
"iya deh aku minta maaf, kamu jangan marah ya sayang. Wajarkan jika aku cemburu tandanya aku sa....ya....ng banget sama kamu" kata Reva meyakinkan Radit.
"iya" jawab Radit singkat.
"sayang, aku bosan disini"
"terus?"
"hmmm" Reva tampak berpikir.
" bisa bawa aku jalan-jalan ke luar mencari udara segar?" pinta Reva.
"emang kamu udah baikan sekarang? nanti kecapean lagi jika di luar" Radit beralasan.
__ADS_1
"gak kok sayang, aku gak apa-apa. Aku udah baikan kok semua karena kamu" kata Reva mencolek hidung Radit. Lagi-lagi Radit kaget dengan sikap Reva kepada dirinya. Ia sungguh ingin cepat-cepat ingin keluar dari ruangan yang seperti penjara baginya itu. Ruangan menyeramkan, sepi, sunyi dan tak ada warna-warni kehidupan di sana. Begitu lah yang di rasakan Radit saat itu karena bukan Azkia yang di hadapannya saat itu.
"hei....sayang" kata Reva membuyarkan lamunan Radit.
"kamu kok bengong sih? bisa kan bawa aku keluar?" tanya gadis berambut ikal itu lagi.
"ya udah, aku pergi mengambil kursi roda dulu ya" kata Radit beranjak dari situ.
"bagus juga Reva mengajak ku keluar, aku ingin mencari Azkia. Dengan begini, ada alasan agar aku bisa ketemu dengan pujaan hatiku" fikir Radit.
"sayang, enak nya di luar sini" kata Reva menghirup nafas panjang sebagai tanda lega dan senang saat berada di luar ruangan yang mengurungnya selama beberapa hari ini apa lagi di temani dengan pemuda idamannya. Radit tidak menanggapi apa yang di bicarakan Reva mata nya sibuk mencari kesana kemari dimana gadis yang bernama Azkia sekarang.
"Mpau, kamu di mana sekarang? aku sungguh kawatir kelada mu" batin Radit mulai gelisah.
__ADS_1
"sayang, itu Azkia, samperin yuk! aku juga mau minta maaf kepadanya karena aku udah cemburu tadi" kata Reva menunjuk ke arah Azkia yang sedanng duduk di kursi terketak di pojok taman rumah sakit sambari sibuk mengotak ngatik ponsel di tangannya. Radit menarik nafas lega saat melihat gadis keayuan itu telah di temukan.
"syukurlah Mpau ku, akhirnya aku menemui mu" kata Radit dalam hati, Radit pun mendorong kursi roda Reva menuju tempat Azkia.
"Kia" tegur Reva saat berada di hadapan sahabat kecilnya itu. Azkia mengangkat wajahnya yang keayuan itu dan melihat siapa yang menegurnya.
"Reva, kamu ngapain ke sini" tanya Azkia kaget melihat Reva keluar dari kamar tempatnya di rawat.
"emang doktor udah memperbolehkan kamu untuk keluar seperti ini?" tambahnya lagi cemas.
"kata doktor gak apa-apa kok Kia aku keluar, kan aku keluar juga pakai kursi roda. Yang penting aku gak capek. Lagian aku bosen di kamar terus, aku mau mencari udara segar juga. Apa lagi di temani sama pangeran ku" kata Reva tersenyum memandang wajah tampan Radit sambari memegang tangan pemuda itu.
__ADS_1
"aku di sini untuk menghindar adegan yang menyakitkan ini. Kenapa kalian harus ke sini?" kata Azkia dalam hati. Azkia tersenyum kecut melihat sikap Reva yang begitu manja kepada Radit.