
Azkia dan Radit saling memandang,
"tadi pas pulang kuliah aku ketemu dengan Azkia, kata nya mau ke sini juga jengukin kamuz jadi aku ajak bareng perginya" kata Radit menjelaskan, walaupun penjelasan itu agak di buat, namun Reva percaya atas penjasan pemuda yang ia cintai.
" oh gitu, kirain kalian ada apa-apa lagi. Maaf ya sayang aku sedikit cemburu melihat kamu sama Azkia" kata nya Reva manja sambari memegang kedua tangan pemuda itu. Lagi-lagi Radit merasa canggung akan sikap Reva kepadanya, ia melihat wajah ayu gadis yang ia cintai namun, gadis itu berpaling muka beralih pandang ke sofa yang terletak di sudut ruangan itu. Ia mulai melangkah menuju sofa dengan perasaan yang cemburu. Namun, perasaan itu ia tahan dan berusaha untuk tetal tersenyum manis di hadapan sahabat kecilnya.
" sayang, itu buket bunga nya untuk aku?" tanya Reva.
"iya ini untuk kamu"
__ADS_1
"bangus banget makasih ya sayang" kata Reva dengan wajah yang ceria.
"sini peluk dulu" kata nya lagi sambari membentangkan kedua tangan nya untuk di peluk. Lama Radit melamun, ia bingung harus berbuat apa. Lagi-lagi Radit berada di situasi yang serba salah. Harus bagaimana ia saat ini? Radit melihat Azkia, Azkia tersenyum sambari mengangguk mengizinkan Radit untuk memeluk sahabatnya. Radit pun mengikuti perintah gadis yang ia cintai itu dengan sedikit kaku. Perasaan begitu pedih di hati Azkia saat melihat adegan yang sangat menyakitkan itu. Ia berusaha untuk tegar, ia berusaha untuk tetap tersenyum, namun, hati dan perasaanya tidak bisa di bohongi bahwa perasaan itu nyata sakitnya seperti sembilu yang berbisa menusuk hati nya saat ini. Reva melepakan pelukannya.
"sayang, dari tadi aku belum makan, kamu suapin aku ya" pinta Reva manja.
"itu makanan nya di atas meja" kata Reva lagi. Dengan senyuman yang agak di buat-buat, Radit mengambil makanan yang tersaji di meja tepat di samping tempat tidur Reva dan menyuapi gadis berambut ikal itu lagi. Azkia hanya masih menyaksikan adegan yang menyakitkan itu lagi. Ia pun mulai berpikir bagaimana caranya untuk mengalih perasaannya saat itu. Ia pun mencari kesibukan sendiri dengan membolak-balik majalah yang ada di atas meja tempat ia duduk saat itu.
"Kia" tegur Reva.
__ADS_1
"hmm" kata Azkia kaget
"maaf ya kamu jadi obat nyamuk, harusnya kamu gak usah ikut tadi, kasihan kamu nya jadi obat nyamuk" kata Reva seenaknya. Azkia tersenyum kecut mendengar apa yang Reva ucapkan barusan.
"jika bukan karena Azkia, aku tidak akan mungkin berada di sini" kata Radit dalam hati, ia sedikit kesal dengan perkataan Reva barusan, ia merasakan pasti Azkia merasa sedih, atau kecewa dengan ucapan gadis berambut ikal itu tadi.
"sebentar, ada yang nelfon" kata Azkia berbohong padahal ponselnya dari tadi tak ada tanda-tanda panggilan masuk. Azkia keluar dari Ruangan itu.
"sebentar ya" kata Radit berlalu dari Reva melihat Azkia keluar dari ruangan itu. Reva mengerutkan keningnya, ia agak sedikit curiga atas sikap Azkia dan Radit saat itu.
__ADS_1