Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Pulang


__ADS_3

sudah dua minggu Radit dirumah sakit, dua minggu pula Azkia setia menemaninya di sana, tak lupa teman-teman nya pun ikut membesuk nya di rumah sakit untuk menghibur Radit setelah mereka pulang sekolah sampai waktu menunjukkan pukul 21.00 wib. Barulah mereka pulang ke rumah masing-masing. Untung lah ibu Azkia tidak marah kepada Azkia karena pulang malam setiap hari demi menjaga Radit. ibu Azkia mengerti jika anak nya berwajah keayuan itu menjaga Radit lantaran Radit seperti itu demi menyelamatkan anak nya dari kecelakaan. Bahkan beberapa kali wanita paruh baya itu mengunjungi Radit bersama putri sulung nya di rumah sakit. Sebab itu lah, ibu Azkia mengizinkan nya untuk merawat pemuda tanpan itu dengan syarat pukul 21.00 wib sudah pulang. Tepat di hari itu adalah hari dimana Radit di perbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya sudah membaik. Azkia dan Nita sibuk membereskan semua barang-barang Radit untuk di bawa pulang.


"akhirnya lo boleh pulang juga Dit" kata Ferdi.


"iya, kita-kita pada kangen sama lo Dit, ya kan gais" kata Aldy menyempeli.


"hahaha....tidak di sangka ternyata gue ngangenin juga ya orang nya" canda Radit sambil tertawa.


"oh ya, si Anton kemana? udah dua hari gue gak ngelihat dia" tanya Radit penasaran dengan si pakar cinta itu.


"dia lagi di luar kota, katanya sih paman nya sedang sakit" jawab Rio.


"kapan perginya"


"dua hari yang lalu" jawab Rio lagi.


"semua barang sudah siap kan?" tanya Vina mama nya Radit.

__ADS_1


"udah kok tante" jawab Azkia singkat.


"jika sudah semua, ayo kita pulang sayang. Azkia, bantu Radit nya" kata Vina kepada Azkia. Azkia langsung merangkul tubuh Radit membantunya untuk berjalan.


"kalau begini, aku rela sakit terus" bisik Radit ke telingga Azkia.


"emangnya kenapa?" tanya Azkia.


"abisnya aku selalu di manjain sama gadisku yang manis ini." goda Radit membuay perasaan Azkia meleleh.


"kamu ya..." kata Azkia mencubit pinggang Radit dengan gemes.


"kenapa sayang? masih sakit kakinya?" tanya Vina kaget mendengar anak kesayangannya merintih kesakitan.


"enggak kok ma, gak tau kenapa tiba-tiba pinggang ku terasa sakit seperti ada yang mencubit" kata Radit sambari melirik kearah Azkia dengan tatapan menggoda seolah-olah ingin memberi tahu kepada mamamya bahwa Azkia lah yang telah mencubitnya.


"hmmm" jawab Vina mengerti apa yang di maksud anaknya itu.

__ADS_1


"yang lain pada kemana ma?" tanya Radit kaget melihat teman-teman nya menghilang.


" udah duluan tu nunggu di depan"


"kamu sih sibuk lihatin gadis manis ini. Jadi gak tau kan teman-teman mu sudah duluan" kata Vina berlalu di belakang Azkia sambari mencubit manja dagu gadis itu.


"pesona nya membuat ku lupa semuanya ma" jawab Radit menggoda.


"stop ya, jangan terlalu memujiku nantik kalau aku melayang gimana?" kata Azkia seenaknya.


"kalau kamu terbang ya aku tangkap lah, terus aku kurung, aku kunci terus kuncinya aku buanh jauh-jauh"


"kenapa begitu"


"biar kamu gak bisa keluar dari hati ku" jawab Radit.


"ampun....udah ayo kita pulang. Dari tadi mama disini cuma jadi obat nyamuk kalian aja" kata Vina berlalu dari dua remaja itu.

__ADS_1


"aku kita pulang, sini aku bantu" kata Azkia lagi.


" terima kasih gadis ku" kata Radit menggoda. Azkia tersenyum mendengar gombalan Radit, jujur saja hati nya meleleh seperti lilin terkena api saat itu.


__ADS_2