
Sore itu, Reva duduk sendirian di taman tak jauh dari rumah nya. Ia memikirkan pemuda yang bernama Radit itu selalu menghantui pikiran nya. Hanya wajah nya yang rupawan selalu terlihat dimana-mana. "huuuf..." Reva menghela nafas berat. Sungguh berat rasanya untuk melupakan pemuda itu. Entah megic apa yang pemuda itu gunakan sehingga ia begitu terpesona dengan pemuda itu.
"aduh" lagi-lagi Reva tertabrak sama pemuda yang selalu menghantui dirinya saat ia berdiri dari kursi yang ia duduki dan melangkah ingin pulang, Cepat-cepat Radit menyambut gadis berambut ikal itu agar dirinya tidak terjatuh kelantai. Lama mereka saling mematap, lagi-lagi perasaan aneh muncul di hati gadis berambut ikal itu, getaran halus mulai terasa.
"maaf, kamu gak apa-apa?" tanya Radit. Reva tidak memjawab ia masih terdiam menatap wajah nan rupawan yang di miliki Radit.
"hallo, Reva, Reva" kata Radit menyadarkan lamunan Reva.
"eh iya..."
"kamu gak apa-apa kan?" tanya pemuda itu lagi.
"gak apa-apa kok. Makasih ya lagi-lagi kamu nyelamatin aku" kata Reva dengan pipi yang merah.
"kok makasih, harus nya aku yang minta maaf, lagi sibuk nya maen ponsel, gak melihat jalan jadi nabrak kamu lagi kan. Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bertabrakan deh" canda Radit.
"di takdirkan? dia bilang di takdirkan? apa dia juga mempunyai perasaan yang sama?" tanya Reva dalam hatinya yang penuh harapan.
"hallo, melamun lagi" kata Radit.
__ADS_1
"eh iya, mungkin kita sama" kata Reva kaget. Radit mengerutkan keningnya mengungakapkan bawah ia bingung dengan perkataan Reva yang sama sekali tidak menyambung dengan apa yang ia bicarakan.
"sama? sama apa?" tanya Radit.
"eh bukan apa-apa" kata Reva sadar. Radit tidaj mendanggapi omongan Reva tadi.
"aku duluan ya" kata Radit berlalu dari hadapan gadis itu.
"iya" kata Reva dengan lemah karena pemuda tampan itu berlalu dari hadapan nya. Lama ia menatap kepergian pemuda itu hingga tak kelihatan lagi oleh mata Reva. Baru lah ia beranjak dari situ.
"Kia, tadi aku ketemu lagi sama cowok idaman aku lo" cerita Reva saat berada di kos nya Azkia.
"di taman dekat rumah ku, gak sadar kita tetabrak lagi. Lalu dia menolong ku, seperti di film-film bollywood gitu. Sumpah Azkia, mata ku gak bisa lepas dari dia" kata Reva dengan membayangkan wajah pemuda yang ia maksud.
"seganteng apa sih cowok itu, jadi penasaran aku" kata Azkia.
"nanti juga kamu tau. Ada masanya aku kenali dia ke kamu ya"
"jadi ceritanya kamu masih rahasiaan ni sama aku?"
__ADS_1
"hehehe...nanti juga kamu tau Kia, jika suatu saat nanti aku kenali dia ke kamu, kamu jangan terpesona ya sama dia, jangan juga kamu merebut dia dari aku"
"hahaha...enggak lah Va gak mungkin aku merebut cowok sahabat ku sendiri. Gak mungkin juga aku menusuk kamu dari belakang, kamu kan dan keluargamu pahlawan ku, telah banyak membantu keluargaku" jelas Azkia.
"hehehe...oke deh aku percaya sama kamu. Oh iya kak Rika mana? dari tadi kok gak kelihatan" tanya gadis berambut ikal itu.
"kakak Rika lagi ke lagi ada tugas tu di kampus nya"
"owh, eh kamu udah makan belum?"
"udah tadi siang"
"kita makan di luar yuk, aku laper"
"kamu belum makan jam segini? udah jam 15.00 wib lo Reva"
"belum, abis nya aku sibuk mikirin pangeran ku, jadi lupa makan deh" kata Reva cengengesan.
"ya udah ayo"
__ADS_1