"lagi baca buku" jawab gadis manis itu sembari terus menatap buku yang di tangan nya.
__ADS_1
" oh iya tadi waktu di perpustakaan kita belum sempat kenalan" Radit dek-dekan dan salah tingkah. Gadis itu tidak menjawab dia hanya tersenyum membenarkan perkataan Radit.
"kenalkan namaku Radit Purnama. Panggil aja Radit" Radit mengulurkan tangan nya.
"aku Azkia, Azkia putri" balas Azkia. Memegang tangan Azkia yang halus, jantung Radit bertetak kembali normal. Ada kenyamanan yang hakiki bila saat berdekatan dengan gadis bernama Azkia itu.
"oh sory...sory" kata Radit mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. salah tingkah kedapatan bahwa dirinya terlalu lama memegang tangan halus Azkia.
"oh iya, kalau butuh apa-apa, kamu bilang aja sama aku. Aku akan bantui kamu apa pun itu" kata Radit berharap. Azkia hanya tersenyum menanggapi perkataan pemuda yang ada didepannya.
"kalau gitu, aku ke bangku ku dulu ya" kata Radit. Azkia hanya tersenyum membenarkan perkataan Radit.
__ADS_1
Selama pelajaran, Radit yang duduk di pojok depan terus memperhatikan Azkia sambil tersenyum sendiri. Entah apa yang ada di benak Radit saat itu. Ia tidak berkosentrasi bahkan tidak sama sekali memperhatikan guru menjelaskan pelajaran yang di ajarkan saat itu. Ia hanya sibuk memperhatikan gadis idamannya sedari pertama jam pelajaran di mulai.
"dit..oi..." kata Aldy yang sebangku dengan nya melihat Radit tersenyum sendiri seperti orang idiot.
"eh, lo apa-apaan sih?"
"lo tu yang ap-apaan. dari tadi senyam senyum sendiri kayak orang idiot lo" bisik Aldy.
"iya dy. gue gagal fokus ni lantaran si Azkia"
"gagal fokus gimana?"
__ADS_1
"gue emng harus dapatin dia. gue bener-bener jatuh cinta sama dia. gak tau kenapa di otak gue cuma ada dia. Di mata gue cuma terbanyang senyuman dia. Dan ni mata gak mau lepas dari dia, terus terusan aja mata gue ke arah dia. pesonanya terlalu kuat untuk gue dy" jelas Radit.
"beginilah jadinya jika seorang playboy sedang jatuh hati, parah bener...kayak nya lo udah level bucin ni".Radit tidak menanggapi perkataan Aldy. dia kembali melihat Azkia yang sedang sibuk menyalin tulisan di papan tulis ke bukunya.