Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Menjenguk sahabat kecil mu


__ADS_3

"Radit, pulang kampus kita ke rumah sakit ya jengukin Reva. Dia pasti menunggu kedatang mu" tulisan pesan dari Azkia masuk ke ponsel Radit saat mereka sama-sama masih mengikuti mata kuliah mereka masing-masing.


"ya, aku ikut apa kata kamu aja sayang" balas Radit singkat.


"sayang beli bungan dulu untuk Reva ya" pinta Azkia saat mereka berada di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


"oke" kata Radit memberhentikan motor ninja nya di depan toko bunga.


"mba, saya pesan dua bunga mawar ini 2 ya" kata Radit menunjuk seikat bunga mawar yang tersusun rapi dengan di lapisi kertad putih yang membuat nya menjadi indah saat di pandang.


"dua?" tanya Azkia tidak mengerti.


"iya dua lah, untuk pujaan hati aku satu ini dan untuk sahabatnya" kata Radit mencolek manja hidung gadis yang ada di hadapannya itu.


"terima kasih ya sayang" kata Azkia tersenyum manis.

__ADS_1


"sama-sama" jawab Radit.


"udah, pegangan yang erat, nanti kamu jatuh" kata Radit kepada Azkia saat mereka menaiki motor ninja milik Radit usai membeli bunga.


"iya, kamu kan memang pintar cari kesempatan dalam kesempitan" jawab Azkia seenaknya.


"maksudnya"


"ya seperti ini, alasannya takut aku jatuh, tapi memang maunya kamu aku memeluk mu kan?" kata Azkia lagi.


"Maafkan aku Radit, sungguh diri ini merasa bersalah atas semua yang terjadi terhadap kita. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Ku harap dengan kehadiran mu akan membuat kondisi Reva semakin membaik. Bahkan dia bisa di nyatakan sembuh oleh doktor. Hanya kamu lah penyemangat hidup nya" kata Azkia dalam hati, tak terasa beberapa butir air bening mengalir di pipi tembam nya.


Radit memberhentikan motor ninja milik nya saat mereka berada di rumah sakit.


"udah sampai tuan putri ku, silahkan turun" kata Radit.

__ADS_1


"ha, udah sampai ya?" kata Azkia masih dengan memeluk erat tubuh pemuda yang ia cintai itu.


"kenapa? nyaman kan memeluk ku?" kata Radit mulai kumat PD nya.


"iya, nyaman, udah ayo turun" kata Azkia dengan pipi yang mulai memerah karena kedapatan dirinya memeluk lama tubuh pemuda tampan itu. Azkia dan Radit turun dari motor itu.


"Eh bunga kamu kita titip di sekuriti ini aja ya. Jika Reva melihat bunga ini pasti ia jadi bertanya-tanya kenapa kamu juga aku berikan bunga" kata Radit memberikan solusi.


"iya bener apa kata kamu" jawab Radit.


Tok...tok...tok terdengar pintu kamar ruangan Reva di ketuk oleh seseorang dari luar. Reva mulai mengemas-gemas dirinya agar terlihat tetap cantik di hadapan pemuda yang ia cintai itu. Radit membuka pintu dan masuk ke ruangan tersebut di ikuti oleh Azkia.


"Radit" kata Reva dengan senyuman semangat,


"Azkia" kata nya lagi dengan senyuman yang terlihat kecut karena bingung kenapa ada Azkia bersama Radit. Pikiran negatif mulai menghantui dirinya. Ia mulai cemburu akan kedekatan Azkia dan Radit

__ADS_1


"kenapa kalian bisa bersama-sama ke sini?" tanya Reva bingung.


__ADS_2