Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Suram hari ku


__ADS_3

"terima kasih Radit, aku sangat bahagia" kata Reva menarik tangan Radit sehingga jatuh ke pelukannya. Radit tidak membalas pelukan tersebut, ia hanya terdiam membiarkan Reva memeluk tubuhnya yang macho itu.


"dek, itu kan Radit, kenapa dia berpelukan dengan Reva? ini gak bisa di biarin" kata Rika menegur Azkia yang hanya terdiam berdiri di depan pintu ruangan IGD dan menyaksikan adegan yang menyakitkan itu.


"jangan kak" cepat-cepat Azkia menarik tangan Rika agar Rika tidak masuk dan mengungkapkan kebenaran bahwa Radit adalah pacar adiknya.


"kenapa dek? Radit keterlaluan, kenapa dia melakukan ini kepadamu?"


"aku yang minta kak, aku yang menyuruhnya untuk melalukan ini"


"apa maksud mu Kia" tanya Rika tak mengerti.

__ADS_1


"kak, sebenarnya Reva menyukai Radit selama ini, sejak pertama kali bertemu dengan Radit, ia selalu menceritakan Radit kepadaku kak. Namun, selama ini dia merahasiakan nama cowok yang ia sukai kepadaku. Dan tidak sengaja, waktu tadi aku membuka ponselnya untuk mengubungi papanya, aku melihat wallpaper ponselnya adalah Radit. di gelery ponsel nya juga banyak terdapat foto Radit kak, ternyata dalam diam Reva selalu mengambil foto Radit saat ada kesempatan" jelas Azkia.


"kak, selama ini kita banyak berhutang budi kepada keluarga Reva kak. Apa lagi saat ini aku tau Reva mempunyai penyakit yang parah. Aku hanya ingin membuatnya bahagia kak di sisa hidupnya" tambah gadis berambut sepinggang itu lagi.


"tapi dek, bagaimana dengan perasaan kamu? bagaimana perasaan Radit juga. Pasti sakit perasaan kalian berdua kan?" tanya Rika iba melihat pengorbanan adiknya.


"ya kak memang sakit, perih rasa hati ini, sakit kak! tapi aku harus melakukan ini demi Reva kak orang yang berjasa kepada keluarga kita selama ini. Dan masalah Radit, aku yakin dia mengerti dan bisa menerima ini semua cepat atau lambat" jelas Azkia lagi. Rika sangat kagum akan pengorbanan adiknya, namun ada juga perasaan iba, kasihan, sedih bercampur menjadi satu. Rika pun menarik kepala adik yang ia sayangi kedalam pelukan nya. Sebagai tanda penyemangat dan penenang hati untuk adik kesayangan nya.


"iya dek, kakak akan rahasiakan ini semua"


"oh iya, ini bunga mawar untuk kamu" kata Radit menyerahkan seikat bunga mawar kepada Reva.

__ADS_1


"wah, cantik sekali. Terima kasih ya sayang" kata Reva penuh kegembiraan. Radit kaget mendengar panggilan sayang yang di ucapkan Reva kepadanya. Tentu saja rasa canggung dan aneh menghantui pikiran dan hatinya. Bagaimana tidak panggilan itu keluar dari mulut gadis yang bukan ia cintai. Jika panggilan itu keluar dari mulut Azkia pujaan hatinya, hatinya pasti bahagia. Pasti ia akan merasa hidupnya penuh dengan warna. Namun tidak kali ini, hidupnya penuh dengan awan gelap. Suram, sunyi, sepi mulai menyelimuti hati dan pikirannya karena ia tidak bersama gadis idamannya.


"kenapa bengong Radit? kamu tidak suka aku panggil sayang?" tanya gadis berambut ikal itu.


"bukan kah kita sudah jadian? tidak salah kan jika aki memanggil mu dengan sebutan sayang? " tambahnya lagi. Radit diam seribu bahasa, ia masih dalam lamunannya.


"Radit, Radit" tegur Reva membuyarkan lamunan nya.


"ha?" Radit kaget.


"kamu kenapa bengong? gak suka aku panggil dengan sebutan sayang?" ulang Reva lagi.

__ADS_1


"gak kok, aku suka" balas Radit dengan senyuman yang sedikit agak di paksa.


__ADS_2