Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Baru ku tahu


__ADS_3

"Reva, hidung kamu berdarah" tegur Azkia saat melihat hidung Reva tiba-tiba mengeluarkan darah saat mereka berada di kos nya Azkia untuk mengerjakan tugas kampus mereka.


"ha?" kata Reva dengan tersenyum kecut mengosok hidung nya yang keluar darah. Tiba-tiba.....Brok Reva jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.


"Reva, Reva...bangun" teriak Azkia kaget.


"kak Rika...kak" teriak gadis berambut sepinggang itu lagi.


"ya dek ada apa, ya ALLAH Reva kenapa dek?" tanya Rika kaget melihat Reva tergeletak di lantak dan kepalanya di pangkuan Azkia.


"gak tau kak, tiba-tiba aja begini dia nya" jawab Azkia.


"ya udah, bawa dia ke rumah sakit ayo dek" kata Rika.

__ADS_1


"sebentar kakak telfon taksi online dulu" tambahnya lagi. Kebetulan pangkalan taksi online tidak jauh dari tempat kos mereka hanya memakan waktu 10 menit untuk sampai ke tempat kos tersebut. Dengan cepat Azkia dan Rika memopong Reva naik ke taksi dengan di bantu supir taksi tersebut.


"dek, periksa tas Reva. Lihat ponsel nya di tas nya terus telfon papanya Reva dek" perintah Rika. Azkia pun menuruti perintah kakak nya tersebut. Betapa terkejutnya Azkia saat melihat wellpaper ponselnya terdapat foto Radit. Dengan hati-hati ia membuka glery ponsel tersebut. Disana banyak terdapat foto Radit, ternyata selama ini dalam diam, Reva memotrek Radit ketika ada kesempatan seperti bertemu dengan Radit di kantin kampus meski tidak bertatap muka, namun dari jauh ia memotrek pemuda idamannya itu dan menyimpan di ponsel miliknya.


"jadi, Radit cowok yang dia suka selama ini? Radit cowok yang selalu menghantuinya dan yang ia rahasiakan selama ini? kenapa Radit? kenapa?" pikir Azkia, tak terasa beberapa air bening membasahi pipinya yang tembam.


"dek, kenapa kamu melamun sih dek? udah kamu hubungi papanya belom" tegur Rika.


"eh iya kak" kata Azkia cepat-cepat mencari nomor Burhan papanya Reva.


"dia masih di ruangan IGD pak, masih di tangani sama doktor" kata Rika. Azkia masih shok dan tak percaya akan apa yang ia lihat di ponsel nya Reva sewaktu masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Tatapannya kosong ke depan, pikirannya melayang-layang entah kemana. Dia tidak bisa berpikir apa yang harus ia katakan kepada Reva, bagaimanan cara menjelaskan kepada Reva agar hatinya tidak terluka.


"sebenarnya Reva sakit apa sih pak? akhir-akhir ini, saya lihat, Reva sedikit pucat" tanya Rika.

__ADS_1


"sebenrnya, Reva sudah lama mengalami sakit kangker" jelas Weni mamanya Reva menangis.


"kangker? kangker apa?" tanya Rika.


"kangker hati, karena itu lah kami mendadak pindah ke sini agar Reva bisa berobat dan di kontrol dengan mudah disini" jelas Weni masih dalam tangisnya.


"kata dokter, waktu Reva tidak lama lagi" tambahnya lagi.


"kangker hati? waktunya tidak lama?" tanya Azkia dalam hati. Cepat-cepat Azkia mengambil ponselnya. Ia langsung menghubungi Radit,


"hallo Mpauku, ada apa? katanya tadi lagi sibuk gak mau di ganggu, sekarang kamu udah selesai tugasnya?" tanya Radit.


"tugasku blm selesai Radit"

__ADS_1


"terus, kenapa menghubungiku? kangen ya sama aku, baru setengah jam udah kangen aja" canda Radit


"Radit, sekarang kamu datang ke rumah sakit ya" perintah Azkia dengan nada yang sedikit datar.


__ADS_2