Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Pacarmu, Pacarku juga


__ADS_3

Azkia terkejut melihat isi dari kotak tersebut. Betapa cantik nya kalung itu.


"ini aku hadiahkan untuk orang yang paling spesial untuk ku" kata Radit.


"inisial Ra artinya Radit dan Azkia. Ketahuilah aku begitu mencintaimu" tambahnya lagi.


"cantik sekali Radit" jawab Reva dengan mata yang bekaca-kaca.


"akan lebih cantik jika kamu yang memakainya. Sini aku pakaikan" kata pemuda berambut undercut itu mengambil kalung tersebut dan memakainya kepada gadis idamannya itu.


"kamu suka?" tanya nya lagi. Azkia mengangguk.


"terima kasih Radit. Tapi..." kata gadis tadi tidak melanjutkan perkataannya.


"kenapa?" Azkia menggeleng-geleng kepalanya. sebenarnya ia sedikit tidak enak hati lantaran Reva hanya di kasih Buket bunga, sedangkan ia di kasih kalung. Namun, ia urungkan niatnya untuk berdemokrasi saat itu.


"aku ke depan dulu ya" kata Radit meninggalkan gadis idamannya itu. Lagi-lagi Azkia hanya mengangguk.

__ADS_1


"sayang, kenapa lama sekali kamu ke kamar mandinya?" tanya Reva saat melihat Radit duduk di samping nya.


"kenapa? kangen sama aku?" tanya Radit mulai mencairkan sikap canggung nya kepada Reva untuk menepati janjinya kepada Azkia.


"iya...banget malahan" jawab Reva samabri menyandarkan kepalanya di pundak pemuda itu. Lagi-lagi hati gadis berambut sepinggang itu teriris melihat adegan romantis itu saat dirinya mengantarkan teh buatan nya kepada Radit dan Reva yang dari tadi menunggu.


"ini teh nya" kata Azkia berusaha bersikap tenang dan biasa-biasa saja walaupun hati nya hancur saat ini.


"terima kasih ya Azkia. Merepotkan saja" kata Radit. Azkia tersenyum kecut melihat Radit dan Reva saat itu.


"ha? iya" jawab Azkia singkat.


"Ra...apa Radit dan Azkia ya?" tanya Reva berwajah sedikit serius. Terasa petir menyambar perasaan Radit dan Azkia saat itu mendengar pertanyaan Reva yang memang benar adanya.


"hahahaha" Reva tertawa geli melihat ekpresi kedua muda mudi berlainan jenis itu.


"kenapa kalian kaget begitu? aku cuma bercanda", kata nya masih dalam tawanya.

__ADS_1


"mana mungkin sahabat ku menikungku, dan mana mungkin juga pacar ku berbuat hal yang sama. Apa lagi dia tahu bahwa kamu adalah sahabatku. Benarkan?" Radit dan Azkia menghembuskan nafas lega saat mendengar penjelasan dari Reva. Setidak nya untuk saat ini kedok mereka tidak di buka oleh Reva. Artinya mereka masih aman saat ini.


"eh Azkia, selama ini aku belum pernah ketemu dengan pacar mu. Kapan sih kamu biasa mengenali aku dengan dia?" tanya Reva.


"aku penasaran lo dengan pacarmu. Apa dia setampan pacarku" tambahnya lagi.


"iya Va, dia memang setampan pacar mu, Semua yang ada di pacar mu juga di miliki pacar ku. Itu semua karena pacar kita sama. Sama orang nya" kata Azkia dalam hati.


"Kia, kok bengong sih? kapan kamu memperkenalkan aku kepada pacar mu?" tanya Reva lagi.


"ha?" Azkia kaget.


"nanti-nanti aja Reva. Dia lagi gak berada di sini. Dia kualiah di Pekanbaru" jawab Azkia.


"jadi, kalian LD-an dong" kata Reva. Azkia tidak menjawab ia menjawab dengan anggukan kepala.


"hebat ya kamu Azkia, kamu bias LDR-an. Kalau aku sih gak bisa jauh-jauh dari pacarku" kata Reva. Azkia hanya tersenyum kecut mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2