Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Karena ku kau seperti ini


__ADS_3

"Azkia" teriak Nita di seberang jalan saat bel pulang sekolah berbunyi. Azkia mempunyai janji


"kepada Nita, akan berkunjung ke rumah nya untuk mengerjakan tugas kelompok bahasa indonesia. Kebetulan mereka di pasangkan untuk menjadi satu kelompok. Karena rumah Nita berada di depan gerbang sekolah, itu yang membuat Azkia berencana mengerjakan tugas pulang sekolah. Sehingga tidak perlu bolak balik dari rumahnya ke rumah Nita lagi.


"sebentar nya aku ke sana." balas gadis manis itu. Azkia. Azkia melintasi jalan raya yang ramai di lalui oleh kendaraan. Tiba-tiba, sebuah mobil yang bermerek Avanza berwanra biru kehilangan kendali. Mobil tersebut menuju pinggir jalan tepat dimana Azkia berdiri.


"awas Kia" teriak Nita sambari menunjuk arah mobil yang akan menabrak sahabatnya itu. Namun, Azkia hanya tetap berdiri di sana harena tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Nita yang berada di seberang jalan, hal itu di sebabkan banyak nya kendaraan yang berlalu lalang di depanya. Radit yang kebetulan baru keluar dari gerbang sekolah tanpa sengaja melihat gadisnya dalam bahaya. Dengan cepat ia berlalu menuju Azkia dan mendorongnya hingga jatuh menjauhi tempat kejadian.


"BRAK" suarah hentaman mobil mengenai tubuh pemuda ganteng itu.


"ya ALLAH Radit...." teriak Azkia melihat Radit tergeletak tak berdaya di pinggir jalan.

__ADS_1


"Radit..."teriaknya lagi berlari mendekati Radit yang di gelumuri darah. Ia memangku kepala Radit sambil menagis. Tangan nya gemetar ketakutan melihat pemuda yang ia cintai bermandikan darah. Hati nya bagaikan terkena petir di siang bolong, sakit, pilu, sedih, marah, semua ia rasakan melihat Radit berkorban seperti itu kepadanya.


"Kia, kamu tidak apa-apa?" tanya Radit dengan suata yang lemah.


"jangan nangis Kia, aku tidak ingin kamu menangis karena ku" tambahnya lagi sambari menghapus air mata Azkia kemudian tak sadarkan diri.


"ya ALLAH Radit, dalam kondisi seperti ini kamu masih memikirkan aku? manusia seperti apa aku ini? selama ini kamu banyak berkorban untuk mu. Tapi aku, aku sama sekali meragukan cintamu kepadaku. maafkan aku Radit" kata Azkia penuh penyesalan. Nita berlari mendekati mereka.


"Radit...bangun Radit...maafkan aku" kata Azkia.


"Nita, tolong kamu telfon ambulan sekarang!" pinta gadis keayuan itu. Sesampainya ambulan di tempat kejadian, semua yang ada di sana menggotong Radit masuk ke dalamnya. Sepanjang jalan menuju ke rumah sakit, Azkia hanya menangis penuh ketakutan. Takut akan cowok ganteng itu kenapa-napa, takut akan dirinya ditinggal untuk selamanya, bahkan apa yang harus ia jelaskan kepada orang tua Radit nantinya. pasti mereka marah besar kepadanya, karena dia, Radit terluka parah seperti ini.

__ADS_1


"bangun Radit, maafkan aku..."kata Azkia penuh kesedihan. Tangannya mengenggam tangan pemuda itu dengan erat. Sesekali Azkia menempatkan tangan Radit ke pipinya sebagai tanda kesedihannya. Sungguh tak tak di sangka, pengorbanan Radit sangat besar. Seperti yang ia katakan "nyawapun anggup ia korbankan demi Azkia" dan sekarang, semua telah terbukti adanya.


"Nita, bagaimana ini? aku takut" kata Azkia memeluk Nita.


"kamu tenang ya Kia, Radit pasti baik-baik saja" kata Nita menenangkan Azkia.


"aku takut Nita, dia seperti ini karena ku, dia mengorbankan dirinya untuk ku" kata Azkia masih dalam tangisnya.


" ya Kia, aku tau, tapi semuanya sudah terjadi. Kita tidak bisa memutar waktu kembali. Sebaiknya kita berdoa agar Radit baik-baik saja" kata Nita dengan bijak.


"Radit bangun, maafkan aku Radit. maafkan aku" kata Azkia kembali memegang tangan Radit.

__ADS_1


__ADS_2