Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Makan malam di luar


__ADS_3

Mendengar itu, Azkia terharu akan kata-kata manis cowok berambut undercut.


"Azkia, aku janji sama kamu. Jika suatu hari nantik kamu tidak bisa mengenggam dan berjalan lagi, aku akan selalu ada di samping kamu Azkia, aku akan mengenggam tangan mu dan menuntun mu berjalan lagi. Karena aku sangat mencintai dan menyayangi mu Azkia. Aku janji tidak ada seorang pun yang dapat memisahkan kita. Aku tidak akan membiarkan seorang pun membuat mu menangis dan aku berjanji, apa pun yang kamu mau dari ku, akan aku penuhi itu" kata pemuda tampan itu sambari menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus gadis manisnya itu.


"aku sayang kamu Kia" tambah nya lagi. Mendengar itu, Azkia langsung membenamkan kepala nya di dada bidang cowok tampan itu.


"aku juga sayang sama kamu Radit. Sungguh menyayangi mu" kata Azkia memeluk erat tubuh pemuda di dalam pelukan nya itu. Radit tersenyum mendengar hal itu. ia langsung mengecup kening gadis idamannya dengan penuh rasa sayang. Azkia tersenyum mendapat perlakuan manis dari pemuda idamannya itu. Ia merasa nyaman saat berada di dalam pelukan pemuda berambut undercut itu, seolah-olah semua masalah yang ada di dalam hidupnya saat ini hilang saat berada di dekat pujaan hatinya.


"brak brak brak..." terdengar suara perut keroncongan berbunyi. Radit kaget mendengar hal itu dan tersenyum melihat gadis di hadapan nya menunduk malu.


"hahaha kamu lapar?" tanya Radit masih dalam senyum nya. Azkia hanya mengangguk membenarkan tetap dalam posisi kepala menunduk.

__ADS_1


"iya kita tadi gak sempat makan ya. ya sudah ayo kita cari makanan di luar" kata Radit mengenggam tangan mulus gadis itu menuntun nya menuju motor ber merek Ninja berwarna merah yang terparkir manis di depan rumah nya.


"ayo permaisuri ku, naik lah di kereta kuda milik pangeran mu yang tampan ini" kata Radit menggoda.


"terima kasih pangeran ku" jawab Azkia dengan sangat anggun bak putri ia menaiki motor pemuda itu.


"pengangan yang erat" kata Radit.


"ya udah kalau gak mau, nantik kalau jatuh jangan salah kan aku ya" jawab Radit.


"hahaha...ngambek ni ye...tampa kamu minta, aku pasti memeluk mu kok sayang" kata Azkia sambari mencubit pipi pemuda itu dengan gemes. Di sempanjang perjalanan, ereka hanya terdiam satu sama lain menikmati kehangatan, kenyamanan yang mereka rasakan saat ini

__ADS_1


Tuhan, jangan pisahkan aku dan dia. Hati ini sungguh mencintainya. Aku tidak sanggup kehilangan nya, kenyamanan, ketenangan ku rasakan saat bersamanya. Tetap satukan kami dalam cina yang abadi. Aamiin.... Doa Azkia dalam hati sambari memejamkan mata nya tak terasa beberapa butiran air bening mengalir di pipinya pertanda bahwa doa yang ia ucapkan berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"kita sudah sampai sayang ku" kata Radit menghentikam motornya di parkiran sebuah cafe sederhana berwarna hitam coklat itu.


"eh sudah sampai ya" kata Azkia


"gak sadar aku" tambahnya lagi


"iya jelas lah gak sadar. Nyaman kan memeluk ku" kata Radit menatap Azkia menggoda.


"gak biasa saja" jawab Azkia berusaha menahan malu karena kedapatan bahwa dirinya terus memeluk pemuda itu dengan erat nya.

__ADS_1


"hahaha...ya sudah ayo kita masuk" kata Radit mengandeng tangan gadisnya dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2