Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Selamat jalan sahabat ku


__ADS_3

Sepasang mata itu adalah Reva. Iya Reva mengikuti Radit saat Radit keluar dari kantin.


"jadi selama ini, kalian sudah pacaran? dan aku sudah menjadi orang ketiga antara kalian? sahabat seperti apa aku ini? dan kalian, kalian kenapa tidak mau jujur kepada ku selama ini?" kata Reva berbicara lada diri sendiri sambari menangis mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"aku telah merebut pacar sahabat ku sendiri. Meski keluarga ku banyak membantu mu Kia, tidak seharus nya kamu berkorban untuk hal ini semua" kata Reva lagi. Kepala nya mulai terasa sakit dan pusing. Cepat-cepat Reva pergi dari situ menuju ke kelas untuk mengambil obat penahan sakit dan langsung meminumnya.


"Kia, maaf kan aku. Aku janji kamu dan Radit akan kembali bersatu" kata Reva saat dirinya sampai di kelas.


Sikap Reva beberapa hari ini berubah termasuk kepada Radit. Biasanya dia manja dan selalu minta di perhatikan, namun sekarang ia lebih banyak diam dan terkesan menutupi diri dari teman-temannya termasuk Azkia. Mereka merasa ada yang aneh akan sikap Reva selama ini. Tiba lah hari yang di tunggu-tunggu. Hari ulang tahun Reva yang ke 20 tahun. Acara di buat di halaman rumahnya. Disana juga terdapat sebuah pentas untuk menyumbangkan lagu. Reva tampak sangat cantik dengan gaun kuning yang di pilihnya saat berada di butik bersama Radit. Azkia pun tampak anggun dengan gaun berwarna ungu yang ia kenakan. Saat itu acara pemotongan kue, kue pertama Reva kasih untuk Radit orang yang ia cintai. Setelah itu, Reva meminta Azkia untuk menyumbangkan sebuah lagu, dan Azkia pun menurutinya. Di situ lah Azkia menyumbangkan lagu berjudul "Demi sahabat"


...Ku tutup kisah kita di antara kita,...


...... Ku biar kan kau jadi milik sahabat ku,......


...Dia yang tak tau tentang hubungan kita,...

__ADS_1


...Menyimpan perasaan cinta untuk mu,...


...... Tak ingin ku melukainya,......


...Dia lah sahabat yang ku sayangi,...


...Ku harap kau dapat mengerti,...


...Walau ku tau tak adil untuk mu,...


Reff : Tuhan benar kah semua yang aku lakukan,


Ku ingin melihat nya hidup bahagia,


Di dalam menjalani di sisa hidupnya....

__ADS_1


Selesai menyumbangkan lagu Azkia langsung berlari menuju kolam yang terletak di belakang rumah Reva. Di situ ia kembali menangis sejadi-jadinya. Ada perasaan bersalah menyelimuti hatinya selama ini. Bersalah telah membohongi sahabat kecilnya. Namun, diri nya sungguh ciut untuk mengungkapkan sebenarnya. Takut akan sahabatnya kembali Drop lagi. Radit datang menghampiri Azkia.


"Kia, kenapa dengan mu?" tanya Radit.


"hati ini sungguh merasa bersalah kepada Reva karena telah membohongi nya" jawab Azkia.


"kamu gak perlu merasa bersalah Azkia, aku sudah mengetahui semua nya" tegur Reva yang tiba-tiba datang.


"kamu dan Radit pantas untuk bersama. Toh sebelum aku ketemu dengan Radit, kalian memang sudah saling mencintai. Aku orang ketiga di antara kalian. Dan tolong jangan berkorban untuk ku Azkia, aku tidak ingin merebut pacar sahabat ku" jelas Reva. Tampa di sadari darah keluar dari hidung nya. Kepala Reva mulai pusing, mata nya mulai kabur, ia terjatuh Radit langsung menyambutnya.


"Reva" teriak Radit dan Azkia. Reva tersenyum kecut.


"terima kasih Radit, telah menjadi pelangi di ujung kehidupan ku. Aku sungguh bahagia salama ini bersama mu. Maafkan aku jika aku bersalah" jelas Reva napasnya mulai terhengah-hengah...Radit berteriak. Azkia mencari bantuan. Orang tua Reva datang menghampiri dan langsung membawa Reva ke rumah sakit terdekat.


Namun apa lah saya, Reva menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

__ADS_1


Azkia dan Radit kembali bersama...


... *selesai"...


__ADS_2