Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Sembilu


__ADS_3

"Hai Kia, kamu lagi ngapain" tanya Reva saat melihat Azkia sendirian melamun ditaman kampusnya.


"gak lagi ngapa-ngapain sih Va" jawab Azkia.


"Kia, aku mau ngomong sesuatu sama kamu"


"apa?"


"kan dua hari lagi aku ulang tahun tu....aku pengen buat acara ulang tahun ku yang spesial. Jadi aku minta tolang sama kamu untuk membantuku" jelas Reva.


"dua hari lagi?" Azkia sedikit kaget.


"iya....dua hari lagi, kok kamu kaget? Kia, jangan bilang kamu lupa dengan ulang tahun ku" tanya Reva mengelidik.


"eh...iya aku lupa, maaf ya Reva"


"kenapa kamu minta maaf sih? jangan sungkan begitu Kia, wajar jika kamu lupa. Kita sudah sekian lama tidak ketemu" kata Reva, Azkia tersenyum kecut mendengar perkataan Reva.

__ADS_1


"oh ya, aku juga minta Radit untuk mebantu kita nanti nya"


"Radit?"


"iya Radit. Kamu kenapa sih Kia? gak mungkin kan aku gak melibatkan pacar ku untuk acara yang spesial ini? ya aku juga ingin meminta pendapatnya nanti" jelas Reva.


"owh" jawan Azkia singkat. Jauh gadis manis keayuan itu melamun kedepan.


"jika Radit ikut, pasti hati ini akan sakit lagi melihat adegan mesra mereka berdua. Meski ini aku yang minta, tapi hati ini tidak bisa di bohongi bahwa sakit itu nyata terasa" fikir Azkia.


"bengok lagi" sergah Reva membuyarkan lamunan Azkia.


"gak ada apa-apa kok Reva, aku hanya kangen sama ibu" jawab Azkia berbohong.


"owh....kangen sama ibu" ulang Reva.


"ya udah jika ada waktu luang besok, aku temeni kamu pulang ya. Aku juga ingin ketemu sama ibu mu. Udah lama aku gak ketemu sama dia" Hibur Reva. Azkia tersenyum senang mendengarnya, meski di hatinya masih ada kejanggalan, namun ia tetap berusaha menutupi dan bersikap seperti biasa saja.

__ADS_1


"sayang..." tegur Reva langsung duduk di samping Radit saat berada di kantin tempat merekan menuntut ilmu. Teman-teman Radit, sedikit heran melihat kedekatan Radit dengan Reva. Meski pun mereka sudah tau akan hal itu, namun mereka heran kenapa Radit sekarang memperlakukan Reva selayaknya pacar beneran. Biasanya Radit bersikap dingin kepada Reva.


"hay sayang, kamu udah makan?" tanya Radit.


"belum, suapin ya" jawan Reva manja.


"ih...manja banget sih kamu" jawab Radit dengan mencolek hidung gadis berambut ikal itu. dengan langkah yang lemah, Azkia yang di ikuti oleh Nita datang mendekati mereka.


"Azkia, Nita, sini...ayo duduk" sapa Reva. Radit menoleh melihat wajah keayuan gadis idamanya. Ada kesedihan di mata yang terpancar pada gadis itu. Azkia tersenyum yang agak di buat-buat untuk menutupi kesedihan di hati nya. Ia berusaha bersikap ceria saat mengetahui Radit melihat nya. Agar pemuda itu tidak merasa bersalah kepadanya.


"duduk Kia, Nita" kata Reva.


"sayang, mana makanan nya" rengek Reva.


"ini sayang...a...buka mulutnya" jawab Radit menyodorkan sesendok bakso ke mulut gadis berambut ikal itu. Nita mengetahui perasaan sahabatnya, berusaha untuk menghiburnya.


"sabar Kia," bisik Nita kasihan sambari mengusap-ngusap punggung Azkia.

__ADS_1


"Kia, Nita ayo pesan makanan. Aku yang traktir" kata Reva.


"beneran? kebetulan aku lapar" jawab Rio tiba-tiba datang.


__ADS_2