Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Risih


__ADS_3

"Kia tunggu" teriak Radit mengejar Azkia saat mereka barada di lorong rumah sakit. Azkia tidak berhenti ia tetap berjalan untuk menghindari Radit agar tidak mengetahui bahwa ia saat ini sedang menangis. Radit tetap mengejar Azkia, hingga akhirnya Azkia terhenti saat Radit menarik tangan nya. Ia berbalik dengan wajah yang tertunduk. Dengan berhati-hati, Radit memberanikan diri memegang dagu gadis keayuan itu dan mengangkat wajah gadis itu agar menatap matanya.


"Azkia, aku tau perasaan kamu saat ini. Begitu pun dengan aku, aku juga merasakan hal yang sama Kia. Bagaimana jika kita jujur saja kepada Reva, agar aku dan kamu tidak tersakiti lagi" pinta Radit.


"tapi bagaimana dengan perasaan Reva? Reva sedang sakit keras saat ini. Aku gak mau kondisinya akan memburuk saat mengetahui semua tentang kita. Kamu lihat kondisinya tadi. Dia sudah mulai membaik karena bahagia bisa memiliki kamu. Kamu orang yang ia cintai" kata Azkia menujuk-nujuk dada Radit meyakinkan akan kondisi Reva.


"tapi aku gak bisa melihat kamu tersakiti seperti ini. Apa lagi itu semua karena ku" kata pemuda tampan itu lagi.


"bukan karena kamu Radit, tapi aku yang mau. Aku yang minta. ini semua keputusan ku. Tolong hargai itu!"


"tapi Azkia..."

__ADS_1


"sudah, jangan di bahas lagi. Sekarang kamu pergi ke dalam. Lanjutkan menyuapi Reva agar kondisinya semakin membaik. Aku berharap banyak kepada kamu sayang" kata Azkia menghapus air matanya nya.


"aku mau ke taman sebentar, mau cari udara segar" tambah nya lagi berlalu dari hadapan pemuda itu. Radit tidak menjawab ia membiarkan Azkia pergi dan kembali masuk ke ruangan tempat Reva di rawat sesuai perintah dari gadis pujaannya.


"kamu kenapa ikutan keluar?" tanya Reva saat melihat Radit kembali masuk ke dalam ruangan nya.


"gak ada apa-apa, cuma mau tanya aja kepada Azkia nanti pulang nya bareng sana aku apa gak" jawab Radit dengan alasan yang lagi-lagi di buat.


"lagi telfonan" jawab Radit singkat setelah mengingat bahwa Azkia tadi beralasan ada yang menghubunginya tadi.


"mungkin pacarnya yang nelfon" kata Reva. Radit hanya terdiam dan melanjutkan kerjanya menyuapi Reva makan.

__ADS_1


"sayang, sebaiknya kamu jauh-jauh dari Azkia deh" kata Reva lagi setelah lama mereka terdiam.


"kenapa?" tanya Radit bingung dan mulai sakit hati akan permintaan gadis di hadapannya itu.


"mana mungkin aku bisa menjauhi gadis yang aku cintai. Bisa mati aku karena itu" batinya berkata.


"kalau Azkia udah punya pacar terus melihat kamu dekat-dekat denganya, pasti nanti pacarnya akan marah. Nanti gara-gara kamu mereka berantem. Dan kamu di bawa-bawa akan hubungan mereka. Aku gak mau hal itu sayang, kan kasihan kamu nya" kata Reva manja sabari menyandarkan kepalanya di pundak Radit. Radit sedikit kaget atas perbuatan Reva yang sok manja kepadanya.


"gak kok, pacar Azkia pasti ngerti. Dari sekolah SMA dulu aku udah kenal sama pacarnya Azkia, kenal banget malah" kata Radit meyakinkan.


"tapi aku nya cemburu jika melihat kamu dekat-dekat dengan cewek lain"

__ADS_1


"kamu gimana sih, masa dengan sahabat sendiri cemburu. Harus nya kamu percaya kepada sahabat mu" kata Radit lagi mulai kesal.


__ADS_2