
"Kamu mau ngajak aku kemana" tanya Azkia kaget saat Radit tiba-tiba mengajak nya jalan tanpa ada perjanjian terlebuh dahulu.
"udah kamu ikut aja aku. Aku ada sesuatu buat kamu"
"sesuatu? mana?"
"makanya ikut aku dulu" kata Radit.
"kak Rika mana? aku mau minta izin dulu"
" ada tu di dalam. Ayo masuk! sebenar ya aku ganti baju dulu" kata Azkia setelah Radit bertemu dengan kak Rika di ruangan tengah rumah kos milik mereka.
Lama Radit bengong belihat Azkia keluar dengan gaun berwarna putih selutut, di padu padankan dengan rambut yang di kucir kuda setengah, sepatu helss yang berukuran 5 cm berwarna hitam menambah kesan keayuan yang ia miliki, di tambah dengan kalung liontin dan antin terjuntai yg tidak telalu panjang namun menambah kesan secantika dirinya.
"bengong mulu ni orang" kata Azkia.
"iya, kamu cantik banget malam ini" kata Radit masih dalam bengong nya.
"emang selama ini aku gak cantik apa?" tanya Azkia kesel.
__ADS_1
"ya cantik, tapi malam ini, lebih cantik" kata Radit mencolek dagu gadis di hadapannya itu.
"kak, kami keluar sebentar ya" kata Azkia.
"iya, hati-hati ya dek" kata Rika masih sibuk dengan setumpuk buku yang ada di hadapannya menyelesaikan tugas Akhir berupa Skripsi.
"jangan pulang terlalu malam" tambahnya lagi.
"oke kak" kata Azkia.
"wah....indah sekali" kata Azkia terpana melihat keindahan laut di kota terubuk bengkalis, pantai pasir yang terbentang luas, deburan ombak yang bergulung-gulung, di tambah dengan hiasan lampu warna warni dan tenda dengan kain putih tergantung menghiasi tenda tersebut menambah kesan romantis di malam itu. Bulan purnama bulat sempurna dengan pancaran cahayanya juga mendukung suasana malam itu.
"iya, aku siapin ini untuk kita"
"kita? biasanya untuk aku kok ini kita?" kata Azkia tak mengerti.
"iya untuk kita lah, kan hari ini anniversary kita yang ke 4 tahun nya sayang. Kamu lupa?" kata Radit dengan tatapan menyelidik.
"oh iya, maaf aku lupa sayang"
__ADS_1
"sudah ku duga kamu pasti lupa" kata Radit lagi ngambek.
"ye...ngambek, jangan ngabek, nanti ganteng nya hilang"
"aku gak ngambek, aku cuma kesel aja kamu gak ingat hari spesial kita"
"aku lupa sayang aku minta maaf ya, seharian aku sibuk bantui kak Rika mengerjakan Skripsinya, jangan marah ya sayang" kata Azkia membujuk Radit.
"iya, aku gak marah, mana mungkin aku marah sama gadis pujaan hati ku" kata Radit menggoda.
"ayo kita ke sana" tambah nya lagi sambari menunjuk ke arah tenda yang ada kursi dan meja nya di sana di hiasi dengan bunga warna warni memambah keindahan di malam itu.
PROK PROK kata Radit menepuk dua kali tangan nya. Datang seorang pelayang menyugukan makanan.
"silahkan kamu buka" kata Radit. Azkia membuka tutup makanan itu, terlihat kotak kecil berwarna merah berbentuk hati di dalamnya, Radit langsung mengambil kotak tersebut dan membuka nya terlibatlah sebentuk cicin berwarna putih yang di tengahnya dihiasi dengan permata berwarna putih berbentik hati. Azkia terlihat berkaca-kaca melihat keromantisan yang di tunjukkan Radit padanya
"sini aku pakaikan di jari kamu" kata Radit. Azkia langsung menyodorkan tangan nya yang lembut ke Radit.
"bagus banget, makasih ya Tarzan ku sayang" kata Azkia penuh cinta.
__ADS_1