Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Permohonan di tolak


__ADS_3

"hay Mpau, lagi ngapain kamu?" tanya Radit kepada Azkia saat diri nya datang ke kelas Azkia.


"ini lagi baca buku" kata Azkia memperlihat kan sebuah buku di tangan nya.


"oh...." jawab Radit singkat. Diam sejenak.


"sayang, aku mau mengatakan sesuatu" kata Radit serius. Azkia menutup buku yang di pegang tadi dan melihat ke arah Radit dengan serius juga.

__ADS_1


"sayang, aku harus bagaimana? harus berbuat apa diri ini Kia, hati ini sungguh tak bisa di paksa, batin ini sungguh tersiksa. Rasanya aku ingin mengakhiri semua drama yang memilukan ini. Tidak hanya aku, aku tau kamu juga tersiksa bukan?" jelas Radit. Azkia terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang di katakan Radit memang benar. Selama ini dia sungguh tersiksa akan drama yang di lakoni Radit saat ini. Makan tidak kenyang, mandi tak basah, dan tidur pun tak lena. Pikiran nya hanya bertumpu pada Radit dan Reva. Meski bibirnya bisa berkata rela, namun tidak dengan hati nya. Hatinya sungguh tersiksa karena cinta harus di bagi. Meski ia tau bahwa hati Radit hanya miliknya, namun tetap saja hati nya sakit saat melihat dan membayangkan bagaimana Reva memperlakukan Radit. Namun apa lah daya, nasi telah menjadi bubur. Ia, Radit dan Reva telah terlanjur masuk dalam drama yang Azkia buat. Mau tidak mau mereka harus melanjutkan drama tersebut sampai selesai. Entah apa akhir dari drama itu mereka pun tidak tau.


"aku bingung Radit, aku tidak tau harus berbuat apa lagi. Aku selalu bermohon kepada mu agar kamu sabar menjalankan ini semua. Aku hanya ingin Reva bahagia dan berharap Reva sembuh. Reva lebih membutuhkan kamu dari pada aku sayang" kata Azkia meyakinkan Radit


"Percayalah cinta kita akan abadi, hati kita akan tetap bersatu meski raga kita tidak bersama" tambah gadia keayuan itu memegang pipi pemuda tampan itu.


"maaf sayang, lebih baik kamu saja yang menjemput Reva di rumah sakit, aku gak mau Reva akan curiga kepada kita seperti kemaren-kemaren. Selama beberapa hari ini dia di rumah sakit, dua kali aku pergi bersama mu, dua kali juga dia mulai curiga dan berpikir bukan-bukan tentang aku dan kamu" jelas Azkia.

__ADS_1


"tapi tidak ada kamu, aku bingung harus berbuat apa. Seperti kemaren kamu tidak ikut hanya aku sendiri, rasa nya canggung, aneh. Jika ada kamu, setidaknya aku mempunyai teman dan canggung itu hanya sedikit dan bisa di atasi dengan adanya kamu" jelas Radit.


"aku tau Radit, aku paham. Namun, aku takut nanti kehadiran ku akan membuat dia semakin curiga dan membuat kondisinya memburuk karena banyak pikiran. Sayang, aku harap kamu mengerti ya" kata Azkia memegang kedua tangan Radit untuk meyakinkan Radit atas keputusannya. Radit hanya mengangguk mengerti dan tidak mau membahas lagi tentang Reva. Orang yang sama sekali tidak ia kenal, sekarang harus hadir dan masuk dalam kisah cinta nya dan Azkia.


"ya udah, kamu sudah makan belum?" tanya pemuda yang berambut undercut itu. Azkia menggeleng-gelengkan kepala.


"kalau gitu, kita ke kantin yuk!", ajak nya lagi. Azkia mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


__ADS_2