Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Gagal


__ADS_3

Jantung Radit mulai berdetak kencang lagi ketika melihat gadis idamannya duduk manis di kursi depan koridor sekolah. Dari jauh Ia memperhatikan gadis manis itu dengan penuh kekaguman. Rambutnya yang lurus menari-nari dengan pelahan ketika di tiup oleh angin, wajahnya yang keayuan dengan alis tebal dan buli mata lentik menambah pesona nya. "Sungguh indah ciptaan maha kuasa yang satu ini." fikir Radit.


Pelahan namun pasti, Radit memberanikan diri untuk menyapa gadis yang selalu menghatui dirinya beberapa hari ini.


"pagi." sapa Radit ramah.


"boleh duduk disini?" tambahnya lagi. Azkia hanya tersenyum dan mengangguk-angguk membolehkan Radit untuk duduk di sampingnya.


"sedang membaca buku apa?" tanya Radit basa-basi.


"ini baca novel." jawab Azkia seadanya.


"siapa sih gadis itu? berani-berani nya dia mendekati pangeran gue." gumam seseorang yanh dari tadi memperhatikan gerak gerik muda mudi yang berlainan jenis itu dengan geram.

__ADS_1


"ya mana aku tau yul". jawab Rani. Yuli adalah mantannya Radit sewaktu duduk di kelas tiga SMP dulu. mereka putus lantaran Yuli terlalu over protektif kepada Radit dan juga selalu mengatur-ngatur Radit yang harus berbuat sesuai keinginan nya. karena Radit tidak mencintainya dan hanya untuk main-main saja Radit tidak memperdulikan apa pun yang di katakan Yuli. Bahkan dengan ancaman akan putus pun tidak mempengaruhi Radit. Bahkan dengan senang hati Radit menerima ancaman nya itu. toh Radit tidak mencintainya, dia hanya sebagian besar koleksi gadis-gadis cantik sebagai mantan nya. Begitulah yang di pikirkan Radit. Tapi berbeda sekali saat ia bertemu dengan Azkia, membuat dirinya begitu mengagumi gadis yang memiliki wajah keayuan itu. Entah apa yang ada di diri gadis itu sehinggan membuat nya begitu mengagumi ciptaan Tuhan satu itu.


"awas aja, berani dia merebut Radit dari gue, dia akan menyesal." kata Yuli mengigit gerahamnya dan mengenggam tangannya sekuat mungkin menandakan rasa sakit hati melihat Radit dan Azkia bedekatan.


Azkia jadi salah tingkah saat ia mengetahui bahwa Radit hanya memperhatikannya.


"kamu kenapa? dari tadi ngelihatin aku gitu banget?" tanya Azkia.


"manis" sepontan kata itu keluar dari mukur Radit. Mendengar kata itu, Azkia memandang Radit dengan seribu pertanyaan seolah-olah tidak mengerti maksud dari pemuda tampan itu.


"eh gak, gak, gak ada apa-apa kok" jawab Radit sadar dari lamunan nya dan langsung mengalihkan pandangan nya kedepan tepat dimana siswa-siswa lain bermain basket. Azkia hanya mengeleng-geleng kepalanya sambari tersenyum melihat Radit salah tingkah seperti itu.


"woi bro, malah di sini. yang lain pada nungguin tu di kantin." sergah Ferdi sebari menepuk pundak Radit, sepontan menganget kan keduanya. Radit menarik tangan Ferdi menjauhi Azkia yang kembali sibuk membaca buku novel favorit nya.

__ADS_1


"lo kalau nongol itu, lihat-lihat keadaan dong, lo kan tau sendiri, gue lagi deket sama gadis idaman gue. harus nya lo ngerti dan jangan ganggu gue gimana sih lo." bisik Radit.


"ya gue ngerti, tapi yang lain nungguin loe dari tadi. Pada kelaparan mereka nya."


"kan kalian bisa pesan dan makan sendiri, tanpa harus ada gue kan?" kata Radit ketus.


"ya, tapi lo kan janji, mau meneraktir kita makan."


" ya udah kalau gitu, ini uang nya gue mau lanjutin PDKT dulu. Jangan ganggu gue lagi." Radit menyerahkan uang 100.000 kepada Ferdi.


Baru saja berbalik ingin melanjutkan PDKTnya terhadap Azkia, tanpa di sadari Azkia beranjak hilang entah kemana dari tempat nya semula.


"gagal deh gue. ya udah lah kekantin aja gue." kata Radit kecewa sembari pergi kekantin.

__ADS_1


__ADS_2