Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Restu


__ADS_3

"Kia, sebaiknya kamu pulang saja! Baju mu basah seperti ini, nantik kamu bisa masuk angin" kata salah satu petugas puskesmas baru masuk.


"gak apa-apa buk, saya mau mengikuti pelajaran. Saya gak mau ketinggalan pelajaran buk" jawab Azkia.


"tapi Kia, baju mu basah seperti ini. Nanti kamu bisa sakit lo. Aku gak mau kamu sakit, kamu seperti ini karena ku. Dan aku gak mau kamu sakit atas kejadian ini Kia" kata Radit cemas.


"gak apa-apa Radit. Nita lagi pulang mengambil baju seramnya untuk ku. Kamu jangan kawatir ya." pinta Azkia. Ya memang rumah Nita tak jauh dari sekolah. Rumah Nita terletak di depan gerbang sekolah yang terkenal itu.


... Tuhan......


......jika benar dia memang yang terbaik untuk ku,......


...tolong dekatkan dan satukan lah kami....


...tapi jikalau tidak...


......jangan kecewakan hati ini.......


...yang penuh harapan akan kedatanganya....

__ADS_1


"bagus kata-kata mu dek.! cie...ternyata adek kakak yang satu ini lagi kasmaran ya." goda Rika melihat sebuah buku tergeletak di atas meja ruang tamu saat Azkia menulisnya.


"kakak, sejak kapan kakak berada di sini?" tanya Azkia kaget.


"sejak tadi. Kamu nya aja yang sibuk coret-coret buku mu, jadi gak lihat kakak datang" jawab Rika duduk di hadapan adik kesayangan itu.


"harap maklum aja kak, namanya juga orang sedang jatuh cinta." kata Azkia jujur.


"jadi beneran kamu jatuh cinta sama siapa namanya?" kata Rika sambari berpikir nama pemuda yang sudah membuat adik nya jatuh hati itu.


"Radit kak" jawab Azkia dengan muka yang merah padam.


"ah iya Radit hahaha"


"iya dek, sebentar lagi juga pulang." jawab Rika.


tak lama Rika berkata seperti itu, ibunya pun pulang.


"assalamuakaikum" ucap salam dari wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"walaikumsalam" balas kedua gadis manis itu serentak.


"lo kok malah di sini, udah jam berapa ini kalian kok belum tidur." kata wanita paruh baya itu melihat kedua anak gadis nya masih nongkrong di ruang tamu. Ya Siti mempunyai usaha kecil-kecilan semenjak suami nya meninggal ia di berikan modal usaha oleh teman baiknya untuk menyambung hidup mereka, usaha tersebut berupa warung bakso yang buka pukul 15.00 wib dan tutup jam 22.00. terkadang jika libur sekolah kedua anak gadis nya membatu untuk mayan para pembeli. Jika hari sekolah, Siti tidak memberi ijin kepada mereka untuk membantu, cukup Ima saja satu-satunya kariawan yang Siti miliki membantu nya di warung. Namun, karena Rika masih libur kuliah dan masuk nya tiga bulan lagi, Siti mengizinkanya untuk membantu. Hari ini Rika tidak ikut Siti ke warung karena kurang enak badan.


"ini lo buk, anak ibuk satu ini lagi kasmaran" jawab Rika.


"sama pemuda yang kemaren yang kalian cerita itu di meja makan?" tanya Siti.


"iya buk, sama siapa lagi" jawab Rika.


"pacaran itu boleh-boleh saja ya, tapi jangan kelewat batas nya. Kamu tau sendirikan sayang banyak sekarang gadis-gadis di luar sana terjebak dalam hal cinta, dan pada akhirnya merugikan dirinya sendiri. ngertikan maksud ibu" kata Siti.


mereka mengangguk pertanda keduanya mengerti.


"dan satu lagi, jaga kepercayaan ibu. dan jangan sampai nanti nya nilai pelajaran kamu turun. kalau pacaran itu untuk motivasi, gak apa-apa. Agar nilai mu semakin bagus, bukan malah semakin buruk ya" kata wanita paruh baya itu lagi.


"ya buk, insha allah aku orang nya amanah kok buk" jawab Azkia.


"aduh udah ada lampu hijau dari ibu, aku nya kapan ya di perlakukan istimewa seperti kamu dek? gak ad cowon yang suka sama kakak" kata Rika cemberut.

__ADS_1


"itu si joko, kamu yang gak mau sama dia" jawab siti mengejek.


"ibu tau sendiri dia itu kemayu, lemah seperti perempuan. masa sama kecoa aja takut. lelaki macam apa itu kan dek" jawab Rika.


__ADS_2