
"iya sayang, maafka aku. Tadi aku sibuk jadi aku gak bisa balasa dan menjawab telfon darinya" Radit menjelaskan.
"tugas apa? bukan nya dari tadi kamu membalas setiap pesan dari ku" tanya Azkia.
"iya, itu aku sempat-sempatkan untuk membalasnya. Itu pun balasan nya telat kan?" jelas Radit lagi.
"iya sih, ya udah sekarang kamu balas pesan nya Reva"
"sekarang dia dimana?"
"dia ada di kos ku"
"oke jika begitu" jawab Radit mematikan ponselnya.
__ADS_1
Terdengar pintu kos Azkia di ketuk seseorang. Azkia membuka pintu. Azkia kaget akan siapa yang datang berkunjung ke kos nya.
"Radit" kata Azkia kaget.
"iya...." jawab pemuda itu singkat dengan membawa sebuah buket bunga mawar putih di tangan nya.
"kamu..."kata Azkia
"Radit? kamu ngapain ke sini?" kata Reva mulai curiga kepada Radit yang tiba-tiba datang ke kos Azkia saat itu.
"ya ampun sayang...terima kasih banyak" jawab Reva. Azkia mulai mundur melihat Reva memeluk Radit begitu mesra nya. Azkia berlari menuju dapur untuk menenangkan hati nya yang perih saat itu.
"kamu gak boleh cengeng Kia, ini semua permintaan mu, ini semua kemauan mu. Kamu bisa hadapi semua ini. Demi kesembuhan sahabat mu kamu harus kuat" kata Reva dalam hati menyemangati diri nya yang rapuh saat itu.
__ADS_1
"ayo masuk sayang" kata Reva menyuruh Radit untuk masuk. Radit mencari sekeliling ruangan tengah kos nya Reva. Tidak ada gadis berwajah keayuan itu di situ.
"mungkin di belakang kali ya" fikir pemuda tampan itu.
"sayang, aku kebelakang dulu ya. Mau ke kamar mandi kamu tunggu di sini" kata Radit berlalu. Reva mengangguk mengerti. Gadis berambut ikal itu masih sibuk melihat-lihat dan mencium aroma Buket bunga yang di bawa oleh pujaan hatinya. Ia pun menjadi semakin bahagia saat Radit pertama kalinya memanggilnya sayang saat itu.
"kamu ngapain disini?" tanya Radit kepada Azkia saat melihat Azkia sedang berdiri terdiam menangis. Dua gelas teh di atas meja tempat ia berdiri tidak aduk nya. Mendengar Radit menegurnya, cepat-cepar Azkia menghapus air matanya dan menyibukkan diri dengan mengaduk teh tersebut.
"ini aku lagi buat teh untuk kalian" kata Azkia memberi alasan tanpa melihat wajah tampan Radit. Radit memberani kan diri memegang bahu gadis impian nya untuk menghadap kepada nya. Pelan-pelan ia mengangkat wajah manis gadis itu agar ia melihat dan membaca perasaan gadis itu.
"sayang, kenapa menangis? sakit hati kah kamu dengan adegan tadi?" tanya Radit.
"gak aku baik-baik saja kok" kata Azkia memberi jawaban palsu. Radit tersenyum mendengar jawab gadis itu. Ia tahu perasaan gadis itu sedang terluka.
__ADS_1
"oh ya, kamu pasti berpikir aku tidak membawa apa-apa untuk kamu kan?" tanya Radit. Azkia mengerutkan dahi nya karena sedikit heran akan pertanyaan Radit. Radit mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam dari saku jeket dalam nya. Di buka nya kotak tersebut. Terlihatlah sebuah kalung berwarna putih dengan berinisial Ra sebagai hiasan nya.