
"kerumah sakit? kenapa? kamu sakit? sakit apa? kenapa gak bilang dari tadi sayang? tanya Radit dengan suara yamg panik.
"gak Radit, aku baik-baik saja"
"terus siapa yang sakit? kamu kenapa kerumah sakit? apa kak Rika yang sakit?" tanya pemuda tampan itu lagi.
"pokoknya kamu datang aja kesin! nanti aku jelaskan ke kamu. Dan tolong beli bunga ya" perintah gadis berpipi tembam itu lagi.
"baiklah tunggu sebentar aku segera ke sana"
"sayang, siapa yang sakit. Ini bunga yang kamu minta sayang" kata Radit saat sampai di rumah sakit.
"Radit, ada yang ingin aku katakan kepadamu" Azkia serius.
"apa?" tanya pemuda berambut undercut itu
Azkia menarik nafas dalam dan di hembusnya kuat-kuat "huff"
__ADS_1
"aku mau kita putus" kata Azkia. Seperti di sambar petir siang bolong perasaan Radit kaget saat itu.
"sayang kamu becanda kan?" tanya Radit kaget
"aku gak becanda, aku serius"
"tapi kenapa? apa alasannya? apa salah ku?"
"kamu tidak punya salah sama aku"
"terus kenpa kamu mau mengakhiri semuanya? apa perasaan itu sudah sirna di hati kamu? atau ada lelaki lain yang lebih baik dariku?" tanya Radit penuh dengan linangan air mata. Ada perasaan sedih, kesal, kecewa semua bercampur menjadi satu saat itu.
"apa alasannya Azkia, jelaskan kepadaku. Apa janji yang selalu kita ucapkan itu tidak begitu penting? apa janji itu hanya angin lewat bagimu?"
"bukan begitu Radit, aku tidak pernah lupa akan janji-janji ku padamu. Tapi aku harus melakukan ini" tanya Radit tidak mengerti.
"tapi apa? apa alasannya, bukan kah kita saling menggenggam dan tidak saling melepaskan? itu kan janji yang kita ucapkan" kata Radit dengan menitikkan air mata. Sungguh pedih hatinya saat itu.
__ADS_1
"Radit, di dalam sana, ada sahabat masa kecilku, aku pernah menceritakan dia ke kamu bukan?"
"yang katamu keluarganya banyak membantu keluargamu itu" tanya Radit. Azkia mengangguk membenarkan.
"lalu kenapa?" tanya Radit
"dia adalah Reva, sahabat masa kecilku. Dia mencintai kamu Radit"
"Reva? apa Reva yang secara tidak sengaja selalu bertemu dan bertabrakan itu" fikir Radit.
"lalu" tanya Radit lagi.
"aku ingin kamu membahagiakan dia, jadi lah pacarnya. Saat ini dia mempunyai penyakit kangker hati dan kata dokter waktunya tidak lama lagi. Tolong bahagiakan dia Radit" pinta Azkia dengan penuh bercucuran air mata.
"tidak mungkin Azkia, tidak mudah bagi ku melepaskan kamu, tidak mudah bagi ku memaksakan hati ini untuk mencintai gadis yang bukan aku cintai dah bahkan aku belum kenal dengan nya"
"tolonglah Radit, bukan kah kamu pernah berjanji akan melakukan apa pun yang aku mau? aku mau kamu melakukan ini. Tolong bahagiakan dia di akhir hidupnya" kata Azkia memohon.
__ADS_1
"Kia, aku tidak bisa melakukan itu, jika aku memaksakan batin ku akan tersiksa Azkia. Tolong mengerti itu, hanya kamu gadis yang aku cintai. aku tidak mau kehilangan kamu" jelas Radit.
"Radit aku mohon, tolong untuk kali ini. Penuhi keinginan ku. Meski pun aku tidak berada di sisi mu, tapi aku akan selalu ada di sini, di hati mu" kata Azkia menunjuk perut kanan atas tepat di bawah tulang rusuk Radit dimana itu tempat letaknya hati manusia.